Apa Saja Langkah Mencegah Stroke?

Advertisement
Stroke

Dengan mengendalikan faktor risiko stroke, maka akan membantu dalam mencegah atau setidaknya menunda terjadinya stroke. Dibawah ini ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegah stroke terjadi di masa depan:

Jangan merokok. Jika Anda seorang perokok atau pengguna tembakau, sebaiknya berhenti. Racun yang terdapat dalam tembakau akan merusak dan menyempitkan pembuluh darah, yang akhirnya akan meningkatkan risiko terkena stroke. Berhenti merokok memang membutuhkan kesungguhan dan usaha yang serius, jika perlu mintalah bantuan kepada dokter mengenai program berhenti merokok seperti apa yang efektif untuk Anda. Selain itu, jika Anda bukan perokok, sebisa mungkin hindari menghisap asap rokok (perokok pasif) karena juga bisa merusak dan menyempitkan pembuluh darah.

Konsumsi makanan sehat. Yang satu ini memang terlihat sepele dan seringkali diabaikan. Tapi ketahuilah bahwa efek makanan sehat bagi kesehatan sangatlah luar biasa. Demi terhindar dari stroke, sebaiknya Anda mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian. Termasuk juga daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan produk olahan bebas lemak, atau susu rendah lemak. Perlu diketahui, diet yang sehat itu adalah diet yang rendah lemak jenuh, lemak trans, kolesterol dan sodium (garam).

Kontrol berat badan. Disini kami sediakan kalkulator Indeks Massa Tubuh yang bisa Anda jadikan acuan untuk menentukan kondisi berat badan Anda saat ini. Jika Anda termasuk seorang yang gemuk atau obesitas, sebaiknya segera turunkan berat badan apabila tidak mau terkena stroke. Sama halnya dengan menghentikan kebiasaan merokok, pada sebagian orang menurunkan berat badan merupakan hal yang sulit dan membutuhkan usaha yang keras. Jika perlu, mintalah bantuan ke dokter atau ahli gizi mengenai program menurunkan berat badan seperti apa yang efektif untuk Anda, karena program diet pada tiap-tiap orang berbeda-beda. Faktanya, jika berat badan Anda ideal, maka faktor risiko stroke akan menurun.

Fisik harus aktif. Aktivitas fisik akan meningkatkan kebugaran, kekuatan dan kesehatan Anda. Banyak jenis latihan atau aktivitas yang apabila dilakukan secara kontinyu akan menurunkan risiko stroke. Namun, program latihan atau aktivitas harus juga disesuaikan pada tiap-tiap orang, karena akan tergantung dari usia, kekuatan tubuh, dan aktivitas atau pekerjaan yang biasa Anda lakukan sehari-hari. Bila perlu, mintalah bantuan kepada dokter untuk menentukan program latihan atau aktivitas semacam apa yang paling baik untuk Anda.

Kenali riwayat keluarga terkena stroke. Jika ada orang dalam keluarga Anda (yang berhubungan darah) seperti orang tua, saudara orang tua atau kakek diketahui pernah terkena stroke, maka Anda juga berisiko terkena stroke. Karena salah satu faktor risiko stroke adalah keturunan, yang memang tidak dapat dihindari. Namun bila Anda segera minta bantuan ke dokter setelah mengetahui ada anggota keluarga yang terkena stroke, maka dokter akan memberikan Anda langkah terbaik untuk mencegah stroke terjadi di masa depan.

Jika dengan menerapkan langkah-langkah diatas belum cukup, maka dokter bisa saja akan meresepkan obat untuk mengontrol faktor risiko stroke Anda. Untuk informasi lebih lanjut mengenai definisi, jenis, gejala dan dampak stroke, buka artikel mengenai Dampak Stroke.

Selain itu, jika Anda pernah mengalami transient ischemic attack (TIA) atau "mini stroke," jangan abaikan meskipun saat ini Anda merasa sudah sehat. Pergilah ke dokter karena sangat penting untuk mengetahui penyebab TIA, sehingga dokter bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah stroke terjadi di masa depan.
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer