21 Agustus 2014

Penyebab Timbulnya Jerawat pada Orang Dewasa

Jerawat pada dewasa

Jerawat pada dasarnya bermula dari pori-pori yang tersumbat dan kemudian terinfeksi. Umumnya jerawat dimulai dengan komedo, yang sebenarnya bukanlah kotoran. Komedo adalah sel-sel mati dan zat minyak yang terjebak di dalam pori-pori dan bercampur dengan bakteri yang mana menyebabkan tersumbatnya pori-pori.

Jerawat tidak hanya muncul pada saat remaja, tapi juga menjadi masalah pada sebagian orang yang dewasa. Diperkirakan, bahwa hampir 30 persen perempuan dan 20 persen pria usia antara 20 sampai 60 tahun mengalami masalah jerawat. Bahkan sangat mungkin baru pada saat dewasalah seseorang baru mengalami jerawat.

Banyak dari kita yang berpendapat bahwa masalah jerawat hanyalah suatu fase yang akan berakhir atau sembuh dengan sendirinya. Sayangnya pendapat ini salah. Banyak masalah jerawat kronis yang tidak kunjung sembuh akibat penyebabnya tidak ditanggulangi.

Dibawah ini kami uraikan beberapa penyebab munculnya jerawat pada orang dewasa.

Hormon

Perubahan kadar hormon pada pria dan wanita akan meningkatkan kadar sebum, yaitu zat minyak yang diproduksi oleh kelenjar sebaceous kulit. Ketidakseimbangan hormon ini akan mengakibatkan munculnya jerawat pada dewasa.

Menstruasi, menopause, dan berhenti atau memulai penggunaan pil KB adalah tiga hal yang menyebabkan fluktuasi kadar hormon dalam tubuh yang pada akhirnya akan menyebabkan kemunculan jerawat.

Penyebab lain munculnya jerawat pada dewasa adalah karena ketidakseimbangan hormon akibat gizi buruk, miskin fungsi organ, dan proses tubuh kurang optimal seperti masalah produksi hormon yang dihasilkan oleh kelenjarnya masing-masing.

Kehamilan

Wanita hamil lebih rentan terkena jerawat pada trimester pertama kehamilan. Pergeseran hormon saat hamil akan menciptakan ketidakseimbangan yang menyebabkan munculnya jerawat. Namun dampak pergeseran hormon terhadap jerawat ini ternyata bisa berbeda-beda pada tiap wanita hamil.

Faktanya, sebagian wanita hamil lainnya malah mendapatkan kulit yang mulus dan bebas dari jerawat selama kehamilannya. Baca lebih lanjut Mengatasi Jerawat Pada Saat Hamil.

Kosmetik

Mungkin kasus jerawat karena penggunaan kosmetik cukup jarang terjadi, namun faktanya sebagian kosmetik (termasuk produk perawatan rambut) memang bisa menyebabkan jerawat. Dulu, produk-produk kosmetik banyak yang membuat jerawat semakin parah, hal ini mungkin karena dulu para pembuat kosmetik masih bereksperimen dengan berbagai macam bahan kimia. Sekarang tampaknya kosmetik sudah jauh lebih aman dan kasus jerawat karena kosmetik sudah cukup jarang terjadi. Namun, terlalu sering menggunakan kosmetik atau memakainya tidak sesuai aturan dapat menyebabkan jerawat.

Produk kosmetik sangat beragam, untuk menghindari risiko jerawat pilihlah produk kosmetik yang pada kemasannya tertera bebas minyak, noncomedogenic (artinya tidak menyumbat pori-pori) atau non-acnegenic (tidak menyebabkan jerawat).

Stres

Ilmuwan-ilmuwan di dunia telah banyak menghabiskan waktu dan dana untuk meneliti efek stres pada kulit, salah satunya pada jerawat. Hasilnya sebagian ahli dermatologi di abad 21 ini sepakat bahwa stres dapat mempengaruhi kesehatan kulit.

Penelitian menunjukkan bahwa sel-sel yang memproduksi sebum memiliki reseptor untuk hormon stres. Produksi hormon stres yang berlebih akan menyebabkan peningkatan sebum, yang ketika bercampur dengan sel-sel kulit mati dan bakteri akan menyumbat folikel rambut dan menyebabkan komedo dan jerawat.

Sindrom Ovarium Polikistik (SOP)

Sindrom ovarium polikistik merupakan suatu kondisi medis yang mana muncul kista-kista kecil di sekitar ovarium (rahim). SOP menjadi kekhawatiran umum wanita saat ini memiliki keterkaitan dengan keseimbangan hormon. SOP diyakini dapat menyebabkan kenaikan berat badan, infertilitas dan rambut wajah yang berlebihan (efeknya bervariasi pada tiap-tiap wanita). Selain itu, SOP juga diyakini menjadi penyebab jerawat pada wanita.

Obat-obatan

Jerawat pada orang dewasa juga bisa merupakan efek samping dari beberapa jenis obat. Beberapa jenis obat seperti lithium, anti kejang, dan kortikosteroid dapat menyebabkan jerawat. Jika saat ini Anda sedang mengonsumsi obat yang diresepkan dokter dan Anda mengira bahwa obat tersebutlah menyebabkan munculnya jerawat, maka jangan dulu menghentikan penggunaannya, namun segeralah minta pendapat dokter yang meresepkan.

Mengetahui penyebab jerawat sama pentingnya dengan pengobatan jerawat itu sendiri. Sia-sia berulang kali mengobati jerawat yang terus kambuh jika penyebabnya tidak dieliminasi. Dan perlu diketahui pula bahwa pengobatan jerawat pada remaja bisa berbeda pada orang dewasa, sebagian obat jerawat remaja malah mungkin dapat memperparah jerawat pada orang dewasa.