Penyebab Mabuk Kendaraan pada Anak-anak dan Cara Mencegahnya

Tuesday, September 02, 2014
Anak mabuk kendaraan
Mabuk kendaraan atau motion sickness sangat lumrah terjadi pada anak-anak. Mabuk kendaraan terjadi karena otak menerima informasi yang berlawanan dengan informasi dari telinga bagian dalam (pusat keseimbangan tubuh).

Kita ambil contoh pada seorang anak yang duduk di kursi belakang tanpa bisa melihat keluar jendela atau anak yang membaca buku di dalam mobil. Ketika mobil berjalan, telinga si anak akan merasakan gerakan, tapi mata dan sendinya tidak merasakan gerakan. Akibatnya otak akan menerima informasi yang berlawanan yang akhirnya menyebabkan anak sakit perut, keringat dingin, lemas, pusing, hilang nafsu makan dan tentu saja muntah.
Masih belum jelas mengapa mabuk kendaraan lebih sering terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa. Yang paling rentan mabuk kendaraan adalah anak yang berusia 2 sampai 12 tahun, sedangkan bayi di bawah 2 tahun cenderung tidak terpengaruh hal ini.

Untuk mencegah mabuk kendaraan (khususnya mobil) pada anak-anak, yang sebaiknya Anda lakukan adalah:
  • Mengurangi input sensorik. Ketika mereka hanya fokus pada buku atau gadget, dorong mereka untuk melihat pemandangan di luar. Jika anak Anda rutin tidur siang, maka sebaiknya lakukan perjalanan di siang hari tepatnya di jam mereka biasa tidur.
  • Waspadai makan sebelum perjalanan. Jangan berikan anak Anda makanan pedas, berminyak, dan jangan berikan mereka makan yang banyak tepat sebelum atau selama perjalanan. Jika perjalanan Anda singkat, lebih baik tidak usah berikan mereka makan. Jika perjalanan Anda akan memakan waktu yang lama, atau anak Anda ingin makan, berilah ia makanan kecil, seperti camilan hambar dan minuman ringan sebelum melakukan perjalanan.
  • Buka kaca mobil. Buka kaca mobil agar mereka mendapatkan angin dan oksigen yang memadai, yang akhirnya dapat mencegah mabuk kendaraan. Selain itu cobalah singkirkan mobil Anda dari aroma-aroma yang kuat, seperti bau mesin atau wewangian yang kuat.
  • Goncangan. Posisikan anak Anda di tempat yang paling minim goncangan, atau dengan kata lain hindari segala bentuk goncangan pada mobil. Pada sebagian besar anak, goncangan memang dapat menyebabkan mabuk kendaraan.
  • Ganggu mereka. Jika anak Anda rentan mabuk kendaraan, cobalah usik atau sibukkan mereka dengan bercanda atau berbicara kepada mereka, mendengarkan musik atau menyanyikan lagu-lagu, atau uji kemampuan hafalan-hafalan mereka.
  • Gunakan obat. Jika anak Anda berusia lebih dari 2 tahun, berikan mereka obat dimenhydrinate -lihat komposisi obat mabuk kendaraan yang dijual di pasaran, pastikan obat tersebut mengandung dimenhydrinate-. Dimenhydrinate cenderung aman untuk anak usia 2 tahun atau lebih. Sedangkan untuk anak yang berusia lebih dari 6 tahun, berikan mereka diphenhydramine. Sebelum menggunakannya, baca label kemasan obat dengan seksama dan pastikan dosis dan waktu mengonsumsinya sudah tepat. Efek samping utama kedua obat ini adalah mengantuk.
Jika dalam perjalanan anak Anda mulai menunjukkan gejala mabuk kendaraan, segera hentikan mobil dan ajak anak Anda keluar dan berjalan-jalan, atau biarkan ia berbaring dengan mata tertutup selama beberapa menit. Bila memungkinkan, kompres dingin pada bagian kepala, hal ini akan membantu.

Jika tips mencegah mabuk kendaraan diatas tidak juga memberikan solusi, sebaiknya ajak anak Anda berkonsultasi ke dokter, dokter akan memberikan pilihan pengobatan lain.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.