Prosedur dan Komplikasi dari Tes Alergi

Saturday, April 19, 2014
Test patch

Pada sebagian orang, beberapa jenis zat dapat menyebabkan reaksi alergi. Tes alergi adalah suatu prosedur guna menentukan atau mengetahui zat tertentu apa saja yang bisa menjadi pemicu alergi, zat ini disebut sebagai alergen. Prosedur pengujian atau tes alergi tergantung pada jenis alergi seseorang, tapi tes yang umumnya dilakukan, antara lain: tes pada kulit, tes darah, dan seleksi makanan dalam diet.

Gejala yang berhubungan dengan alergi


Gejala-gejala di bawah ini terkait atau bisa mengindikasikan Anda terkena alergi, antara lain:
  • Ruam kulit - seperti eksim (dermatitis atopik) atau gatal-gatal/kaligata (urtikaria)
  • Pembengkakan - atau angioedema
  • Bersin-bersin dan pilek - atau rhinitis alergi (sindrom hay fever)
  • Mata merah, gatal dan berair - atau konjungtivitis alergi
  • Asma
  • Mual dan muntah
  • Shock anafilaksis - ini merupakan reaksi alergi yang serius yang menyebabkan masalah pada pernapasan. Shock anafilaksis bisa berakibat fatal.
Sebelum tes alergi dilaksanakan, dokter dan Anda akan mendiskusikan beberapa hal, antara lain:
  • Riwayat kesehatan Anda
  • Gejala dan kapan terjadinya
  • Kemungkinan zat pemicu alergi
  • Ketika alergi terjadi, obat apa atau apa yang Anda lakukan yang bisa atau tidak bisa mengatasi reaksinya.

Prosedur tes alergi


Salah satu atau beberapa jenis tes alergi mungkin akan dilaksanakan guna mengetahui zat-zat apa yang menjadi pemicu alergi bagi Anda. Tes-tes ini antara lain:
  • Tes tusuk kulit - alergen yang ditentukan diterapkan pada lengan dengan pipet, dan selanjutnya kulit ditusuk dengan jarum. Apabila dalam 20 menit kulit menunjukkan reaksi kemerahan atau mungkin gatal, maka hasilnya positif.
  • Allergen-specific IgE blood tests (RAST) – tes darah ini akan dilakukan apabila hasil tes tusuk kulit masih meragukan. Sampel darah pasien akan diambil dan tingkat imunoglobulin  (memiliki keterkaitan dengan alergi) akan diukur di laboratorium. Hasil tes ini bisa memakan waktu hingga satu minggu.
  • Seleksi diet - seleksi dalam diet diterapkan guna memilah-milah makanan apa yang menyebabkan reaksi alergi. Proses ini biasanya memerlukan waktu beberapa minggu dan dilakukan dengan menghindari makanan yang diidentifikasi sebagai penyebab umum alergi. Proses ini hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan medis dan makanan dimakan sudah ditentukan.
  • Uji patch - pengujian ini paling sering dilakukan untuk menyelidiki dermatitis kontak. Pemicunya yang paling umum, antara lain: wewangian (misalnya sabun, parfum, lotion), nikel (perhiasan, gesper, koin) dan krom (pada bahan kulit dan semen bangunan). Tes patch akan diterapkan di kulit dengan strip perekat (lihat gambar atas). Selanjutnya daerah ini akan diperiksa setelah dua atau empat hari. Hasil positif menunjukan pada lokasi tersebut kulit kemerahan atau lecet.
Satu hal yang perlu dipertimbangkan, reaksi palsu mungkin bisa terjadi dalam tes-tes diatas, sehingga hasil masih perlu diidentifikasi/dinilai atau mungkin dicocokkan dengan gejala klinis alergi Anda. Setelah alergen diketahui, seterusnya Anda harus menghindarinya.

Kemungkinan komplikasi tes alergi


Sebagian orang dengan alergi akan mengalami reaksi yang parah bila terkena alergen tertentu. Sebagai contoh, infiltrat merah yang digunakan dalam tes kulit bisa menimbulkan rasa sakit, peradangan dan iritasi.

Beberapa reaksi lainnya seperti shock anafilaksis, bahkan berpotensi mengancam nyawa. Jadi tes alergi tidak boleh dilakukan oleh petugas sembarangan, harus dilakukan seorang yang ahli atau profesional kesehatan yang berkualitas yang mampu mengantisipasi dan mengobati reaksi alergi atau kemungkinan-kemungkinan terburuk lainnya yang mungkin terjadi pada Anda setelah tes alergi.

Keberadaan tes-tes alergi lainnya


Sejumlah tes alergi lainnya banyak dipromosikan atau diiklankan yang katanya bisa mendiagnosa alergi. Tes tersebut antara lain: tes sitotoksik makanan, tes vega, tes Bioelectrical, analisis rambut, tes nadi dan kinesiologi. Tes-tes ini sebenarnya belum divalidasi secara ilmiah dan hasilnya tidak boleh dijadikan acuan untuk menegakkan diagnosa atau pengobatan alergi.

Ingat, reaksi tubuh terhadap alergen bisa mengancam jiwa, jadi jenis dan tes alergi harus dilakukan di bawah pengawasan medis yang profesional.

Prospek jangka panjang


Tes alergi akan membantu seseorang untuk menemukan bahan pencetus alergi yang memicu gejala alergi.

Dalam beberapa kasus alergi, seorang ahli alergi mungkin akan menawarkan terapi imunoterapi. Yang mana dalam imunoterapi, level untuk terkena alergi pada pasien akan ditingkatkan sehingga bila pasien itu terkena alergen dalam jumlah normal (jumlah sebelumnya yang bisa menyebabkan alergi) maka si pasien tidak akan alergi lagi atau minimal gejalanya akan berkurang. Imunoterapi harus dilakukan dan diawasi dengan ketat oleh ahli imunoterapi.

Pengobatan lain untuk alergi


Beberapa pengobatan lain untuk alergi, antara lain:
  • Dengan menghindari alergen
  • Mengonsumi obat untuk mengobati gejalanya, termasuk obat over-the-counter dari bahan kimia (termasuk semprot hidung kortikosteroid atau antihistamin)
  • Menggunakan kortikosteroid dan obat lain yang diresepkan oleh dokter untuk membantu mengatasi gejala.
Gambar tes patch: ibsfoodallergy.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.