Bahaya dan Penanganan Cacing Kremi

Saturday, January 18, 2014
Cacing kremi

Cacing kremi atau biadi adalah cacing putih kecil yang panjangnya kira-kira seperempat inci. Penderita cacing kremi bisa dari daerah mana saja dan golongan usia berapa pun. Namun yang paling sering terjangkit cacing kremi adalah anak-anak.

Gejala dan Perjalanan Penyakit Akibat Cacing Kremi

Cacing-cacing kremi dewasa akan mendiami usus besar bagian atas, dan memakan isi usus. Cacing-cacing kremi betina yang sudah dewasa akan menyimpan telurnya di dalam tubuh dan kemudian berpindah keluar melalui usus besar dan poros usus ke kulit, di sana mereka akan menembus kulit dan mengeluarkan telur yang banyak. Selanjutnya telur-telur ini akan menimbulkan rasa gatal yang hebat, dan menyebabkan si sakit menggaruk-garuk di bagian sekeliling poros-poros usus, sehingga banyak sekali telur-telur ini yang menempel di jari dan kuku. Dari situlah telur-telur tersebut dipindahkan ke mulut dan ditelan. Sesudah itu telur-telur beralih ke usus bagian bawah, dan terjadilah peredaran yang terus-menerus.

Telur-telur cacing kremi sering terdapat pada kuku dan jari anak-anak yang terjangkiti. Ada juga telur cacing kremi yang terbawa debu atau berpindah ke dalam makanan dari tangan yang kotor. Telur-telur cacing kremi bisa didapat kembali dari meja, kursi, rak, wc, baskom, bak mandi, sprei, kasur dll. Semua ini mengindikasikan bahwa apabila ada seorang saja yang terjangkit cacing kremi, maka seluruh anggota keluarga lain harus juga mendapatkan perawatan, karena infeksi ini besar kemungkinan menjalar ke anggota-anggota keluarga yang tinggal dalam lingkungan yang sama.

Ada juga orang yang terjangkit cacing kremi namun tidak menunjukkan gejala-gejala yang berarti. Sedangkan penderita lain akan mengalami gatal-gatal hebat di sekeliling dubur, kehilangan nafsu makan, berat badan menurun, mengompol, tidak bisa tidur, mudah tersinggung, menggertakkan gigi, mual, muntah-muntah dan malah hingga terjadi radang umbai usus buntu. Bahkan, pada anak-anak kecil, terinfeksi cacing kremi juga bisa menyebabkan kejang.

Perawatan

Rawat seluruh anggota keluarga di waktu yang sama. Piperazine menjadi obat yang mujarab untuk mengatasi cacing kremi. Sebaiknya digunakan setengah jam sebelum sarapan dan diberikan selama tujuh hari berturut-turut. Untuk dosis, mintalah saran dokter atau petugas kesehatan.

Pencegahan

Kebiasaan kesehatan yang buruk memegang peranan penting dalam penularan penyakit ini. Ajari selalu anak-anak untuk mencuci tangan hingga bersih sesudah dari wc dan sebelum makan, dan jagalah kukunya agar selalu pendek. Selain itu bersihkan semua mainannya dengan sabun, ini untuk mencegah penularan kepada anggota keluarga lain.

Gambar via healthyhippie.net

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.