Apa Itu Virus Ebola, Apa Gejalanya dan Adakah Obatnya?

Friday, August 29, 2014
Ebola

Lebih dari 1.400 orang telah meninggal dunia akibat virus ebola. Kasus terbanyak terjadi di Afrika Barat, sehingga WHO menetapkannya sebagai wabah darurat kesehatan internasional. Sebenarnya virus apakah Ebola ini, apa saja gejala yang diakibatkannya dan bagaimana pengobatannya?

Apa itu penyakit Ebola?

Virus Ebola pertama kali ditemukan di beberapa negara Afrika. Virus Ebola yang pertama ditemukan pada tahun 1976 di dekat Sungai Ebola yang saat ini menjadi wilayah Republik Demokratik Kongo. Sejak saat itu, wabah Ebola muncul secara sporadis di Afrika.

Penyakit virus Ebola (Ebola virus disease/EVD) sebelumnya dikenal sebagai demam berdarah Ebola, adalah penyakit yang berbahaya dan mematikan bagi manusia. Ebola disebabkan karena sebuah virus mematikan yang dikenal sebagai virus Ebola.

Berbeda dengan cara penularan virus lain seperti virus influenza atau campak, virus Ebola awalnya ditularkan ke manusia dari hewan seperti monyet, simpanse atau kelelawar buah, kemudian manusia yang terinfeksi akan menularkannya ke manusia lain melalui kontak langsung dengan darah (termasuk kulit yang terluka), sekresi (urin, liur, tinja, muntah dan air mani), organ atau cairan tubuh lainnya. Juga dapat ditularkan melalui jarum suntik atau peralatan lainnya yang sudah terkontaminasi.

Mereka yang merawat pasien Ebola dan yang menguburkan korban Ebola seringkali tertular penyakit ini. Hal ini karena pelaku tidak mengenakan pakaian pelindung yang baik seperti masker, baju khusus dan sarung tangan.

Apa saja gejala Ebola?

Ketika sudah menyebar di dalam tubuh, virus Ebola akan merusak organ dan sistem kekebalan tubuh. Gejala Ebola baru akan muncul 2 sampai 21 hari setelah terinfeksi, namun kejadian yang tersering adalah antara 8-10 hari. Gejalanya meliputi:
  • Demam (lebih dari 38,6°C)
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan
  • Lemah
  • Sakit perut yang disertai muntah, hilang nafsu makan, diare
  • Ruam
  • Gangguan fungsi ginjal dan hati.
Seiring penyakit bertambah parah, penderita akan mengalami perdarahan di dalam tubuh seperti di mata, telinga dan hidung. Sebagian lainnya juga mengalami muntah atau batuk dan diare berdarah.
Apakah Ebola bisa disembuhkan?

Mendiagnosis Ebola tidak bisa hanya dari gejalanya, karena gejalanya bisa mirip dengan gejala penyakit lain, terlebih lagi bila masih fase awal penyakit. Dibutuhkan pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan diagnosa Ebola.

Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif untuk Ebola, tapi penderita Ebola dapat terus bertahan hidup jika mereka mendapatkan perawatan yang baik di rumah sakit. Perawatan untuk Ebola yaitu:
  • Pemberian cairan intravena dan menyeimbangkan elektrolit (garam tubuh)
  • Mempertahankan status oksigen dan tekanan darah
  • Mengatasi gejalanya dan infeksi lain (bila ada).
Beberapa hari lalu, dua warga Amerika Serikat yang tertular penyakit Ebola di Liberia sembuh setelah diberikan obat percobaan yang disebut ZMapp. Dan pada tanggal 23 Agustus 2014, seorang dokter Liberia yang terinfeksi Ebola dan juga diberikan obat ZMapp telah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan dari Ebola, hal ini dikabarkan oleh laman Independent.

Secara umum, peluang bertahan hidup dari Ebola tidaklah besar. Ebola termasuk salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia, menyebabkan 90 persen kematian jika tidak ditangani. Saat ini, wabah Ebola yang terjadi di Afrika baru menyebabkan tingkat kematian 55 persen.

Apakah Ebola bisa menyebar ke Indonesia?

Sejak ditemukannya virus Ebola pada tahun 1976, sampai saat ini seluruh kasus kematian Ebola hanya terjadi di Afrika.

Di masa lalu, wabah Ebola telah terjadi di Republik Demokratik Kongo, Gabon, Sudan Selatan, Pantai Gading, Uganda, Republik Kongo dan Afrika Selatan (wabah impor). Sedangkan wabah Ebola saat ini (2014) terjadi di Guinea, Liberia, Sierra Leone, dan Nigeria.

Meskipun saat ini Indonesia tidak termasuk berisiko tinggi Ebola, namun Ebola dapat menyebar dari luar negeri melalui orang yang melakukan perjalanan ke Indonesia. Untuk itulah bandara dan pelabuhan di Indonesia harus memperketat pemeriksaan terhadap orang-orang yang datang dari luar negeri, termasuk warga negara Indonesia sendiri yang kembali dari luar negeri. Selain itu, para pengawak pesawat dan kapal seluruh dunia khususnya Indonesia harus bisa mengenali gejala-gejala Ebola demi menghindari kemungkinan mereka membawa penderita Ebola.

Referensi:
  • Centers for Disease Control and Prevention. Ebola Hemorrhagic Fever, diakses pada 27 Agustus 2014. http://www.cdc.gov/vhf/ebola/
  • WebMD. Ebola Virus Infection diakses pada 27 Agustus 2014. http://www.webmd.com/a-to-z-guides/ebola-fever-virus-infection
  • Independent. Ebola virus: What is it, what are the symptoms and is there a cure? diakses pada 27 Agustus 2014. http://www.independent.co.uk/news/ebola-virus-explained-what-is-it-what-are-the-symptoms-and-are-there-any-cures-9689755.html

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.