Gejala dan Pengobatan Keracunan Jamur

Tuesday, September 30, 2014
Jamur Death Cap

Indonesia kaya akan keragaman flora, salah satunya jamur. Sebagian jamur-jamur ini aman dimakan, namun sebagian lainnya mengandung racun dan dapat menyebabkan kematian. Cara untuk mengetahui suatu jamur aman dikonsumi atau tidak, adalah dengan diidentifikasi oleh ahli jamur (mikologi).

Jika Anda merasa ragu dengan suatu jenis jamur untuk dikonsumi, lebih baik tinggalkan. Dan jika pun Anda benar-benar ingin memakan jamur, jangan ambil jamur yang tumbuh liar, tapi belilah jenis jamur yang sudah umum dan sering dijual di pasar atau supermarket.

Efek jamur beracun

Ada tiga efek utama dari jamur beracun, yaitu:
  • Halusinasi. Beberapa jenis jamur mengandung racun yang dapat menimbulkan halusinasi. Jenis jamur psikotropika ini sering disebut dengan 'magic mushrooms' atau 'jamur ajaib'. Salah satu spesies ini yang terkenal adalah Golden Top (Psilocybe subaeruginosa). Selain menyebabkan halusinasi, efek lainnya yang menyertai adalah kebingungan, kelemahan otot, agitasi, denyut jantung cepat dan sakit kepala. Perlu diperhatikan, terutama bagi penyuka travelling ke hutan, jamur Golden Top juga mirip dengan beberapa jamur jenis Galerina, yang berpotensi mematikan.
  • Penyakit gastrointestinal. Banyak jamur beracun yang menyebabkan penyakit pencernaan, seperti mual, muntah, kram perut dan diare.
  • Kegagalan hati hingga kematian. Gejala keracunan akibat makan jamur Death Cap (Amanita phalloides) terjadi antara 6-24 jam setelah makan. Gejalanya adalah mual, kram perut, muntah dan diare. Racunnya bahkan dapat berakibat fatal pada hati dan ginjal, bahkan kematian yang dapat terjadi dalam waktu 48 jam. Jamur lain yang memiliki efek mirip dengan Death Cap adalah beberapa jamur dari spesies Galerina, Lepiota dan Conocybe.
Kematian akibat jamur Death Cap

Jamur Death Cap (Amanita phalloides) dapat mengakibatkan kefatalan jika dikonsumsi. Karakteristiknya adalah:
  • Sering tumbuh di bawah pohon oak (ek) - tidak jelas apakah jamur ini ada di Indonesia
  • Diameternya berkisar antara 10-160 mm
  • Warna topinya (tudung) bisa kuning pucat atau hijau atau coklat zaitun
  • Insang (tonjolan pada bagian bawah topi) berwarna putih
  • Pangkal batang memiliki topi lain yang berselaput
  • Gejalanya terjadi antara 6-24 jam setelah dikonsumsi
  • Menyebabkan kerusakan hati, ginjal, bahkan kematian
  • Satu jamur cukup mengandung racun untuk membunuh satu orang dewasa
  • Racunnya tidak dapat netral dengan dimasak cara apapun, termasuk dengan perendaman atau pengeringan.
Jamur beracun Yellow Stainer

Jamur Yellow Stainer (Agaricus xanthodermus) biasanya tumbuh liar di halaman berumput dan kebun, dan cukup mirip dengan jamur pangan. Karakteristiknya adalah:
  • Tumbuh di tanah dalam kelompok
  • Diameternya berkisar antara 50-200 mm
  • Topinya biasanya berwarna putih, tapi dapat berubah menjadi coklat karena usianya
  • Topi jamur muda tampak persegi kecil
  • Ketika rusak, topi dan batang bernoda kuning, memudar, kemudian berubah menjadi coklat kotor.
  • Mengeluarkan bau kimia, seperti desinfektan, yodium atau minyak tanah. Baunya akan lebih menyengat ketika dimasak.
  • Jika dimakan, gejala yang muncul adalah kram perut, mual, muntah dan diare (biasanya dalam waktu 30 menit sampai 2 jam setelah dimakan). Gejala lainnya yang kurang umum adalah sakit kepala, pusing, berkeringat dan mengantuk.
Pengobatan keracunan jamur

Jika Anda mencurigai seseorang atau anak Anda telah memakan jamur beracun, maka segera hubungi layanan kesehatan terdekat, tidak perlu menunggu gejalanya muncul. Dan jangan lupa bawa juga sampel jamur tersebut.

Jika orang itu telah kolap atau kehilangan kesadaran, napasnya berhenti, mengalami kejang atau mengalami reaksi anafilaksis, segera hubungi gawat darurat rumah sakit. Jangan berusaha menanganinya sendiri.

Fakta-fakta tentang keracunan jamur

Sebuah penelitan memberikan informasi terkait keracunan akibat jamur. Beberapa temuannya adalah:
  • Orang-orang yang sengaja memakan jamur liar dengan harapan akan mengalami halusinasi seperti halnya memakan obat, sangat mungkin akan mengalami sakit.
  • Gejala yang paling umum dari keracunan jamur adalah gangguan pencernaan seperti muntah, nyeri perut dan diare (terkadang disertai darah).
  • Suatu jamur tidak bisa dinilai aman dikonsumsi atau tidak, kecuali sudah diidentifikasi oleh seorang ahli jamur.
  • Tidak ada tes rumahan yang dapat menentukan apakah suatu jenis jamur itu beracun atau tidak. 
Melindungi anak-anak dari keracunan jamur

Banyak varietas jamur yang tumbuh di Indonesia. Kebanyakan anak-anak yang makan jamur beracun adalah karena menemukannya di sekitarnya. Anak-anak yang berusia di bawah lima tahun cenderung akan meletakkan segala sesuatu ke mulutnya. Jika Anda memiliki balita, periksalah taman rumah atau kebun Anda secara teratur demi mengurangi risiko terjadinya keracunan.

Satu hal yang perlu diingat bahwa jangan sembarangan mengonsumsi jamur. Jika Anda baru pertama kali melihat jenis jamur tersebut dan dan tidak tahu apakah jamur tersebut aman dikonsumsi, lebih baik tinggalkan.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.