Pengertian, Prosedur, dan Risiko Pungsi Lumbal

Apa itu pungsi lumbal?

Pungsi lumbal (lumbar puncture), sering disebut spinal tap atau penyadapan tulang belakang, adalah pemeriksaan medis umum yang melibatkan pengambilan sampel cairan serebrospinal (CSF) untuk pemeriksaan. CSF adalah cairan jernih dan tidak berwarna yang mendistribusikan nutrisi dan melindungi otak dan sumsum tulang belakang, atau sistem saraf pusat.

Pada pungsi lumbal, jarum dimasukkan secara hati-hati ke tulang belakang bawah untuk mengambil sampel CSF.

Mengapa pungsi lumbal dilakukan?

Dokter melakukan pungsi lumbal dan menguji CSF adalah untuk mendeteksi atau menyingkirkan dugaan kondisi atau penyakit melalui analisis jumlah sel darah putih, kadar glukosa, protein, dan bakteri.

Pengujian khusus ditujukan untuk menemukan bakteri dan virus tertentu, atau menemukan keberadaan sel-sel abnormal yang dapat membantu mengidentifikasi penyakit tertentu di sistem saraf pusat.

Umumnya, pungsi lumbal dilakukan untuk menguji meningitis, tetapi pungsi lumbal juga dapat mendeteksi perdarahan di otak dan kondisi tertentu yang mempengaruhi sistem saraf (seperti sindrom Guillain-Barré dan multiple sclerosis). Obat kemoterapi juga dapat didistribusikan melalui pungsi lumbal.


Persiapan pungsi lumbal

Setelah dokter/petugas menjelaskan prosedurnya, Anda akan diminta untuk menandatangani formulir informed consent - isi dokumen menyatakan bahwa Anda memberikan izin untuk prosedur pungsi lumbal dan bahwa Anda telah memahami prosedur, mengapa perlu dilakukan, dan potensi risiko apa pun yang bisa saja terjadi.

Dokter yang melakukan pungsi lumbal akan mempelajari riwayat medis Anda, tetapi mungkin dokter juga akan bertanya apakah Anda alergi terhadap suatu obat.

Anak-anak yang menjalani pungi lumbal boleh ditemani selama prosedur.

Prosedur pungsi lumbal

Pungsi lumbal membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Dokter akan dengan hati-hati memasukkan jarum halus ke bawah sumsum tulang belakang - di antara tulang tulang belakang bawah (vertebrae) - untuk mengambil sedikit cairan CSF.

Pasien diposisikan dengan punggung melengkung keluar, sehingga ruang antara tulang-tulang belakang terbuka selebar mungkin. Ini untuk memudahkan dokter memasukkan jarum.

Pungsi lumbal

Anak-anak yang sudah cukup besar dan dewasa mungkin akan diminta duduk di atas meja dengan membungkuk atau berbaring miring. Bayi dan anak-anak yang masih kecil biasanya diposisikan berbaring miring dengan lutut di bawah dagu mereka.

Penusukan jarum

Setelah posisi sudah benar, punggung dibersihkan dengan antiseptik dan area steril dipertahankan untuk meminimalkan risiko infeksi. Dokter yang melakukan prosedur ini juga menggunakan sarung tangan steril saat melakukan prosedur.

Dokter akan membuat tusukan kecil melalui kulit di punggung bawah dan obat-obatan anestesi cair disuntikkan ke jaringan di bawah kulit untuk mencegah rasa sakit. Dalam banyak kasus, sebelum diberikan obat anestesi suntikan, krim penghilang rasa dioleskan pada kulit untuk meminimalisir rasa sakit.

Ukuran dan panjang jarum pungsi lumbal bisa bervariasi sesuai dengan ukuran pasien tapi pada umumnya jarumnya kecil. Jarumnya memiliki inti berongga, dan di dalam inti berongga adalah terdapat "stylet," jarum halus jenis lain yang bertindak seperti steker. Ketika jarum spinal dimasukkan ke dalam area lumbal bawah, stylet dilepas dengan hati-hati, yang membuat cairan serebrospinal menetes ke dalam wadah/tabung koleksi.

Setelah sampel CSF dikumpulkan (ini biasanya memakan waktu sekitar 2-5 menit), jarum ditarik dan perban kecil ditempatkan di lokasi penusukan. Sampel yang dikumpulkan dikirim ke laboratorium untuk analisis dan pengujian.

Terkadang dokter juga mengukur jumlah tekanan dalam CSF menggunakan alat khusus yang disebut manometer. Tekanan CSF tinggi dapat terjadi dalam kondisi tertentu, seperti meningitis.

Sakitkah prosedur pungsi lumbal?

Sementara sebagian kecil orang merasakan nyeri dan ketidaknyamanan, kebanyakan orang tidak menganggap tusukan pungsi lumbal menyakitkan. Tergantung dari rekomendasi dokter, pasien mungkin harus berbaring telentang selama beberapa jam setelah prosedur, terutama pada anak-anak. Anda mungkin juga akan merasakan nyeri punggung ringan sehari setelah prosedur.

Kapan hasilnya keluar?

Beberapa hasil pungsi lumbal sudah keluar dalam waktu 45 hingga 60 menit. Namun, bila pungsi lumbal dilakukan untuk mencari bakteri tertentu yang tumbuh dalam sampel, kultur bakteri dikirim ke laboratorium dan hasil ini biasanya baru akan keluar dalam 48 jam. Lamanya hasil akan tergantung dari tujuan pemeriksaan pungsi lumbal.

Jika ditemukan infeksi, dokter akan segera memulai pengobatan dengan antibiotik sambil menunggu hasil kultur keluar.

Apa saja risiko pungsi lumbal?

Pungsi lumbal dianggap sebagai prosedur yang aman dengan risiko minimal. Sangat jarang terjadi komplikasi. Dalam beberapa kasus, seorang pasien mungkin mengalami sakit kepala. Dianjurkan agar pasien berbaring selama beberapa jam setelah prosedur dan minum banyak cairan untuk membantu mencegah sakit kepala, yang biasanya akan hilang dengan istirahat, obat pereda nyeri, dan minum cairan. Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi atau perdarahan dapat terjadi.

Terutama pada anak-anak, terkadang obat penenang diberikan untuk membantu anak Anda rileks selama prosedur.

Article Resources
  • http://kidshealth.org/en/parents/lumbar-puncture.html?WT.ac=ctg