Kifosis : Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan

Tuesday, April 17, 2018
Advertisement
Kifosis atau kyphosis adalah keadaan tulang belakang yang melengkung ke depan sehingga menyebabkan penderitanya menjadi bungkuk.

Bila dilihat dari samping, tulang belakang memiliki bentuk kurva (lengkungan) yang normal. Kurva ini membantu tubuh lebih baik dalam menyerap beban dari berat tubuh terhadap tulang belakang.

Tulang belakang leher dan tulang belakang lumbar (pinggang) memiliki kurva ke dalam normal yang secara medis disebut "kurva lordotik" atau "lordosis", dimana tulang belakang bengkok ke belakang. Tulang belakang toraks (punggung tengah) memiliki kurva keluar normal yang secara medis disebut sebagai "kurva kifotik" atau "kifosis", di mana tulang belakang bengkok ke depan. Kifosis yang dimaksudkan disini adalah kurva kifosis yang abnormal.

Kifosis


Penyebab

Kifosis dapat terjadi pada semua usia, meskipun jarang merupakan bawaan lahir.

Jenis kifosis yang terjadi pada masa anak-anak atau remaja dikenal sebagai penyakit Scheuermann. Suatu kondisi yang menyebabkan tulang punggung atas terangkat, seperti punuk dan menyebabkan bungkuk. Penyebab penyakit ini belum diketahui secara pasti.

Kifosis juga dapat terjadi akibat postur tubuh yang buruk pada saat kanak-kanak, seperti kebiasaan membungkuk, dan membawa tas sekolah yang berat. Kebiasaan seperti ini dapat menyebabkan ligamen dan otot yang mendukung tulang belakang meregang, sehingga menarik tulang belakang keluar dari posisi normal, menghasilkan kifosis.

Pada dewasa, kifosis dapat disebabkan oleh:
  • Penyakit degeneratif pada tulang belakang (seperti arthritis atau degenerasi cakram)
  • Fraktur (patah) yang disebabkan oleh osteoporosis (fraktur kompresi osteoporosis)
  • Cedera (trauma)
  • Spondylolisthesis (salah satu tulang dari tulang belakang tergelincir keluar /maju ke depan).

Penyebab lain kifosis termasuk:
  • Hormon-hormon tertentu (endokrin)
  • Gangguan jaringan ikat
  • Infeksi (seperti tuberkulosis)
  • Distrofi otot (kelompok kelainan bawaan yang menyebabkan kelemahan otot dan hilangnya jaringan otot)
  • Neurofibromatosis (gangguan di mana tumor jaringan syaraf terbentuk)
  • Penyakit Paget (kondisi abnormal yang mengganggu proses regenerasi tulang, sehingga menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mengalami deformitas atau kelainan bentuk)
  • Polio
  • Skoliosis (kurva tulang belakang seperti huruf C atau S jika dilihat dari depan)
  • Spina bifida (cacat lahir di mana tulang punggung dan kanal tulang belakang tidak menutup sebelum lahir)
  • Kanker dan pengobatannya. Kanker di tulang belakang dapat melemahkan tulang belakang dan membuatnya lebih rentan terhadap fraktur kompresi, juga kemoterapi dan terapi radiasi kanker.

Gejala

Selain kurva tulang belakang yang abnormal, nyeri di punggung tengah atau pinggang adalah gejala paling umum dari kifosis. Gejala lainnya mungkin termasuk hal-hal berikut:
  • Kesulitan bernafas (pada kasus kifosis berat)
  • Kelemahan
  • Kekakuan di tulang belakang.
Namun, kasus ringan kifosis mungkin tidak menciptakan tanda atau gejala yang nyata.

Diagnosis

Pemeriksaan fisik dapat dilakukan untuk melihat kurva abnormal dari tulang belakang. Dokter juga akan memeriksa keberadaan gangguan-gangguan saraf. Ini termasuk, kelemahan, kelumpuhan, atau perubahan sensasi di sekitar kurva.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:
  • X-ray tulang belakang
  • Tes fungsi paru (jika kifosis mempengaruhi pernapasan)
  • MRI (jika mungkin ada tumor, infeksi, atau gejala gangguan saraf)
  • Tes kepadatan tulang (jika mungkin ada osteoporosis)

Pengobatan

Pengobatan kifosis akan tergantung dari penyebabnya:
  • Kifosis kongenital (bawaan) membutuhkan operasi korektif pada usia dini.
  • Penyakit Scheuermann diobati dengan brace tulang belakang dan terapi fisik. Kadang-kadang operasi diperlukan untuk kurva yang besar.
  • Fraktur kompresi dari osteoporosis dapat diabaikan jika tidak ada masalah atau rasa sakit pada sistem saraf. Tetapi osteoporosis perlu diobati untuk membantu mencegah patah tulang di masa mendatang. Untuk kelainan bentuk yang parah atau rasa sakit akibat osteoporosis, operasi adalah pilihan.
  • Kifosis yang disebabkan oleh infeksi atau tumor memerlukan penanganan yang cepat, seringkali dengan pembedahan dan obat-obatan.
Perawatan untuk jenis kifosis lainnya tergantung dari penyebabnya. Pembedahan diperlukan jika gejala sistem saraf atau nyeri terus-menerus berkembang.

Kemungkinan Komplikasi

Kifosis yang dibiarkan dapat menyebabkan hal-hal berikut:
  • Masalah citra tubuh akibat punggung yang bungkuk.
  • Penurunan kapasitas paru-paru
  • Sakit punggung
  • Gejala sistem saraf, termasuk kelemahan kaki atau kelumpuhan
  • Nafsu makan menurun. Dalam kasus yang parah, kurva dapat menyebabkan perut terkompresi dan menyebabkan penurunan nafsu makan.

Pencegahan

Pada anak-anak, didik mereka agar menghindari kebiasaan membungkuk dalam beraktivitas, seperti ketika membaca buku atau menggunakan gadget. Anak-anak juga jangan dibiasakan membawa tas sekolah yang berat.

Pada orang dewasa terutama orang tua, mengobati dan mencegah osteoporosis dapat mencegah banyak kasus kifosis.

Diagnosis dini dan penggunaan brace tulang belakang untuk penyakit Scheuermann dapat meminimalisir kebutuhan untuk operasi, tetapi tidak ada cara untuk mencegah penyakit ini.

Article Resources
  • https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/kyphosis
  • https://www.medicinenet.com/kyphosis/article.htm#what_causes_abnormal_kyphosis_what_are_the_types_of_kyphosis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kyphosis/symptoms-causes/syc-20374205
  • https://www.nhs.uk/conditions/kyphosis/causes/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer