Apnea pada Bayi Prematur (Apnea Prematuritas)

Wednesday, May 23, 2018
Bayi prematur

Apnea prematuritas adalah jeda pernapasan pada bayi prematur. Apnea lazim dialami oleh bayi prematur.

Ciri apnea prematuritas

Apnea prematuritas haruslah memiliki satu atau lebih ciri-ciri berikut ini:
  • Bayi berhenti bernapas lebih dari 15-20 detik
  • Menyebabkan warna kulit bayi berubah menjadi biru, ungu atau pucat
  • Pada saat yang sama detak jantung juga melambat.

Mengapa bayi prematur mengalami apnea?

Apnea terjadi karena pusat pernapasan bayi prematur yang berada di otaknya belum sempurna sehingga pusat pernapasan tersebut terkadang lupa mengirimkan pesan teratur untuk bernapas.

Apakah apnea prematuritas akan sembuh?

Dengan bertambahnya usia bayi, pusat pernapasannya akan terus berkembang dan pernapasan mereka akan bertambah teratur.

Waktunya kesembuhannya akan berbeda-beda pada tiap-tiap bayi. Biasanya apnea prematuritas akan lebih ringan atau bahkan hilang pada saat mendekati tanggal semestinya mereka dilahirkan atau HPL.

Apakah semua apnea disebabkan prematuritas?

Tidak. Apnea prematuritas adalah penyebab yang paling lazim untuk apnea pada bayi prematur. Penyebab lainnya termasuk infeksi, kadar gula darah rendah, masalah yang terkait dengan jantung, kejang-kejang, suhu badan tinggi atau rendah, cedera otak atau kadar oksigen tidak memadai.

Apakah apnea prematuritas dapat menyebabkan kerusakan otak?

Tidak. Kadar oksigen rendah atau detak jantung rendah selama periode apnea yang singkat tidak menyebabkan kerusakan otak. Itulah sebabnya bayi harus diawasi dengan intensif.

Tanda bahaya apnea di rumah sakit?

Laju pernapasan bayi akan selalu diawasi oleh petugas jika ia memiliki risiko menderita apnea. Tanda bahaya akan berbunyi jika bayi berhenti bernapas selama beberapa detik yang ditentukan. Ketika tanda bahaya berbunyi, perawat akan mengawasi bayi untuk memeriksa apakah bayi sedang bernapas.

Jika bayi tidak bernapas atau terjadi perubahan pada warna kulitnya atau detak jantungnya melambat, perawat akan menstimulasi bayi untuk mengingatkannya untuk bernapas. Perawat mungkin akan memberikan bayi oksigen tambahan. Jika bayi tetap tidak bernapas perawat mungkin perlu memberikan bayi beberapa hela napas dengan masker khusus atau beberapa hela napas tambahan pada ventilator mekanis.

Tanda bahaya palsu mungkin berbunyi sewaktu tubuh bayi bergerak. Perawat dapat mengetahui apakah tanda bahaya itu asli atau palsu dengan dengan memeriksa bayi.

Bagaimana cara mengobati apnea?

Apnea pada bayi dapat diobati dengan salah satu atau lebih perawatan di bawah ini:
  • Obat perangsang pernapasan. Kafein adalah obat yang paling umum dipakai untuk ini.
  • Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) atau tekanan positif berkelanjutan pada saluran napas. Maksudnya adalah udara atau oksigen yang dimasukkan dengan tekanan melalui selang-selang kecil yang dimasukkan ke dalam hidung bayi.
  • Ventilasi mekanis (alat pernapasan). Ini adalah untuk apnea parah ketika bayi memerlukan bantuan tambahan untuk bernapas. Napas ini mungkin diberikan selama selang waktu yang teratur atau hanya kalau apnea terjadi lagi. Dokter perlu memasukkan selang ke dalam paru-paru bayi untuk prosedur ini.

Apakah bayi harus tetap berada di rumah sakit sampai apnea-nya benar-benar hilang?

Sebagian bayi mungkin diperbolehkan untuk pulang sebelum apneanya hilang. Bayi seperti ini mungkin dapat menjalani pemantauan apnea di rumah.

Article Resources
  • "Apnoea of prematurity." Multicultural Health Communication Service, NSW Goverment, Australia

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer