Hepatitis C Yang Tersembunyi, Waspada! Bisa Kronis

Saturday, March 16, 2013
Penurunan nafsu makan, nyeri otot, letih, dan sakit kepala perlu diwaspadai. Pasalnya gejala itu bisa saja disebabkan karena penyakit hepatitis C atau lever. Penyakit yang disebabkan oleh virus C (Hepatitis C Virus – HCV) ini pun bisa menyerang organ hati yang kemudian menjadi kanker.

Penyakit hepatitis C beresiko besar untuk berkembang menjadi penyakit kronis, berujung pada sirosis hati dan kanker hati yang menyebabkan kematian. Sementara itu, belum ada vaksin untuk virus jenis hepatitis C ini, sehingga sulit dilakukan pencegahan.
Menurut data, diperkirakan 170 juta orang di dunia terkena Hepatitis C. Di Indonesia, jumlah penderita Hepatitis C mencapai 2,5 juta orang. Kebanyakan penderitanya di usia produktif dan sekitar 1-4 persen dari mereka meninggal setiap tahun karena kanker hati dan sekitar 20-25 persen lainnya mengalami sirosis hati, yang bisa membuat hati mengecil dan mengeras sehingga kinerja hati menjadi buruk.
Virus hepatitis C
Virus Hepatitis C
Kebanyakan penderita HIV/AIDS rentan terkena hepatitis C. Penyakit ini bisa disebabkan melalui pemakaian jarum suntik. Seperti tindik, tato, penggunaan narkoba suntik, penggunaan peralatan medis yang tidak steril dan transfusi darah yang beresiko menularkan penyakit berbahaya ini. Selain itu penularan juga bisa melalui alat perawatan tubuh bersama seperti silet cukur, sikat gigi dan gunting kuku. Bedanya dengan jenis hepatitis B, penularan jenis hepatitis C tidak melalui kontak pribadi (misalnya hubungan seks atau kelahiran bayi dari ibu yang terinfeksi). Namun sumber penularan terbesar adalah jarum suntik yang digunakan bersama-sama di antara para pengguna narkoba. Jenis hepatitis C lebih ganas dibanding Jenis hepatitis B.

Virus hepatitis C, akan terus berkembang cepat, dan sekitar 10-30 persen orang yang terinfeksi selama lebih dari 30 tahun akan mengalami sirosis. Sirosis lebih banyak terjadi pada orang yang terinfeksi hepatitis B atau HIV, dan pecandu alkohol. Orang yang terkena sirosis memiliki risiko 20 kali lebih besar terkena kanker hati.
Sirosis hati merupakan konsekuensi dari penyakit kronis hati yang ditandai dengan adanya penggantian jaringan normal dengan jaringan fibrous sehingga sel-sel hati akan kehilangan fungsinya.
Namun sayangnya, tidak ada gejala khusus yang ditimbulkan oleh hepatitis C sehingga penderita bisa bertahun-tahun terinfeksi tanpa menyadari bahwa dirinya mengidap VHC dan berpotensi menularkannya. Hal ini yang tidak disadari penderitanya sehingga pasien datang ke rumah sakit sudah dalam keadaan kronis dan sulit untuk disembuhkan. Virus hepatitis C berada dalam darah dan cairan tubuh, dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah khusus, dimana di dalam darah ditemukan adanya HCV-RNA setelah 1-2 minggu terinfeksi virus jenis hepatitis C (VHC). Hepatitis C memang terkesan menyeramkan karena karakteristik virusnya yang “pandai” mengecoh, dan berkembang tanpa diketahui sudah mencapai tahap berbahaya.

Biasanya kalau sudah positif hepatitis C, penderita mengalami penurunan nafsu makan, nyeri otot, letih dan sakit kepala. Jika sudah berkembang menjadi penyakit sirosis hati, bisa menyebabkan tekanan darah tinggi pada vena yang mengalir ke hati, akumulasi cairan di perut, mudah memar atau berdarah, vena melebar, khususnya di lambung dan esofagus, sakit kuning (kulit menguning) akibat meningkatnya bilirubin dalam plasma darah dan kerusakan otak.

Kredit foto : fineartamerica.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.