Suntikan Steroid (Dosis Rendah untuk Pengobatan)

Wednesday, April 04, 2018
Advertisement
Suntikan steroid

Suntikan steroid juga dikenal sebagai suntikan kortikosteroid atau kortison. Kortikosteroid adalah jenis obat anti-inflamasi yang secara luas digunakan untuk mengobati berbagai macam kondisi kesehatan. Pembahasan ini adalah tentang suntik steroid dosis rendah yang diberikan beberapa kali setahun.

Suntikan steroid digunakan untuk mengobati nyeri pada sendi dan jaringan lunak (otot, tendon, dan ligamen), termasuk nyeri yang disebabkan peradangan. Suntikan steroid juga digunakan untuk mengatasi beberapa masalah pada saraf.

Kegunaan suntikan steroid

Kondisi yang biasanya diobati dengan suntikan steroid, antara lain:
  • Bursitis - peradangan pada kantong pelumas di sekitar sendi
  • Sindrom carpal tunnel - kondisi yang menyebabkan mati rasa, geli, kelemahan, dan nyeri di tangan
  • Osteoarthritis - kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak
  • Rheumatoid arthritis - peradangan kronis pada sendi yang menyebabkan rasa sakit, bengkak dan kaku pada sendi (misalnya sendi kaki dan tangan)
  • Tennis elbow - rasa sakit yang muncul pada siku bagian luar
  • Trigger finger - rasa nyeri atau kaku ketika meluruskan atau menekuk jari. 

Suntikan steroid akan berfungsi sebagai pereda nyeri untuk beberapa bulan meskipun umumnya tidak menyembuhkan masalahnya. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa suntikan steroid dapat memperparah masalahnya.

Cara kerja suntikan steroid

Suntikan steroid adalah menyuntikkan obat anti-inflamasi yang kuat langsung ke area nyeri. Steroid mungkin butuh waktu hingga beberapa hari untuk bekerja, tetapi hasilnya akan membantu mengatasi nyeri untuk dua bulan atau bahkan lebih.

Suntikan steroid biasanya diberikan oleh dokter spesialis. Contoh obat steroid antara lain: hidrokortison, triamsinolon dan metilprednisolon.

Para ahli kesehatan menyarankan agar tidak melakukan suntik steroid tiga atau empat kali pada sendi dalam setahun, dan interval suntikan harus berjarak setidaknya enam minggu.

Yang dirasakan saat suntik steroid

Suntikan akan langsung masuk ke otot, sendi, atau jaringan lunak. Anestesi (bius) lokal dapat dikombinasikan dengan steroid sehingga area yang disuntik akan mati rasa. Suntikan pada sendi biasanya tidak terlalu menyakitkan jika jarum mudah masuk ruang sendi. Suntikan pada siku dan kaki biasanya lebih terasa sakit.

Suntikan steroid umumnya sangat aman.

Pasca suntik steroid

Anestesi lokal akan hilang dalam beberapa jam, dan area penyuntikan mungkin akan terasa nyeri selama satu sampai tiga hari. Kompres dingin dapat digunakan untuk meredakan rasa nyerinya, parasetamol adakalanya dibutuhkan. Dokter bisa saja meresepkan obat penghilang rasa sakit atau anti-inflamasi lainnya untuk dikonsumsi sementara menunggu efek obat steroid.

Jika area yang disuntik steroid adalah pada sendi yang menahan beban, maka sendi tersebut harus banyak diistirahatkan di hari pertama dan kedua, atau hindari pekerjaan-pekerjaan berat.

Kemungkinan efek samping suntikan steroid

Suntikan steroid telah digunakan secara luas selama puluhan tahun dan para ahli telah memahami manfaat dan risikonya. Di masa lalu, dosis suntikan steroid yang digunakan besar karena penyuntikan tidak langsung dilakukan di area yang bermasalah. Sedangkan saat ini dosis yang digunakan lebih rendah karena disuntikkan langsung ke area yang bermasalah, sehingga efek sampingnya sangat minim.

Umumnya, tidak ada efek samping yang terjadi pasca suntik steroid, namun ada juga sebagian kecil yang mengalami reaksi ringan, seperti:
  • Memar di lokasi penyuntikan. Memar akan hilang dengan sendirinya.
  • Pendarahan di lokasi penyuntikan. Tekan dengan kapas atau tisu untuk mengatasinya.
  • Suntikan di dekat kulit dapat meninggalkan area yang pucat. Ini akan memudar dan tidak menyakitkan.
  • Mungkin muncul spider veins atau pembuluh darah yang tampak di sekitar lokasi penyuntikan. Ini bersifat sementara.
  • Sejumlah kecil steroid mungkin akan diserap dari lokasi penyuntikan dan disebarkan ke seluruh tubuh. Ini bisa membuat wajah memerah, yang bisa bertahan selama satu atau dua hari.
  • Mungkin terjadi peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes. Kadar gula darah harus dimonitor selama beberapa hari pasca penyuntikan.

Efek samping serius suntikan steroid

Setiap tindakan medis selalu memiliki risiko, tapi efek samping suntik steroid yang serius sangat jarang terjadi.

Infeksi sendi

Infeksi sendi merupakan kondisi yang serius, tapi kurang umum terjadi setelah penyuntikan. Jika rasa sakit pada area yang disuntik makin parah (misalnya semakin nyeri atau panas) selama lebih dari 48 jam atau kurang, segera hubungi dokter.

Kerusakan tulang rawan dan tendon

Suntikan yang sering dapat menyebabkan kerusakan kartilago, terutama pada sendi yang menahan beban seperti sendi lutut. Suntikan jarang dilakukan pada tendon besar, seperti tendon Achilles. Hal ini karena steroid dapat melemahkan tendon dan meningkatkan risiko ruptur.

Kerusakan saraf

Ada risiko suntikan steroid masuk ke saraf dekat lokasi penyuntikan dan membuat saraf layu dan mati.

Efek pada seluruh tubuh

Tubuh akan menyerap steroid dari lokasi penyuntikan dan disebarkan ke seluruh tubuh. Obat steroid dapat menyebabkan masalah pada sistem kekebalan tubuh, tulang, otot, dan kulit, Namun, hal ini mungkin tidak akan terjadi pada suntikan steroid karena dosisnya yang rendah.

Article Resources
  • https://www.healthinfo.org.nz/index.htm?Steroid-injections_1.htm
  • https://www.nhs.uk/conditions/steroid-injections/
  • Beberapa sumber lainnya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer