Penyebab dan Mitos Seputar Jerawat

Jerawat

Jerawat biasanya muncul selama masa pubertas, tetapi ada juga yang terjadi pada orang dewasa. Sebagian besar remaja terkena dengan bentuk yang beragam, dan ada banyak pula mitos tentang penyebabnya. Berikut adalah penyebab dan fakta seputar jerawat.

Jerawat merupakan benjolan menyakitkan pada kulit. Jerawat paling umum muncul di wajah, tetapi bisa juga muncul di punggung, bahu dan bokong. Jerawat yang parah dapat menyebabkan jaringan parut.

Apa penyebab jerawat?

Penyebab jerawat hingga kini terus diteliti oleh para ilmuwan, tetapi bahkan setelah beberapa dekade penelitian belum juga ditemukan jawaban pastinya. Tampaknya genetik atau faktor keturunan memiliki pengaruh paling kuat pada apakah seseorang akan jerawat atau tidak, atau seberapa parahnya. Ini bisa terjadi karena kulit bereaksi terhadap perubahan hormon.

Kulit mengandung kelenjar sebasea (minyak) yang secara alami melepaskan sebum, zat berminyak yang membantu melindunginya. Selama pubertas, perubahan kadar hormon testosteron dapat menyebabkan perubahan pada produksi sebum. Ini terjadi baik pada remaja laki-laki dan perempuan.

Sebum dapat menyumbat folikel rambut. Ketika sel-sel kulit mati bercampur dengan sumbatan, maka akan mengarah pada pembentukan bintik jerawat. Lalu bakteri di kulit berkembang biak, yang kemudian menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan (peradangan) di bawah penyumbatan. Kondisi inilah yang disebut sebagai jerawat.

Jerawat akan semakin parah apabila dalam kondisi:
  • stress
  • diet buruk
  • kelebihan berat badan
  • kurang berolahraga
  • sedang hamil
  • memiliki sindrom ovarium polikistik.

Usahakan untuk tidak memencet bintik-bintik jerawat karena dapat menyebabkan peradangan dan jaringan parut.  Bintik jerawat pada pada akhirnya akan hilang dengan sendirinya, tetapi mungkin akan membuat warna kulit menjadi kemerahan selama beberapa minggu atau bulan setelahnya.

Untuk perawatan jerawat, bersihkan kulit dengan lembut dengan pembersih ringan dan gunakan pelembab bebas minyak.

Mitos seputar jerawat

Beberapa mitos tentang apa yang menyebabkan jerawat dijelaskan di bawah ini.

Makanan

Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan dengan Indeks Glikemik (GI) rendah dan mengurangi makanan olahan dapat membantu mengatasi jerawat. Tetapi ingat mengubah apa yang Anda makan bukan berarti akan membawa perubahan besar pada jerawat. Perawatan medis tetap menjadi cara utama untuk mengatasi jerawat yang parah.

Jika Anda merasa bahwa jerawat Anda tambah parah setelah mengonsumsi makanan tertentu, hentikan dulu dari mengonsumsinya dan lihat apa yang terjadi.

Higiene yang buruk

Sebagian orang meyakini bahwa jerawat disebabkan oleh higiene pribadi yang buruk, ini tidaklah benar. Jika Anda akan terkena jerawat, Anda akan tetap terkena tidak peduli berapa kali Anda membersihkan kulit. Malah, terlalu banyak membersihkan kulit dapat memperburuk kondisi jerawat karena membuang minyak pelindung di kulit.

Make-up

Ada juga mitos bahwa memakai make-up dapat menyebabkan bintik-bintik, tetapi tidak ada bukti bahwa ini adalah penyebabnya. Semakin sedikit Anda menyentuh kulit, semakin sedikit bakteri akan menyebar ke kulit. Jika Anda memakai make-up, cuci tangan sebelum memakainya dan selalu menghapusnya sebelum tidur.

Article Resources
  • Magin, P. et al (A systematic review of the evidence for ‘myths and misconceptions’ in acne management: diet, face-washing and sunlight (2005))NHS Choices (Dealing with acne), Smith E., Grindlay, D., Williams, H., (What’s new in acne? An analysis of systematic reviews published in 2009–2010 (2011)) via https://www.healthdirect.gov.au/acne