Gejala Penyakit Alzheimer: Ringan, Sedang dan Berat

Wednesday, October 03, 2018
Gejala Penyakit Alzheimer

Gejala-gejala penyakit Alzheimer banyak yang mirip dengan gejala penyakit/kondisi lain.

Pada dasarnya, tidak ada dua kasus Alzheimer yang sama persis karena reaksi penyakit tersebut berbeda-beda pada tiap-tiap orang. Namun, secara umum ada tiga tahap untuk penyakit Alzheimer:
  • ringan
  • sedang
  • berat.
Gejala penyakit Alzheimer cenderung terjadi secara bertahap tanpa disadari. Namun, laju perkembangannya akan berbeda pada tiap-tiap orang.

Tiga tahap penyakit Alzheimer dijelaskan di bawah ini.

Penyakit Alzheimer ringan

Gejala umum penyakit Alzheimer ringan meliputi:
  • kebingungan, misalnya tentang waktu atau lokasi
  • masalah dengan ingatan jangka pendek dan pelupa
  • kehilangan minat atau apati
  • kesulitan belajar hal baru.

Gejala-gejala ini adalah akibat dari hilangnya fungsi otak secara bertahap. Bagian otak yang pertama kali terdampak Alzheimer seringkali adalah bagian otak yang mengontrol fungsi memori dan ucapan.

Penyakit Alzheimer sedang

Ketika penyakit Alzheimer berkembang menjadi tahap sedang, maka dapat menyebabkan:
  • halusinasi - penderita mendengar atau melihat hal-hal yang tidak ada
  • delusi - penderita meyakini hal-hal yang tidak benar/tidak terjadi
  • perilaku obsesif atau berulang
  • kurangnya penilaian
  • perilaku yang tidak pantas
  • mengabaikan kebersihan.

Selama tahap sedang, penderita mungkin mengalami kesulitan mengingat hal-hal baru. Masalah dengan bahasa dan ucapan juga sudah mulai berkembang pada tahap ini. Gejala Alzheimer yang semakin memburuk di tahap sedang dapat menyebabkan penderita  merasa sangat frustrasi dan depresi, dan menyebabkan perubahan suasana hati.

Penyakit Alzheimer berat

Seseorang dengan penyakit Alzheimer berat mungkin tampak sangat disorientasi dan menunjukkan tanda-tanda kebingungan parah.

Ini juga merupakan tahap di mana penderita paling mungkin mengalami halusinasi dan delusi. Penderita mungkin berpikir bahwa mereka dapat mencium, melihat atau mendengar hal-hal yang sebenarnya tidak ada, atau percaya bahwa seseorang telah mencuri dari mereka atau menyerang mereka padahal mereka tidak melakukannya. Tahap ini sudah menyusahkan keluarga, tetangga, serta penderita penyakit Alzheimer sendiri.

Halusinasi dan delusi sering memburuk di malam hari, dan perilaku penderita Alzheimer mungkin mulai menjadi kasar, banyak tuntutan dan curiga terhadap orang-orang di sekitar mereka.

Karena di tahap ini penyakit Alzheimer menjadi parah, maka juga dapat menyebabkan sejumlah gejala lain seperti:
  • gangguan tidur
  • inkontinensia - tanpa sadar mengeluarkan urin (inkontinensia urin) atau tinja (inkontinensia feses atau usus)
  • kesulitan menelan
  • kesulitan mengubah posisi atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa bantuan
  • penurunan berat badan atau kehilangan nafsu makan
  • peningkatan kerentanan terhadap infeksi
  • kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang yang signifikan.
Selama Alzheimer tahap berat, diperlukan perawatan penuh terhadap penderita.

Harapan hidup penderita Alzheimer

Penyakit Alzheimer mempengaruhi kemampuan penderitanya untuk menjaga kesehatan diri, sehingga penyakit lain dapat berkembang dengan cepat jika tidak ditangani. Penderita Alzheimer mungkin juga tidak dapat memberitahukan bahwa mereka sedang tidak sehat atau tidak nyaman.

Penyakit Alzheimer dapat memperpendek usia harapan hidup. Hal ini sering disebabkan karena munculnya penyakit lain, seperti pneumonia (infeksi paru-paru). Dalam banyak kasus, penyakit Alzheimer mungkin bukan menjadi penyebab kematian yang sebenarnya, tetapi penyakit Alzheimer bisa menjadi faktor yang berkontribusi.

Article Resources
  • Alzheimer's Australia (Progression of Alzheimer's disease)
  • Brain Foundation (Alzheimer's disease)
  • NHS Choices, UK (Symptoms of Alzheimer's disease)
  • Dementia Australia (Alzheimer's disease)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer