Bukan Kopi Kalau Tidak Mengandung Kafein

Tuesday, September 17, 2013
Kafein merupakan kandungan utama yang terdapat di dalam kopi, tentunya selain air yang mencampurnya. Kafein adalah senyawa/zat yang berbentuk kristal dan memiliki rasa pahit, yang bekerja memiliki efek sebagai obat psikoaktif dan diuretik ringan.

Kopi

Kafein

Kafein dapat meningkatkan rangsang terhadap sistem saraf dan dapat menimbulkan rangsang berkemih (kencing). Selain itu, kafein juga diketahui dapat memberikan efek pada sistem kardiovaskuler. Konsumsi kafein dapat menyebabkan meningkatnya frekuensi dan kekuatan denyut jantung, dan juga berpengaruh pada peningkatan tekanan darah.

Meskipun demikian, banyak penelitian yang juga menyebutkan bahwa dampak kafein ini tergantung dari dosis dan kondisi individu yang bersangkutan. Kadar kafein yang ada dalam berbagai merk dan jenis kopi pun beragam. Kopi murni cenderung memiliki kadar kafein yang lebih tinggi, sedangkan kopi instan memiliki kadar kafein yang relatif lebih rendah.

Efek mengonsumsi kopi (kafein)

Secara umum, ada beberapa efek samping yang mungkin timbul setelah seseorang meminum kopi, antara lain:
  • Gelisah, karena efek kopi merangsang sistem saraf.
  • Berdebar-debar, karena efek peningkatan frekuensi dan denyut jantung serta rangsangan susunan saraf pusat.
  • Sakit kepala. Ini bisa jadi merupakan dampak dari perubahan tekanan darah akibat kafein, atau justru withdrawal effect dari penghentian kebiasaan konsumsi kopi (dampak akibat penghentian tiba-tiba konsumsi kopi setelah dalam jangka waktu tertentu mengkonsumi kopi dalam jumlah relatif banyak).
  • Gangguan pencernaan, karena kopi dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung.
  • Gangguan kencing, karena efek diuretik dari kopi yang merangsang produksi air kencing/urin.
  • Insomnia, karena efek perangsangan saraf pusat oleh kafein.
Nah bila Anda merasakan pusing atau jantung berdebar-debar setelah minum kopi, maka tersangka utamanya sudah jelas, yaitu kafein. Namun itu untuk kondisi orang yang sehat, beda ceritanya jika seseorang itu memiliki gangguan lain, bisa saja penyebabnya bukan kafein. Walaupun begitu, tidak semua orang akan merasakannya, efek samping dari kopi sangat bergantung pada kondisi individu dan dosis kafein yang dikonsumsi.

Di saat Anda dalam kondisi stress/tegang, maka efek samping dari kopi berupa keluhan-keluhan diatas juga dapat lebih terasa. Karena dalam suatu penelitian sudah dibuktikan bahwa konsumsi kopi pada kondisi stress dapat semakin memperberat keluhan akibat stress seperti peningkatan tekanan darah dan frekuensi denyut jantung.

Saran-saran dalam mengonsumsi kopi

Agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan dari kopi adalah:
  1. Membatasi jumlah kopi yang dikonsumsi serta mengenali batasan dosis tubuh kita.
  2. Mengenali efek samping kopi pada tubuh kita. Tidak semua efek samping akan muncul, ada yang memiliki keluhan di saluran cerna, sakit kepala, atau berdebar-debar.
  3. Melakukan pemeriksaan kesehatan berkala. Parameter yang paling penting untuk senantiasa diukur adalah tekanan darah. 
  4. Mengenali kandungan kafein pada produk lain. 
Kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tapi juga softdrink, teh, coklat, dll. Pada kondisi kita hanya minum sedikit kopi, tapi banyak mengkonsumsi produk berkafein lain, maka efek samping tetap dapat timbul karena kadar akumulatif kafein yang di atas ambang batas.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.