Vitamin K: Manfaat dan Sumbernya

Thursday, January 25, 2018
Vitamin K

Vitamin K adalah suatu kelompok senyawa vitamin larut lemak yang berperan dalam pembekuan darah, metabolisme tulang, dan pengaturan kalsium dalam darah. Kelompok senyawa vitamin K adalah piloquinon (K1), menaquinon (K2), dan menadion (K3). Namun, yang terpenting adalah piloquinon (K1) dan menaquinon (K2).

Tubuh membutuhkan vitamin K untuk memproduksi protrombin, suatu protein dan faktor pembekuan penting dalam metabolisme tulang dan pembekuan darah.

Defisiensi atau kekurangan vitamin K jarang terjadi. Namun, pada kasus defisiensi vitamin K yang parah, kondisi ini memperlambat waktu pembekuan darah, menyebabkan perdarahan berlebihan dan tak kunjung berhenti.

Vitamin K1 atau piloquinon, bersumber dari tumbuhan. Vitamin K1 merupakan jenis utama vitamin K yang diperoleh dari makanan. Sedangkan vitamin K2 atau menaquinon terdapat pada beberapa makanan hewani dan fermentasi, namun jumlahnya tak sebanyak K1.

Fungsi vitamin K

Piloquinon, atau vitamin K1, ditemukan pada tumbuhan. Ketika orang memakannya, bakteri di usus besar mengubahnya menjadi bentuk penyimpanan, yakni vitamin K2. Ini diserap di usus halus dan disimpan di jaringan lemak dan hati.

Tanpa vitamin K, tubuh tidak bisa menghasilkan protrombin, faktor pembekuan yang diperlukan untuk pembekuan darah dan metabolisme tulang.

Umumnya orang jarang mengalami defisiensi vitamin K. Defisiensi vitamin K paling mungkin terjadi pada bayi baru lahir dan orang-orang dengan masalah malabsorbsi, misalnya karena sindrom usus pendek, fibrosis kistik, penyakit seliaka, kolitis ulserativa, dan peminum alkohol.

Pada kondisi tertentu, bayi baru lahir diberikan suntikan vitamin K untuk melindungi mereka dari perdarahan di tengkorak, yang bisa berakibat fatal. Vitamin K juga digunakan untuk menetralkan overdosis obat pengencer darah (antikoagulan).

Kebutuhan harian vitamin K

Asupan vitamin K yang disarankan tergantung dari kondisi, usia, dan jenis kelamin. Di bawah ini adalah tabel kebutuhan vitamin K harian dari berbagai kelompok umur dan jenis kelamin.

Kelompok Usia Kebutuhan Vitamin K
Anak 0-6 bulan 2 mikrogram / hari
Anak 7-12 bulan 2,5 mikrogram / hari
Anak 1-3 tahun 30 mikrogram / hari
Anak-anak 4-8 tahun 55 mikrogram / hari
Anak-anak 9-13 tahun 60 mikrogram / hari
Anak perempuan 14-18 tahun 75 mikrogram / hari
Wanita 19 tahun ke atas 90 mikrogram / hari
Wanita hamil atau menyusui
(kurang dari 19 tahun)
75 mikrogram / hari
Wanita hamil atau menyusui
(19-50 tahun)
90 mikrogram / hari
Anak laki-laki 14-18 tahun 75 mikrogram / hari
Pria berusia 19 tahun ke atas 120 mikrogram / hari


Manfaat vitamin K

Vitamin K bermanfaat bagi tubuh dengan berbagai macam cara

Kesehatan tulang

Sebagian orang menunjukkan bahwa ada hubungan kuat antara rendahnya asupan vitamin K dan osteoporosis. Juga disebutkan bahwa vitamin K menjaga tulang agar tetap kuat, meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko patah tulang. Namun hal ini masih harus dibuktikan lebih lanjut dan belum ada bukti kuat untuk merekomendasikan penggunaan vitamin K untuk osteoporosis.

Kesehatan kognitif

Peningkatan kadar vitamin K dalam darah telah dikaitkan dengan peningkatan memori episodik pada orang tua.

Dalam sebuah penelitian, individu sehat yang berusia diatas 70 tahun dengan kadar vitamin K1 tinggi memiliki kinerja memori episodik verbal tertinggi.

Kesehatan jantung

Vitamin K dapat membantu menjaga tekanan darah tetap rendah dengan cara mencegah mineralisasi, dimana mineral terbentuk di arteri. Hal ini memungkinkan jantung memompa darah secara leluasa ke seluruh tubuh.

Mineralisasi secara alami terjadi seiring bertambahnya usia, dan ini merupakan faktor risiko penyakit jantung. Asupan harian vitamin K yang cukup telah terbukti menurunkan risiko stroke.

Sumber vitamin K

Sumber makanan alami yang kaya akan vitamin K antara lain:
  • Sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, asparagus, lobak hijau, dan daun selada hijau
  • Sayuran lain seperti brokoli, kol dan kembang kol
  • Kacang-kacangan dan kedelai
  • Ikan
  • Telur
  • Stroberi
  • Daging
  • Susu.

Vitamin K1 dalam jumlah besar terdapat pada sayuran berdaun hijau. Sebagai contoh, 1 cangkir bayam mentah mengandung 145 mikrogram (mcg) dan ½ cangkir brokoli mengandung 46 mikrogram (mcg) vitamin K. Sedangkan daging, telur dan susu merupakan sumber dari menaquinon atau vitamin K2.

Risiko

Periset belum menemukan dosis aman maksimal untuk vitamin K. Keracunan jarang terjadi, kalaupun terjadi, bukan disebabkan akibat mengonsumsi vitamin K yang berasal dari makanan alami.

Berbeda bila mengonsumsi vitamin K dari suplemen, ini bisa menyebabkan keracunan.

Vitamin K dapat berinteraksi dengan beberapa obat umum, seperti pengencer darah, antikonvulsan, antibiotik, obat penurun kolesterol, dan obat penurun berat badan.

Obat pengencer darah, seperti warfarin digunakan untuk mencegah penggumpalan darah berbahaya yang bisa menghalangi aliran darah ke otak atau jantung. Pengencer darah bekerja dengan cara menurunkan atau menunda kemampuan pembekuan vitamin K. Meningkatkan atau menurunkan asupan vitamin K secara tiba-tiba dapat mengganggu efek obat ini.

Antikonvulsan, jika dikonsumsi selama kehamilan atau saat menyusui, dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin K pada janin dalam rahim atau bayi yang disusui. Contoh obat antikonvulsan adalah fenitoin dan dilantin.

Obat penurun kolesterol mengganggu penyerapan lemak. Lemak diet diperlukan untuk menyerap vitamin B, sehingga orang yang mengonsumsi obat ini mungkin berisiko tinggi defisiensi vitamin K.

Cara terbaik untuk memastikan tubuh memiliki nutrisi yang cukup adalah dengan mengonsumsi makanan yang seimbang, dengan banyak buah dan sayuran. Suplemen hanya boleh digunakan jika terjadi kekurangan.

Article Resources
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/219867.php
  • https://www.webmd.com/vitamins-and-supplements/supplement-guide-vitamin-k
  • https://medlineplus.gov/ency/article/002407.htm

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer