Penyebab dan Pengobatan Kaligata (Urtikaria)

Monday, March 17, 2014
Kaligata

Kaligata atau biduran dikenal dalam dunia medis sebagai urtikaria, merupakan ruam kulit yang ditandai dengan ruam-ruam merah pada kulit dan gatal. Ruam merah ini ukurannya bisa bervariasi, dari yang relatif kecil bahkan besar sebesar piring makan. Kaligata merupakan reaksi dari alergi, yang berarti sistem kekebalan tubuh seseorang itu merespon zat yang dianggapnya beracun. Diperkirakan bahwa setiap satu dari enam orang setidaknya akan mengalami satu kali serangan kaligata di beberapa titik sepanjang hidup mereka.

Pemicu kaligata yang paling umum adalah infeksi, obat-obatan, sengatan serangga dan makanan. Gangguan kesehatan lainnya seperti lupus eritematosus atau masalah pada kelenjar tiroid, juga dapat menyebabkan serangan kaligata pada orang yang rentan. Dewasa ini, menggunakan obat-obatan dan menghindari zat pemicu alergi (alergen) merupakan langkah populer untuk mengatasi kaligata.

Gejala kaligata

Gejala kaligata meliputi:
  • Muncul ruam melingkar dan terlihat seperti bekas gigitan nyamuk.
  • Ruam berwarna merah pada tepi luar dan berwarna putih di tengahnya.
  • Gatal dan seringkali terasa panas.
  • Ruam muncul dalam bentuk tunggal atau kelompok.
Jika ruam muncul berlebihan pada kelopak mata, bibir, alat kelamin atau jika mengakibatkan kesulitan bernapas atau menelan harus segera meminta pertolongan medis.

Penyebab kaligata

Kaligata umumnya terjadi ketika tubuh melepaskan zat kimia yang disebut histamin. Histamin dilepaskan sebagai respon tubuh terhadap alergi. Dari sepertiga kasus kaligata, penyebabnya tidak diketahui. Namun beberapa pemicu alergi (alergen) diyakini menjadi penyebabnya, yaitu:
  • Makanan - seperti kerang dan makanan laut lainnya, susu, telur, kacang-kacangan, coklat, keju, tomat, produk olahan kedelai dan stroberi.
  • Obat-obatan - seperti antibiotik, aspirin dan kodein.
  • Infeksi - termasuk infeksi oleh bakteri, virus atau parasit.
  • Jenis tanaman tertentu (getah, daun dll).
  • Suhu dingin.
  • Sinar matahari atau panas.
  • Berolahraga dan berkeringat.
  • Sengatan lebah dan serangga beracun lainnya.
  • Kondisi kesehatan lain - seperti lupus eritematosus sistemik, rubella, gangguan tiroid, radang pembuluh darah (vaskulitis) dan hepatitis.
  • Stres emosional.

Diagnosis kaligata

Kaligata mirip dengan reaksi gigitan serangga atau beberapa jenis ruam kulit lain, sehingga acapkali keliru. Metode Diagnosis dapat mencakup:
  • Riwayat medis.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Tes darah.
  • Tes alergi, seperti tes tusuk kulit.
  • Diet eliminasi, di bawah pengawasan medis, untuk mengidentifikasi makanan apa yang dicurigai sebagai alergen.
Ada baiknya bagi Anda untuk langsung mengunjungi dokter spesialis kulit atau alergi bila kaligata sudah menjadi masalah serius.

Pengobatan kaligata

Dalam banyak kasus, kaligata akut akan hilang sendiri dalam beberapa jam atau hari tanpa pengobatan. Namun kaligata juga dapat terus berlangsung dalam berminggu-minggu, atau sering kambuh. Kasus kaligata yang kronis seringkali sukar untuk diobati.

Cara terbaik untuk mengobati kaligata adalah dengan menemukan penyebabnya dan kemudian menghindarinya. Pengobatan untuk kaligata parah atau kambuhan antara lain:
  • Obat-obatan, seperti antihistamin (CTM) dan kortikosteroid (Dexamethasone atau Prednisone), untuk mengurangi respon sistem kekebalan tubuh.
  • Menghindari pemicu yang dikenal.
  • Menghindari faktor-faktor yang memperburuk kondisi - seperti kondisi panas (termasuk sinar matahari dan mandi air panas) dan dingin.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.