Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Penyakit Beri-beri

Sunday, June 29, 2014
http://www.medkes.com/2014/06/gejala-penyebab-pengobatan-penyakit-beri-beri.html
Beri-beri adalah penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B1 (tiamin). Meskipun penyakit beri-beri bisa mengenai siapapun, namun penyakit beri-beri sudah jarang ditemui karena semakin berkurangnya penduduk yang kekurangan gizi.

Di Amerika Serikat, penyebab utama beri-beri adalah karena alkoholisme. Penggunaan alkohol akan menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap vitamin B1, yang akhirnya membuat tubuh kekurangan vitamin B1 meskipun cukup mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B1.

Walau jarang terjadi, penyakit beri-beri juga bisa merupakan penyakit warisan. Beri-beri akibat warisan atau keturunan akan menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap dan menggunakan vitamin B1. Beri-beri juga bisa ditemui pada bayi yang menyusui dari ibu yang kekurangan vitamin B1, dan pada bayi yang hanya diberikan susu formula yang kadar vitamin B1 nya tidak memadai.

Beri-beri umumnya akan mempengaruhi sistem kardiovaskular (dikenal sebagai beri-beri basah) atau juga sistem saraf (dikenal sebagai beri-beri kering). Sindrom Wernicke-Korsakoff adalah gangguan pada otak yang disebabkan oleh defisiensi (kekurangan) vitamin B1 yang menimbulkan sejumlah gejala neurologis dan dapat menyebabkan psikosis, kebingungan dan halusinasi.

Gejala beri-beri umumnya reversibel jika segera diobati, namun bila pengobatan terlambat, maka akan mengakibatkan komplikasi permanen hingga bisa mengancam nyawa penderitanya.

Beri-beri, seperti halnya kekurangan vitamin lainnya, merupakan kondisi serius yang harus segera ditangani. Menunda pengobatan beri-beri dapat mengakibatkan komplikasi permanen bahkan kematian. Jika Anda mengalami gejala-gejala terkait beri-beri, atau Anda merasa kurang mengonsumsi vitamin B1, sebaiknya mintalah bantuan medis.

Gejala beri-beri

Gejala beri-beri akan bervariasi tergantung sistem mana yang diserangnya (sistem kardiovaskular atau sistem saraf). Umumnya gejala beri-beri adalah reversibel, dengan syarat segera mendapatkan pertolongan dan pengobatan medis.

Gejala beri-beri kering
Gejala beri-beri kering bisa terjadi sesekali atau setiap hari. Pada saat gejalanya muncul, yang terjadi adalah:
  • Kesulitan berjalan
  • Hilangnya koordinasi otot
  • Hilangnya sensasi
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis (radang otak akut)
  • Kelumpuhan
  • Rasa nyeri dan ketidaknyamanan yang hebat
  • Gangguan bicara (cadel)
  • Kesemutan atau sensasi lain yang tidak biasa yang terjadi pada tangan atau kaki
  • Gerakan mata yang yang tidak terkendali (nystagmus)
  • Muntah.
Gejala beri-beri basah
Gejala beri-beri basah juga bisa terjadi setiap hari atau juga sesekali. Gejalanya antara lain:
  • Kelelahan atau kelemahan
  • Peningkatan denyut jantung
  • Nyeri dan bengkak pada kaki
  • Efusi pleura (penumpukan cairan di sekitar paru-paru)
  • Sesak napas.
Jika tidak diobati, beri-beri adalah penyakit yang berbahaya dan berpotensi mengancam nyawa. Jika Anda mengalami salah satu gejala terkait beri-beri diatas, atau mengalami penurunan berat badan tanpa diketahui penyebabnya, maka carilah bantuan medis segera.

Penyebab Beri-beri

Beri-beri disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin B1 atau tiamin. Kurangnya tiamin dapat disebabkan karena kurangnya asupan tiamin ke dalam tubuh atau ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan tiamin tersebut. Karena saat ini sudah terdapat banyak makanan yang lengkap dengan vitamin, dan banyaknya suplemen vitamin, kekurangan asupan tiamin sudah jarang ditemui. Sebaliknya, beri-beri yang terjadi saat ini umumnya adalah karena ketidakmampuan tubuh dalam menggunakan tiamin tersebut. Hal ini disebabkan karena penggunaan alkohol atau obat-obatan secara berlebihan, atau juga disebabkan karena kelainan herediter.

Siapa saja yang berisiko terkena beri-beri?
Beri-beri sudah bukan lagi penyakit yang umum. Namun beberapa kebiasaan atau keadaan bisa meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini. Beberapa hal yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beri-beri adalah:
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Perawatan dialisis (cuci darah)
  • Makan diet rendah tiamin
  • Dosis tinggi atau penggunaan diuretik yang sering
  • Operasi bypass lambung (pengecilan lambung)
  • Tube-feeding (sonde)
Mengurangi risiko beri-beri
Risiko terkena beri-beri bisa diturunkan dengan:
  • Mempertahankan diet seimbang
  • Mengurangi atau meninggalkan penggunaan alkohol
  • Mengonsumi suplemen vitamin.
Pengobatan beri-beri

Pengobatan beri-beri harus diawasi oleh seorang profesional kesehatan. Pengobatan dasar untuk penyakit beri-beri adalah dengan mengembalikan kadar tiamin dalam tubuh ke level normal. Hal ini bisa dicapai melalui pemberian suplemen tiamin secara oral atau injeksi. Jika beri-beri segera diobati, sebagian besar gejalanya akan hilang.

Komplikasi beri-beri

Beri-beri sebenarnya merupakan kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan komplikasi parah dan mengancam hidup seseorang. Namun, jika pengobatan dilakukan sejak dini, gejala beri-beri bisa dihilangkan. Jika beri-beri tidak atau terlambat diobati, maka gejalanya bisa menjadi permanen. Oleh karena itu, seseorang harus mendapatkan pengobatan segera ketika mengalami gejala-gejala yang berhubungan dengan beri-beri atau ketika merasa diet kurang tiamin. Setelah mendapatkan pengobatan, Anda bisa meminimalisir risiko komplikasi yang serius dengan mentaati jadwal dan rencana pengobatan yang sudah dirancang khusus oleh profesional kesehatan. Komplikasi beri-beri antara lain:
  • Sakit atau rasa ketidaknyamanan yang kronis
  • Gagal jantung kongestif (jantung kurang mampu memompa darah)
  • Kehilangan mobilitas (pergerakan)
  • Masalah neurologis, seperti kehilangan memori, kebingungan dan ensefalitis
  • Psikosis
  • Pingsan dan koma
Referensi:
  1. Beriberi. PubMed Health, a service of the NLM from the NIH. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001379/.
  2. Wernicke-Korsakoff syndrome. PubMed Health, a service of the NLM from the NIH. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001776/.
  3. Collins RD. Differential Diagnosis in Primary Care, 5th ed. Philadelphia: Lippincott, Williams & Williams, 2012.
Gambar beri-beri: Tropenmuseum of the Royal Tropical Institute (KIT)

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.