Penyebab dan Cara Mengatasi Bromhidrosis (Bau Badan)

Tuesday, January 23, 2018
Advertisement
Bromhidrosis adalah bau badan yang tidak sedap terkait dengan produksi keringat.

Keringat sendiri sebenarnya tidaklah berbau. Hanya saja, ketika keringat bertemu dengan bakteri di kulit, maka akan tercipta bau badan tak sedap. Bromhidrosis juga dikenal dengan istilah klinis lain yakni osmidrosis.

Bromhidrosis dapat diobati dan juga dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan higiene Anda, disamping beberapa pilihan pengobatan.

Kelenjar Keringat

Penyebab bromhidrosis

Kita memiliki dua jenis kelenjar keringat: apokrin dan ekrin. Bromhidrosis biasanya berhubungan dengan sekresi kelenjar apokrin. Tapi kedua jenis kelenjar keringat ini bisa menyebabkan bau badan yang tidak sedap.

Kelenjar apokrin utamanya terletak di daerah ketiak, pangkal paha, dan payudara. Keringat dari kelenjar apokrin cenderung lebih tebal daripada keringat yang dihasilkan kelenjar ekrin. Keringat dari kelenjar apokrin juga mengandung bahan kimia yang disebut feromon, yang merupakan hormon yang berefek bagi orang lain. Orang dan hewan melepaskan feromon untuk menarik pasangannya, misalnya.

Saat keringat apokrin dikeluarkan, warnanya tidak berwarna dan tidak berbau. Ketika bakteri di tubuh mulai memecah keringat kering (keringat basi), bau yang menyengat, tengik, apek, atau asam akan muncul pada orang dengan bromhidrosis. Bromhidrosis karena kelenjar apokrin adalah bromhidrosis yang paling umum dialami orang-orang.

Kelenjar apokrin belum aktif hingga seseorang mencapai pubertas. Karena itulah anak-anak kecil yang belum pubertas belum mengalami masalah dengan bau badan.

Kelenjar keringat ekrin ada di seluruh tubuh. Keringat ekrin juga tidak berbau dan tidak berwarna pada awalnya, meski mengandung larutan asin ringan yang merupakan respon terhadap peningkatan suhu tubuh. Bau busuk juga bisa berkembang saat bakteri kulit memecah keringat ekrin. Aroma keringat ekrin juga bisa mencerminkan makanan apa yang mungkin Anda makan sebelumnya, seperti bawang putih, kari, alkohol, atau obat-obat tertentu.

Diagnosis bromhidrosis

Mudah untuk mendiagnosis bromhidrosis. Bromhidrosis mudah dikenali berdasarkan aroma tubuh penderitanya.

Pengobatan bromhidrosis

Pendekatan pengobatan yang tepat untuk bromhidrosis akan berdasarkan tingkat keparahannya. Pada beberapa kasus, tindakan pencegahan saja sudah cukup. Untuk kasus yang lebih parah, pengangkatan kelenjar keringat yang menyebabkannya mungkin menjadi jawabannya.

Pilihan pengobatan untuk bromhidrosis meliputi:

Botox

Botulinum toxin A (Botox), yang bekerja dengan cara memblokir impuls saraf ke otot, dapat disuntikkan ke dalam ketiak untuk memblokir impuls saraf ke kelenjar keringat. Kelemahan dari perawatan botox adalah tidak permanen, jadi perlu dilakukan beberapa kali dalam setahun. Botox juga digunakan untuk kaki dan tangan berkeringat.

Liposuction

Cara untuk mengurangi keringat apokrin adalah dengan mengeluarkan kelenjar keringat itu sendiri. Anda tentu sering mendengar tentang sedot lemak sehubungan dengan menghilangkan lemak di bagian tengah tubuh atau di tempat lain tubuh. Sebuah alat tipis khusus dimasukkan dengan hati-hati ke dalam tubuh, dan lemak kemudian diekstraksi.

Konsep yang sama juga diterapkan pada kelenjar keringat di ketiak Anda. Canula, alat hisap yang sangat kecil, dimasukkan tepat di bawah kulit. Kemudian menyusur di sepanjang sisi bawah kulit, mengeluarkan kelenjar keringat . Proses ini masih bisa meninggalkan beberapa kelenjar keringat, yang kedepan bisa terus menyebabkan keringat berlebihan.

Operasi

Cara yang lebih invasif untuk menghilangkan kelenjar keringat atau saraf yang memicu keringat adalah melalui operasi. Sebuah prosedur yang disebut simpatektomi endoskopik menggunakan sayatan kecil dan alat khusus untuk menghancurkan saraf di dada yang menyebabkan keringat kelenjar ketiak. Hasil operasi ini akan efektif selama 5 sampai 10 tahun.

Pengobatan minimal invasif lainnya disebut electrosurgery dengan memanfaatkan jarum halus untuk mengeluarkan kelenjar keringat.

Seorang ahli bedah juga dapat menghilangkan kelenjar keringat melalui operasi konvensional. Dimulai dengan sayatan di ketiak agar dokter bisa lebih jelas dan tepat lokasi kelenjar keringat. Jenis operasi ini disebut reseksi kulit, dan memang meninggalkan bekas luka di permukaan kulit Anda. Operasi konvensional ini cenderung dilakukan pada orang-orang bromhidrosis yang juga memiliki hidradenitis, kondisi kulit kronis yang membuat penderitanya terkena benjolan di ketiak dan bagian tubuh lain.

Perawatan rumah

Sebelum mencoba pengobatan yang bersifat invasif, Anda harus mencoba beberapa strategi perawatan dasar untuk mengatasi bromhidrosis. Ini akan membantu mengurangi jumlah bakteri yang berinteraksi dengan keringat Anda. Semakin sedikit bakteri yang berinteraksi dengan keringat, maka semakin berkurang bau badan tak sedap.

Karena bromhidrosis dipicu oleh bakteri pada kulit, sering membasuh tubuh atau mandi cukup ampuh menetralisir bakteri. Jika sumber utama baunya di ketiak, Anda dapat fokus membersihkan ketiak.

Sabun antiseptik dan krim anti bakteri yang mengandung eritromisin dan klindamisin juga bisa membantu.

Deodoran atau antiperspirant yang kuat juga berperan penting dalam meminimalkan bau. Memangkas rambut ketiak juga akan meninimalisir bau badan.

Pakaian juga harus Anda cuci secara teratur dan sesegera mungkin melepaskan pakaian yang sudah basah oleh keringat tubuh. Sementara adakalanya beberapa pakaian bisa dipakai lebih dari satu kali sebelum dicuci, tapi bagi Anda yang bromhidrosis, hal ini tidak dapat dilakukan, pakaian harus selalu dicuci.

Komplikasi bromhidrosis

Bagi sebagian orang, bromhidrosis tidak hanya menunjukkan bahwa seseorang itu memiliki bau badan. Ini bisa menjadi gejala dari kondisi medis lain, seperti:
  • Trikomikosis akilaris (infeksi folikel rambut di bawah lengan)
  • Eritrasma (infeksi kulit superfisial)
  • Intertrigo (ruam kulit)
  • Diabetes tipe 2.

Obesitas juga bisa menjadi faktor penyebab bromhidrosis.

Bau badan yang berasal dari ketiak atau bagian tubuh lain yang berkeringat adalah normal, terutama saat pubertas. Mandi secara teratur, dengan menggunakan deodoran atau antiperspirant, dan memakai pakaian bersih mungkin cukup untuk menetralkan bau badan. Pendekatan-pendekatan higiene seperti ini harus lebih dulu diutamakan sebelum mencoba pengobatan yang bersifat invasif.

Namun, jika masalahnya tidak bisa teratasi dengan higiene, pengobatan lain mungkin perlu dijadikan pilihan. Silakan bicarakan dengan dokter kulit Anda. Bromhidrosis bisa jadi merupakan kondisi yang sulit, tapi bisa diobati.

Article Resources
  • https://www.healthline.com/health/bromhidrosis
  • https://www.dermnetnz.org/topics/bromhidrosis/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer