Cacat Lahir : Penyebab dan Pencegahan

Friday, March 09, 2018
Cacat lahir

Cacat lahir terjadi saat bayi berkembang di dalam rahim. Cacat lahir dapat mempengaruhi penampilan, fungsi organ, dan perkembangan fisik dan mental.

Sebagian besar cacat lahir terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan, dimana saat itu organ tubuh sedang terbentuk. Sebagian cacat lahir tidak berbahaya, tapi sebagian lainnya butuh perawatan jangka panjang.

Penyebab cacat lahir

Penyebab cacat lahir tidak diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kemungkinan penyebabnya, diantaranya:
  • Genetik (keturunan)
  • Kebiasaan dan gaya hidup tertentu
  • Paparan obat atau bahan kimia tertentu
  • Infeksi selama kehamilan
  • Kombinasi dari faktor-faktor diatas.

Genetik

Ibu atau ayah bisa jadi mewariskan kelainan genetik yang dimilikinya kepada bayinya. Kelainan genetik terjadi ketika gen menjadi cacat karena mutasi. Dalam beberapa kasus, gen atau bagian dari gen mungkin hilang karena mutasi. Cacat ini terjadi saat pembuahan dan seringkali tidak dapat dicegah.

Penyebab non-genetik

Penyebab dari sebagian cacat lahir mungkin sulit atau mustahil diidentifikasi. Namun, kebiasaan-kebiasaan tertentu, seperti merokok, menggunakan obat-obatan ilegal, dan mengonsumsi alkohol akan meningkatkan risiko cacat lahir. Faktor lainnya, seperti terpapar virus atau bahan kimia berbahaya, juga dapat meningkatkan risiko cacat lahir.

Faktor risiko cacat lahir

Setiap wanita hamil memiliki risiko melahirkan bayi dengan kondisi cacat lahir. Risiko ini akan meningkat dengan kondisi-kondisi berikut:
  • Riwayat keluarga cacat lahir atau kelainan genetik lainnya
  • Penggunaan alkohol, obat-obatan terlarang, atau merokok
  • Usia ibu saat hamil 35 tahun atau lebih
  • Kurang gizi selama kehamilan
  • Terinfeksi bakteri atau virus yang tidak diobati
  • Menggunakan obat-obatan tertentu yang berisiko tinggi, seperti isotretinoin dan lithium.

Wanita dengan penyakit tertentu, seperti diabetes, juga berisiko tinggi melahirkan bayi cacat lahir.

Klasifikasi cacat lahir

Cacat lahir biasanya diklasifikasikan sebagai struktural dan fungsional. Cacat lahir struktural adalah ketika suatu bagian tubuh tidak ada atau bentuknya salah.

Cacat lahir struktural yang paling umum adalah:
  • Cacat jantung
  • Sumbing bibir atau langit-langit
  • Spina bifida
  • Dislokasi pinggul
  • Kaki pengkor (kaki mengarah ke dalam bukan ke depan tubuh).

Cacat lahir fungsional adalah ketika bagian tubuh atau sistem tidak bekerja dengan baik. Kondisi ini sering menyebabkan kecacatan perkembangan atau kecerdasan. Cacat lahir fungsional atau perkembangan meliputi cacat metabolik, masalah sensorik, dan masalah sistem saraf.

Cacat fungsional yang paling umum antara lain:
  • Down syndrome, yang menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental
  • Penyakit sel sabit (sickle cell disease), ketika sel darah merah menjadi cacat
  • Cystic fibrosis, yang merusak paru-paru dan sistem pencernaan.

Cacat lahir fungsional seringkali tidak terdeteksi hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun sejak bayi dilahirkan.

Diagnosis cacat lahir

Ada lebih dari 4.000 jenis cacat lahir, mulai dari yang ringan hingga yang memerlukan penanganan serius karena dapat menyebabkan cacat permanen atau kematian.

Banyak jenis cacat lahir yang dapat didiagnosis selama kehamilan. Dokter dapat menggunakan USG untuk mendiagnosis cacat lahir tertentu selama kehamilan seorang ibu. Selain USG, pemeriksaan spesifik lainnya yang mungkin dilakukan adalah tes darah atau amniosentesis (pengambilan sampel air ketuban). Tes ini mungkin akan dokter tawarkan pada wanita dengan kehamilan berisiko tinggi.

Pemeriksaan prenatal dapat membatu menentukan apakah ibu memiliki infeksi atau kondisi lain yang berbahaya bagi bayi. Pemeriksaan fisik dan tes pendengaran juga dapa membantu dokter mendiagnosis cacat lahir setelah bayi lahir. Tes darah juga mungkin dilakukan sesaat setelah bayi dilahirkan, meskipun terbilang jarang.

Namun, perlu diketahui bahwa skrining prenatal tidak selalu dapat menemukan kecacatan ketika kecacatan itu ada. Skrining juga dapat salah mengidentifikasi cacat. Namun sebagian besar cacat lahir dapat didiagnosis dengan pasti setelah bayi lahir.

Perawatan

Pengobatan untuk cacat lahir tergantung dari kondisi dan tingkat keparahannya. Beberapa cacat lahir dapat diperbaiki sebelum bayi dilahirkan atau sesaat setelah lahir. Sedangkan sebagian lainnya akan terus menjadi kecacatan bagi seorang anak seumur hidupnya. Cacat lahir ringan bisa membuat stres, tapi biasanya tidak mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Cacat lahir yang berat, seperti cerebral palsy atau spina bifida, dapat menyebabkan cacat lahir permanen atau bahkan kematian.

Obat-obatan

Obat-obatan dapat digunakan untuk mengatasi beberapa cacat lahir atau untuk menurunkan risiko komplikasi dari cacat tertentu. Dalam beberapa kasus, pengobatan mungkin diberikan pada ibu untuk membantu memperbaiki kelainan pada janin sebelum kelahiran.

Operasi

Pembedahan dapat memperbaiki cacat lahir tertentu atau mengurangi gejalanya. Sebagian orang dengan cacat lahir fisik,seperti sumbing bibir, dapat menjalani operasi sumbing bibir. Bayi dengan cacat jantung juga dapat dilakukan operasi.

Perawatan di rumah

Orangtua dapat diberikan pelatihan atau pemahaman untuk menjalankan latihan-latihan khusus dalam memberi makan, mandi, melatih, dan memantau perkembangan bayinya yang cacat lahir.

Mencegah cacat lahir

Umumnya kebanyakan cacat lahir tidak dapat dicegah, namun ada beberapa cara yang akan menurunkan risiko melahirkan bayi dengan cacat lahir. Wanita yang ingin hamil harus sudah mulai mengonsumsi suplemen asam folat sebelum kehamilan. Suplemen ini juga harus dikonsumsi selama kehamilan. Asam folat bisa membantu mencegah cacat tulang belakang dan otak.Vitamin prenatal lainnya juga dianjurkan selama kehamilan.

Alkohol, obat-obatan terlarang dan merokok juga harus dihindari sebelum, selama dan setelah kehamilan. Obat-obat tertentu juga harus hati-hati dikonsumsi. Beberapa obat yang aman dikonsumsi dapat menyebabkan cacat lahir serius ketika dikonsumsi oleh wanita hamil.

Menjaga berat badan tetap ideal juga akan menurunkan risiko komplikasi selama kehamilan. Wanita dengan kondisi tertentu, seperti diabetes, harus berhati-hati.

Article Resources
  • https://www.healthline.com/health/birth-defects#types
  • https://kidshealth.org/en/parents/birth-defects.html

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer