17 February 2020

Digigit Anjing, Apa yang Harus Dilakukan?

Luka gigitan anjing

Mulai dari yang terkecil seperti Chihuahua hingga yang terbesar seperti Great Danes, anjing terdiri dari berbagai jenis dan ukuran.  Ada anjing yang pendiam dan periang, anjing yang malas dan aktif, dan anjing yang pasif dan agresif. Anjing dari jenis dan bentuk apapun berpotensi untuk menggigit. Lalu ketika ada korban gigitan anjing, apa yang harus dilakukan?

Langkah-langkah Setelah Digigit Anjing
Langkah 1. Amankan korban
Baik itu gigitan nakal dari anjing yang sedang bermain atau gigitan serangan dari anjing liar, jauhkan korban dari anjing. Gunakan kekuatan jika perlu, tetapi tetap berhati-hati agar tidak ikut tergigit. Anjing yang berperilaku tidak bisa diprediksi atau berbusa di mulutnya kemungkinan besar menderita rabies, dan korban harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Langkah 2. Evaluasi luka
Apakah lukanya hanya satu gigitan, atau apakah lukanya dalam dan besar? Apakah ada tulang yang terlihat? Apakah korban tidak bisa menggerakkan anggota badan atau menekuk jari-jarinya? Jika lukanya dalam, luas, atau di area sensitif, maka korban harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Alasan lain mengapa korban gigitan anjing harus segera mendapatkan pertolongan medis, yakni:
  • Jika korban tidak tahu apakah pernah disuntik tetanus atau tidak
  • Jika korban merasa lemah, disorientasi (bingung), atau pingsan
  • Jika korban demam.

Langkah 3. Ketahui tentang sejarah vaksinasi anjing
Jika memungkinkan, tanyakan pada pemilik anjing tentang riwayat vaksinasinya. Pernahkah anjingnya disuntik rabies? Jika ya, kapan? Dapatkan informasi pemilik anjing - termasuk nama dan nomor telepon. Jika tidak diketahui pemiliknya, tanyakan kepada saksi terdekat apakah mereka mengenal anjing itu atau tahu dimana pemiliknya.

Langkah 4. Bersihkan luka
Jika lukanya adalah gigitan tunggal yang telah menembus kulit, basuh area gigitan dengan sabun dan air hangat. Tekan dengan lembut area luka tersebut untuk membuat sedikit pendarahan - ini akan membantu menghilangkan bakteri. Kemudian, gunakan antibiotik dan perban untuk menutupi luka. Jika anjing yang menggigit tidak disuntik rabies, korban juga harus segera mendapatkan pertolongan medis demi mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

Jika lukanya dalam, luas atau di area sensitif, atau sampai terlihat tulang, petugas medis yang perlu membersihkan, mendisinfeksi, dan memberikan perawatan luka. Petugas medis juga dapat memberikan vaksin rabies jika anjing tersebut tidak diketahui apakah pernah divaksinasi rabies atau tidak.

Cara Mencegah Infeksi Akibat Gigitan Anjing
Karena anjing dapat memasukkan bakteri berbahaya ke tubuh orang yang digigitnya, maka sangat penting agar lukanya dibersihkan dan dirawat dengan baik. Agar lukanya tidak terinfeksi, yang harus dilakukan adalah:
  • Gunakan antibiotik topikal (seperti salep antibiotik) di dalam dan di sekitar area kulit yang rusak
  • Ganti perban setiap hari
  • Identifikasi tanda-tanda infeksi sebelum menyebar
  • Patuhi perintah dokter - termasuk minum antibiotik sesuai waktu yang ditentukan dokter.

Komplikasi Gigitan Anjing
Untuk setiap kejadian gigitan anjing, Anda harus terus memantau tanda-tanda infeksi sampai luka sembuh sepenuhnya. Di bawah ini mungkin merupakan tanda bahwa area tersebut terinfeksi, jika lukanya:
  • Merah
  • Bengkak
  • Hangat/panas
  • Bonyok
  • Mengeluarkan nanah.
Namun, infeksi bukanlah satu-satunya risiko gigitan anjing. Komplikasi lain yang mungkin terjadi termasuk:
  • Rabies
  • Tetanus
  • Kerusakan saraf dan otot
  • Kematian.
Jika luka semakin memburuk, mengalami nyeri dan demam, segeralah bawa korban ke rumah sakit. Dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengobati infeksinya dan memulihkannya kembali.

Article Resources