Dapatkah Obat-obatan Menyebabkan Kenaikan Berat Badan?

Monday, January 26, 2015
Obat-obatan

Penyebab utama kenaikan berat badan adalah karena terlalu banyak makan dan kurang berolahraga. Selain karena sebab tersebut, masih ada sebab lain seperti karena mengonsumsi suatu jenis obat. Obat tersebut dapat berupa obat yang dijual bebas maupun obat yang diresepkan oleh dokter.

Seberapa besar kenaikan berat badan karena obat dapat bervariasi, namun bisa saja mencapai setengah kilogram per minggu. Jika diet dan rutinitas olahraga Anda tidak berubah namun tetap mengalami kenaikan berat badan yang berarti, maka bisa jadi penyebabnya berasal dari obat yang Anda konsumsi.

Obat-obat yang menyebabkan kenaikan berat badan

Obat-obatan yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan biasanya memiliki efek meningkatkan nafsu makan, memperlambat metabolisme istirahat (resting metabolism), atau menyebabkan retensi cairan. Obat-obatan yang disinyalir paling sering menyebabkan kenaikan berat badan, antara lain:
Antidepresan
Antidepresan adalah obat yang digunakan untuk mengatasi depresi. Obat antidepresan yang telah digunakan sejak lama yaitu antidepresan tricyclic (TCA) terkenal meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kenaikan berat badan. Contoh obat TCA adalah amitriptyline (Elavil) dan nortriptyline (Pamelor).
Antihistamin 
Antihistamin sering digunakan untuk mengatasi alergi. Obat-obat antihistamin seperti cetirizine (Zyrtec) dan fexofenadine (Allegra) diketahui memiliki keterkaitan dengan kenaikan berat badan. Aktivitas antihistamin akan meningkatkan nafsu makan. Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2010 mengungkapkan tentang penggunaan antihistamin dan risiko obesitas. Pengguna cetirizine (Zyrtec) dan fexofenadine (Allegra) umumnya memiliki berat badan yang lebih besar secara signifikan.
Antipsikotik 
Antipsikotik digunakan dalam pengobatan gangguan jiwa. Beberapa jenis obat antipsikotik dapat menyebabkan kenaikan berat badan, contohnya olanzapine (Zyprexa), risperidone (Risperdal), dan clozapine (Clozaril). Obat-obat ini disinyalir memiliki aktivitas antihistamin dan juga memblokir serotonin, yang berkontribusi pada mekanisme penambahan berat badan.
Antihipertensi
Obat antihipertensi digunakan untuk mengatasi hipertensi atau darah tinggi. Obat antihipertensi kelas Beta Blocker diketahui dapat menaikkan berat badan. Contoh obat dari kelas ini adalah metoprolol (Lopressor) dan atenolol (Tenormin).
Kortikosteroid
Kortikosteroid oral dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Kortikosteroid oral digunakan untuk mengatasi asma atau kondisi peradangan seperti arthritis. Steroid dapat mempengaruhi tingkat metabolisme, dan menyebabkan peningkatan nafsu makan dan makan yang berlebihan. Contoh kortikosteroid oral adalah dexamethasone, prednisone, dan methylprednisolone. Sedangkan kortikosteroid injeksi (suntik) lokal dan kortikosteroid inhaler dianggap tidak memiliki keterkaitan dengan kenaikan berat badan.
Obat diabetes
Obat diabetes oral untuk diabetes tipe 2, seperti glyburide (DiaBeta) dan glipizide (Glucotrol), dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Obat-obat ini dapat meningkatkan produksi insulin yang akan menurunkan kadar gula darah, sehingga menyebabkan nafsu makan meningkat. Insulin injeksi juga dapat menyebabkan penambahan berat badan, hal ini karena periode gula darah yang rendah setelah diinjeksi insulin sehingga berefek meningkatkan nafsu makan. Obat lainnya yang digunakan dalam pengobatan diabetes tipe 2 yang dapat menyebabkan penambahan berat badan dan retensi cairan, antara lain pioglitazone (Actos) dan rosiglitazone (Avandia).
Obat kejang/mood stabilizers 
Asam valproat (Depakote, Depakene) digunakan untuk mengobati epilepsi (kejang), gangguan bipolar dan sebagai obat pencegahan untuk migrain. Lithium (Lithobid) yang digunakan untuk mengatasi gangguan mood, juga memiliki keterkaitan dengan kenaikan berat badan.
Selain obat-obatan di atas, pil KB yang dikonsumsi dalam waktu yang lama dan sering mengonsumsi obat-obatan untuk mengatasi mabuk perjalanan juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Risiko dan manfaat

Sebagian jenis obat akan membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Namun sebagian obat lainnya dapat memicu kenaikan berat badan dengan cepat bahkan sudah terasa dalam waktu satu minggu. Bertambahnya berat badan yang mengarah ke obesitas akan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Seseorang yang mengonsumsi suatu obat, di satu sisi, tubuhnya atau penyakitnya membutuhkan obat tersebut namun di sisi lain obat tersebut malah menyebabkan kenaikan berat badan.

Langkah-langkah proaktif

Apapun alasannya, berat badan dapat diturunkan dengan diet dan cukup berolahraga. Dan jangan pernah sekali-kali menghentikan penggunaan suatu obat tanpa sepengetahuan dokter karena khawatir akan kenaikan berat badan. Perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa jenis obat yang malah berdampak buruk jika dihentikan secara tiba-tiba. Obat-obat jenis ini harus dihentikan dengan secara bertahap menurunkan dosisnya. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai masalah ini, dokter mungkin akan menurunkan dosis obat tersebut, menggantinya atau mungkin mengkombinasikannya dengan obat lain untuk menurunkan risiko kenaikan berat badan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.