Tangan Sering Berkeringat? Itu Hiperhidrosis

Saturday, April 12, 2014
Hiperhidrosis pada telapak tangan

Hiperhidrosis adalah kondisi dimana keringat keluar secara berlebihan. Penderita hiperhidrosis mungkin akan berkeringat bahkan di saat cuaca dingin atau saat mereka tidak beraktivitas. Hiperhidrosis seringkali menjadi masalah yang serius dan cukup memalukan karena bisa mempengaruhi hubungan sosial, hubungan kerja, bahkan keintiman dengan pasangan.

Hiperhidrosis umumnya hanya terjadi pada salah satu bagian tubuh saja. Yang paling sering adalah pada telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak. Namun dalam beberapa kasus, hiperhidrosis juga dapat terjadi di seluruh bagian tubuh.

Hiperhidrosis terbagi dalam dua jenis, yaitu:
  • Hiperhidrosis primer - tidak diketahui penyebabnya (kemungkinan faktor genetik)
  • Hiperhidrosis sekunder- disebabkan karena suatu kondisi
Penyebab

Hiperhidrosis sekunder bisa disebabkan oleh kondisi-kondisi sebagai berikut:
  • Keadaan emosional yang tinggi (misal: kesedihan yang berlarut-larut, ketakutan, marah dan stres)
  • Menopause
  • Memakan makanan pedas
  • Demam
  • Infeksi
  • Kanker, seperti limfoma
  • Penyakit tiroid seperti hipertiroidisme
  • Akromegali atau anterior pituitary tumor
  • Gangguan pada hipotalamus
  • Tumor adrenal
  • Penyakit parkinson
  • Stroke
  • Penyakit paru-paru
  • Gangguan sistem saraf
  • Diabetes
  • Pheochromocytoma 
  • Tuberkolosis (TBC)
  • Sindrom karsinoid  
  • Penyakit jantung
  • Cedera tulang belakang
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti: obat penurun demam (antipiretik), insulin, meperidine, obat perangsang muntah, alkohol, pilokarpin
Gejala

Gejala hiperhidrosis meliputi:
  • Telapak tangan atau telapak kaki berkeringat
  • Ketiak berkeringat
  • Perubahan jumlah keringat (bertambah banyak)
  • Perubahan pola berkeringat (lebih sering)
  • Perubahan bau yang terkait dengan kondisi berkeringat
  • Pakaian bernoda setelah dipakai
Faktor risiko

Faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena hiperhidrosis sekunder adalah kondisi yang menyebabkannya (hal diatas).

Diagnosis

Sebelum melakukan pemeriksaan fisik, dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan Anda. Dokter akan menanyakan:
  • Lokasi keringat berlebih
  • Kapan munculnya (siang atau malam)
  • Apakah terjadi tiba-tiba
  • Seberapa banyak keringat yang keluar
  • Apakah berkeringat terjadi ketika Anda sedang mengenang sesuatu (seperti sebuah peristiwa)
  • Apakah ada kondisi lain, seperti masalah berat badan, jantung berdebar, tangan sering dingin, demam, kurang nafsu makan.
Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis seseorang itu mengidap hiperhidrosis atau tidak. Namun ada kalanya dokter akan melakukan satu atau dua dari tes di bawah ini, yaitu:
  • Uji pati-iodine (starch-iodine). Hal ini untuk mengetahui kelenjar keringat di area berkeringat yang paling aktif.
  • Uji kertas. Semacam kertas khusus ditempatkan pada daerah yang berkeringat untuk menyerap keringat, kemudian kertas ditimbang.
Pengobatan

Pengobatan hiperhidrosis terdiri dari:

Perubahan gaya hidup
Untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman (fisik dan emosional) dan bau akibat berkeringat berlebih, cobalah untuk:
  • Sering mengganti pakaian
  • Rajin membersihkan diri
Pengobatan topikal (olesan/pada kulit)
Beberapa jenis terapi dapat diterapkan untuk mengurangi keringat berlebih di area tertentu, antara lain:
  • Aluminium klorida hexahydrate
  • Aluminium tetraklorida
  • Kompres formalin
  • Kompres glutaraldehid
  • Iontophoresis (stimulasi dengan arus listrik) - yang perlu diulang setiap hari atau setiap minggu, selanjutnya setiap 1-2 minggu; terapi ini dapat diterapkan apabila antiperspirant tidak bekerja
Obat-obatan
Obat-obatan di bawah ini jarang sekali digunakan mengingat efek samping yang dibawanya, tetapi obat-obatan ini mungkin saja akan diresepkan oleh dokter untuk mengurangi keringat berlebih Anda, antara lain:
  • Skopolamin
  • Fenoksibenzamin
  • Propantheline
Botulinum neurotoxin A
Zat ini adalah racun yang dihasilkan oleh bakteri yang menyebabkan botulisme. Suntikan toksin ini dapat mengurangi keringat di daerah tubuh tertentu. Toksin ini sering diberikan pada telapak tangan dan lengan. Efek dari satu suntikan toksin ini bisa bertahan selama 6-8 bulan.

Pencegahan

Belum diketahui cara yang efektif untuk mencegah keringat berlebih atau hiperhidrosis.

Gambar: wikinoticia

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.