Aromaterapi : Risiko, Sensitivitas, dan Cara Kerja

Monday, February 26, 2018
Aromaterapi adalah penggunaan minyak esensial untuk membawa perubahan fisiologis dan emosional. Minyak esensial tidak boleh ditelan atau dioleskan langsung pada kulit.

Minyak esensial (minyak atsiri)

Minyak esensial, yang dikenal juga sebagai minyak atsiri atau minyak nabati (tumbuhan) aromatik adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental yang dapat menguap sehingga memberikan aroma yang khas.

Aromaterapi adalah penggunaan minyak esensial untuk kesehatan fisiologis dan emosional. Untuk merangsang respon yang diinginkan, aromaterapi dapat diterapkan dengan metode inhalasi (hirup), topikal, pijat, atau perendaman air.

Aroma dan unsur kimia minyak esensial yang berbeda-beda dapat menciptakan reaksi fisiologis dan emosional yang berbeda-beda pula. Minyak esensial dapat dipijatkan pada kulit, ditambahkan ke air mandi atau diuapkan.

Seperti halnya terapi komplementer lainnya, belum banyak penelitian yang dilakukan untuk aromaterapi. Namun, aromaterapi diketahui efektif untuk mengatasi beberapa keluhan.

Risiko aromaterapi

Ada beberapa jenis minyak esensial yang bersifat toksik dan tidak disarankan untuk digunakan, yakni minyak kapur barus, pennyroyal dan wintergreen.

Minyak esensial adalah minyak yang sangat kuat dan tidak boleh ditelan atau dioleskan dalam bentuk murni ke kulit. Orang dengan penyakit asma dan mereka yang rentan mengalami mimisan atau perdarahan hidung harus berhati-hati saat menghirup aromaterapi.

Tidak boleh menggunakan minyak esensial ke dalam lubang tubuh, seperti telinga, mulut, atau vagina.

Minyak esensial bisa menyebabkan keracunan bila diminum. Banyak kasus keracunan pada anak-anak akibat menelan minyak esensial. Minyak esensial harus diamankan dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak.

Wanita hamil atau orang-orang dengan penyakit tertentu, seperti epilepsi dan tekanan darah tinggi, harus berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan aromaterapi. Sebagian minyak esensial bisa berbahaya bagi wanita hamil dan orang-orang dengan penyakit tertentu.

Sensitivitas terhadap minyak esensial

Minyak esensial murni yang digunakan pada area tubuh sensitif, seperti lubang hidung atau kulit, bisa menyebabkan iritasi atau kulit terbakar. Pada beberapa kasus, muncul reaksi alergi seperti ruam.

Beberapa minyak esensial yang kuat dan penggunaannya harus hati-hati, meliputi:
  • eucalyptus (kayu putih)
  • ginger (jahe - diekstraksi karbon dioksida)
  • thyme (timi)
  • black pepper (lada hitam)
  • cinnamon (kayu manis)
  • clove (cengkeh)
  • oregano (oregano)
  • lemongrass (serai)
  • basil (kemangi)
  • Sebagian minyak citrus (sitrus)

Mengunakan minyak esensial

Minyak esensial diekstrak dari tumbuh-tumbuhan dengan destilasi uap atau air. Bahan tumbuhan yang dipilih kemudian dipanaskan dengan uap, air, atau keduanya sampai minyak esensialnya menguap. Minyak kemudian akan mengembun saat mendingin.

Semua esensial adalah minyak tumbuhan pekat. Minyak-minyak ini harus digunakan seperlunya saja, hanya beberapa tetes, dan selalu diencerkan dengan media lain, seperti minyak pijat dasar atau krim dasar.

Minyak esensial tidak larut dalam air kecuali dicampur dengan dispersan terlebih dahulu.

Minyak esensial yang populer

Berikut ini adalah beberapa minyak esensial yang populer berikut kegunaannya:
  • peppermint - gangguan pencernaan
  • rosemary - nyeri otot, stimulan mental
  • sandalwood (cendana) - depresi, gelisah, dan ketegangan saraf
  • sweet orange (jeruk manis) - depresi dan kecemasan
  • tea tree (pohon teh) - masalah pernafasan, antijamur, antibakteri, dan antivirus
  • lavender - sakit kepala, insomnia, luka bakar, sakit dan nyeri.

Cara kerja aromaterapi

Para ahli berpendapat bahwa aroma minyak esensial akan mengaktifkan reseptor bau di area hidung, yang selanjutnya mengirimkan pesan ke otak melalui sistem saraf.

Aroma minyak esensial dapat mengaktifkan area tertentu pada otak, seperti sistem limbik, yang berperan dalam emosi seseorang. Aroma minyak esensial juga dapat berdampak pada hipotalamus, yang mungkin akan meresponnya dengan memproduksi zat kimia otak yang memberikan rasa nyaman dan tenang, seperti serotonin.

Para ahli juga berpendapat bahwa ketika minyak esensial diterapkan pada kulit, maka akan menyebabkan respon pada kulit dan bagian tubuh yang lain, seperti persendian.

Article Resources
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/aromatherapy
  • https://www.webmd.com/balance/stress-management/aromatherapy-overview

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer