Sakit Perut : Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Wednesday, March 21, 2018
Sakit perut

Setiap orang pernah mengalami sakit perut. Sakit perut bisa bersifat ringan atau berat, datang dan pergi atau terus menerus. Perut adalah rumah dari banyak organ, seperti lambung, hati, pankreas, usus kecil dan besar, dan organ reproduksi. Juga ada pembuluh darah besar di perut.

Penyebab sakit perut bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Namun, sebagian besar sakit perut tidaklah berbahaya dan dapat diatasi tanpa operasi.

Gejala sakit perut

Jenis rasa sakit pada sakit perut sangat bervariasi. Ketika sakit perut terjadi, yang mungkin dirasakan adalah:
  • Rasa tajam, tumpul, ditusuk-tusuk, kram, atau melilit.
  • Lama sakitnya singkat, datang dan pergi seperti gelombang, atau juga bisa konstan.
  • Membuat penderitanya muntah.
  • Membuat ingin tetap diam atau bahkan membuat gelisah sehingga penderitanya mencari-cari posisi yang tepat agar merasa nyaman.
  • Bervariasi, mulai dari yang ringan hingga yang membutuhkan operasi.

Nyeri perut akut terjadi selama beberapa jam hingga beberapa hari. Sedangkan nyeri perut kronis biasanya intermitten, atau episodik, yang berarti mungkin datang dan pergi. Jenis rasa sakit ini bisa hadir selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan, atau bahkan hingga bertahun-tahun.

Penyebab sakit perut

Sakit perut bisa disebabkan berbagai potensi penyebab. Penyebab-penyebab sakit perut yang umum seperti kembung, gangguan pencernaan atau otot yang tertarik biasanya bukan hal yang serius. Namun, beberapa kondisi lain yang menjadi penyebabnya, seperti radang usus buntu, batu empedu, tukak, infeksi dan masalah dengan kehamilan, harus segera mendapatkan penanganan medis.

Sakit perut akut

Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan sakit perut akut biasanya disertai dengan gejala lain dan terjadi selama berjam-jam hingga berhari-hari. Penyebabnya mulai dari yang ringan yang tidak memerlukan pengobatan hingga yang membutuhkan penanganan medis segera.

Penyebab sakit perut akut antara lain:
  • Aneurisma aorta perut (penonjolan /pelebaran aorta perut)
  • Radang usus buntu
  • Cholangitis (radang saluran empedu)
  • Cholecystitis (radang kandung empedu)
  • Sistitis (radang kandung kemih)
  • Ketoasidosis diabetik (tingginya kadar asam darah yang disebut keton)
  • Divertikulitis (radang divertikula dalam saluran pencernaan)
  • Duodenitis (radang duodenum, bagian pertama usus kecil)
  • Kehamilan ektopik (kehamilan di luar rahim)
  • Impaksi feses (tinja yang tidak bisa dieliminasi)
  • Serangan jantung
  • Cedera
  • Obstruksi usus
  • Intususepsi (usus terlipat dan menyusup ke bagian usus lain pada anak-anak)
  • Pielonefritis (radang ginjal)
  • Batu ginjal
  • Abses hati (kantong berisi nanah di hati)
  • Iskemia mesenterika (penurunan aliran darah ke usus)
  • Limfadenitis mesenterika (pembengkakan kelenjar getah bening di lipatan membran yang menahan organ perut di tempat)
  • Trombosis mesenterika (bekuan darah di pembuluh darah membawa darah dari usus)
  • Pankreatitis (radang pankreas)
  • Perikarditis (radang jaringan di sekitar jantung)
  • Peritonitis (radang pada lapisan perut)
  • Pleurisy (radang selaput yang mengelilingi paru-paru)
  • Pneumonia
  • Infark paru (hilangnya aliran darah ke paru-paru)
  • Limpa pecah
  • Salpingitis (radang saluran tuba)
  • Sclerosing mesenteritis (menyebabkan usus halus tersumbat)
  • Shingles (herpes zoster)
  • Infeksi limpa
  • Abses limpa (kantong berisi nanah di limpa)
  • Robek usus besar
  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Viral gastroenteritis (flu perut).

Sakit perut kronis (intermiten atau episodik)

Penyebab spesifik sakit perut kronis sering sulit ditentukan. Gejalanya bisa berkisar dari yang ringan hingga berat, datang dan pergi, tapi belum tentu akan semakin parah kedepannya.

Kondisi yang dapat menyebabkan sakit perut kronis meliputi:
  • Angina (kurang aliran darah ke jantung)
  • Penyakit seliaka (menyebabkan kerusakan usus kecil)
  • Endometriosis (jaringan rahim berada di luar rahim)
  • Batu empedu
  • Gastritis (radang pada lapisan lambung)
  • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)
  • Hernia hiatal
  • Hernia inguinal
  • Sindrom iritasi usus
  • Mittelschmerz (nyeri yang terkait dengan ovulasi)
  • Sakit perut non ulcer
  • Kista ovarium
  • Penyakit radang panggul (PID)Pelvic inflammatory disease (PID) - infeksi pada organ reproduksi wanita
  • Bisul perut
  • Anemia sel sabit
  • Otot perut tegang atau tertarik
  • Kolitis ulserativa (sejenis penyakit radang usus).

Sakit perut progresif

Sakit perut progresif adalah sakit perut yang terus memburuk seiring waktu, sering disertai dengan perkembangan gejala lainnya, biasanya serius.

Penyebab sakit perut progresif meliputi:
  • Kanker
  • Penyakit Crohn (sejenis penyakit radang usus)
  • Limpa yang membesar (splenomegali)
  • Kanker kandung empedu
  • Hepatitis (radang hati)
  • Kanker ginjal
  • Keracunan timbal
  • Kanker hati
  • Limfoma non-Hodgkin
  • Kanker pankreas
  • Kanker perut
  • Tubo-ovarian abscess (kantong bernanah nanah yang melibatkan tuba fallopi dan ovarium)
  • Uremia (penumpukan limbah dalam darah).

Diagnosis sakit perut

Lokasi, waktu. dan pola sakit perut yang dialami dapat memberikan petunjuk penting untuk menentukan penyebabnya. Sebagian besar sakit perut bukan disebabkan oleh kondisi-kondisi serius. Namun, jika diperlukan pemeriksaan khusus, maka yang dilakukan mungkin:
  • Pemeriksaan dubur
  • Pemeriksaan penis dan skrotum (pria)
  • Pemeriksaan panggul untuk memeriksa rahim, saluran telur, indung telur, dan tes kehamilan (wanita)
  • Tes darah untuk melihat keberadaan infeksi (yang menyebabkan peningkatan jumlah sel darah putih) atau perdarahan (yang menyebabkan hb rendah)
  • Tes darah lainnya untuk melihat enzim hati, pankreas dan jantung untuk memilah organ mana yang mungkin terlibat
  • Tes urin untuk mencari infeksi atau darah (jika ada batu ginjal)
  • ECG untuk menyingkirkan kemungkinan serangan jantung
  • Tes lainnya seperti x-ray, USG atau CT scan
  • Endoskopi.

Pengobatan

Pengobatan untuk sakit perut tergantung dari penyebabnya, bisa berupa obat-obatan untuk pereda nyeri atau antibiotik, pemberian cairan, hingga operasi. Tapi, sakit perut pada umumnya sudah bisa diatasi dengan obat-obat bebas atau bahkan tidak memerlukan obat-obatan sama sekali.

Sebagian besar sakit perut hilang tanpa pengobatan khusus. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat meringankan sakit perut:
  • Meletakkan botol air panas di perut
  • Berendam di air hangat
  • Minum cairan
  • Menghindari minum kopi dan alkohol
  • Memakan makanan lunak
  • Istirahat yang banyak.

Beberapa jenis obat bebas seperti parasetamol atau antasid boleh digunakan untuk beberapa jenis sakit perut.

Gawat darurat sakit perut

Segera ke dokter jika sakit perut Anda parah atau berhubungan dengan:
  • Trauma, seperti kecelakaan atau cedera
  • Rasa tertekan atau nyeri di dada

Segera ke fasilitas gawat darurat jika disertai gejala yang mengkhawatirkan lainnya, meliputi:
  • Rasa sakitnya hebat atau berlangsung beberapa jam
  • Perdarahan vagina jika hamil
  • Rasa sakit di skrotum pada pria
  • Demam dan berkeringat
  • Tinja atau urin berdarah
  • Tidak bisa BAB atau BAK
  • Muntah darah
  • Mual dan muntah terus menerus dan sesak napas
  • Berat badan turun
  • Rasa sakitnya menyebar ke dada, leher, dan bahu
  • Kulit tampak kuning
  • Perut sangat lembut ketika disentuh
  • Perut bengkak.

Article Resources
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/abdominal-pain/basics/definition/sym-20050728
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/abdominal-pain-in-adults

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer