6 Cara Alami agar Terhindar dari Nyamuk

Wednesday, August 06, 2014
6 Cara Alami agar Terhindar dari Nyamuk

Selain dengungannya yang membuat telinga tidak nyaman, nyamuk akan menghisap darah dan meninggalkan bentol merah yang gatal pada kulit. Bentol tersebut memang bisa hilang dengan cepat, namun berhati-hatilah karena beberapa jenis nyamuk juga dapat menularkan beberapa penyakit mematikan, seperti demam berdarah dengue, malaria, chikungunya, dan filariasis (penyakit kaki gajah). Faktanya, kematian yang disebabkan oleh nyamuk lebih tinggi dari binatang lainnya, seperti ular, buaya atau harimau.

Bagaimana jika Anda terus diganggu nyamuk sepanjang waktu? Terlebih lagi bayi Anda yang belum bisa berbuat apa-apa? Dalam kondisi seperti ini, lotion dan semprot pengusir atau pembunuh nyamuk yang dijual di pasaran memang terlihat sebagai solusi yang menarik. Namun kita semua tahu bahwa lotion atau semprot nyamuk ini dibuat dari bahan kimia, dan efek menggunakannya dalam jangka panjang masih tidak jelas atau bahkan bisa berbahaya.

Kabar baiknya, ada banyak cara alami yang bisa Anda terapkan agar terhindar dari nyamuk. Setelah kami pertimbangkan, kami hanya memilih 6 dari sekian banyak cara alami untuk mengusir nyamuk. Yang mana cara ini kami pilih karena terbilang mudah dan dapat terus dilakukan. Berikut 6 cara alami agar terhindar dari nyamuk:

Gunakan minyak esensial lavender

Nyamuk tidak menyukai aroma lavender. Karena itu, gunakan minyak esensial lavender untuk menjauhkan nyamuk dari tubuh Anda. Caranya, tambahkan beberapa tetes minyak esensial levender ini ke pita atau kain, lalu ikatkan di sekitar jendela rumah yang terbuka. Nyamuk akan mencium aroma lavender, dan mencegahnya masuk kerumah.

Menanam tanaman pengusir nyamuk

Ada banyak jenis tanaman yang dapat mengusir nyamuk secara alami. Jika memungkinkan, tanamlah beberapa tanaman pengusir nyamuk untuk menjaga agar nyamuk jauh dari rumah. Yang lebih efektif lagi, taruh beberapa tanaman pengusir nyamuk ini di dalam rumah. Tanaman yang dimaksud antara lain serai wangi, marigold, geranium, kemangi, lavender, zodia dan rosemary.

Baca juga: 4 Tanaman Anti Nyamuk (Ampuh)

Jangan ada genangan air

Nyamuk sangat tertarik pada air yang tergenang, karena sebagai media tempatnya bertelur. Semua bentuk genangan air, seperti wadah minum hewan peliharaan, vas bunga, parit, kolam renang, kaleng dan botol dapat nyamuk jadikan sebagai tempat berkembang biak. Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah Anda. Terkadang sebuah rumah dikelilingi oleh parit (walaupun kecil), rumah seperti ini biasanya banyak nyamuk. Maka pastikan air parit mengalir dan rutinlah membersihkannya agar kotoran tidak menumpuk di dasar parit.

Jangan biarkan rumput tumbuh tinggi

Rumput di halaman rumah yang panjang dan semak akan menjadi tempat tinggal nyamuk. Tergantung jenis rumputnya, waktu pemotongan bisa berbeda-beda, bisa kurang dari 1 bulan dan ada pula yang lebih. Namun sebagai patokan, rumput sekitar rumah Anda sebaiknya dipotong apabila sinar matahari tidak lagi mencapai dasar rumput.

Kenakan pakaian berwarna terang

Nyamuk tertarik pada pakaian yang berwarna gelap, karena nyamuk akan melihatnya seperti bulu gelap hewan yang biasa dihinggapinya. Kenakan pakaian yang berwarna terang atau cerah agar nyamuk tidak tertarik pada Anda.

Hindari parfum aroma bunga

Nyamuk juga tertarik pada nektar bunga. Jadi secara alami, nyamuk akan tertarik ketika Anda menggunakan parfum beraroma bunga. Hindari parfum beraroma bunga agar Anda terhindar dari nyamuk.

Satu hal, hindari penggunaan raket nyamuk elektrik (setrum), hal ini tidak akan menjadikan rumah Anda bebas nyamuk, yang ada hanyalah membuang-buang waktu meskipun banyak orang yang senang melakukannya. Lagi pula membunuh binatang (termasuk nyamuk) dengan cara seperti ini (di strum/dibakar) adalah cara yang tidak pantas dan bangkainya akan mengotori rumah. Mencegah nyamuk masuk ke rumah tentu lebih baik daripada membunuh nyamuk yang masuk ke rumah, bukan? Tunggu apa lagi, terapkan 6 cara alami agar terhindar dari nyamuk diatas.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.