06 April 2020

Pengertian dan Manfaat Epidemiologi

Epidemiolog
Ilustrasi ahli epidemiologi (Gambar: https://www.wlns.com/)

Apa itu epidemiologi?
Epidemiologi adalah studi tentang kemunculan, distribusi, dan pengendalian penyakit, kecacatan, dan kematian pada suatu populasi.

Bidang epidemiologi menggabungkan ilmu biologi, kedokteran klinis, sosiologi, matematika dan ekologi dengan tujuan untuk memahami pola masalah kesehatan dan meningkatkan kesehatan manusia di seluruh dunia.

Apa itu epidemiolog?
Kata "epidemiologi" berasal dari bahasa Yunani "epi," yang berarti pada atau menimpa, "demos," yang berarti orang-orang, dan "logia" yang berarti ilmu. Jadi, secara harfiah, epidemiologi adalah studi tentang apa yang menimpa orang-orang.

Dokter Yunani kuno Hippocrates dianggap sebagai bapak epidemiologi. Hidup antara abad keempat dan kelima SM, ketika sebagian besar perawatan dan obat-obatan kala itu mengandalkan takhayul, Hippocrates adalah yang pertama menggunakan pemikiran rasional untuk menghubungkan masalah kesehatan dengan penyebab lingkungan atau alami. Dia menyarankan perawatan seperti pembedahan, modifikasi diet dan pengobatan herbal. Dia juga menciptakan istilah "endemik" (penyakit khusus untuk daerah tertentu) dan "epidemi" (penyakit khusus pada suatu titik waktu). Kata epidemiolog adalah mereka yang mempelajari atau mempraktikkan epidemiologi atau ahli epidemiologi.

Bagaimana epidemiolog bekerja?
Epidemiolog dapat dianggap sebagai dokter umat atau massa. Seorang dokter klinis berbeda dari seorang epidemiolog karena dokter klinis hanya berfokus pada kesehatan masing-masing pasien, dan mendiagnosis serta merawat setiap pasien berdasarkan penilaian klinis, pengalaman dan pengetahuan ilmiah. Sebaliknya, seorang epidemiolog berfokus pada kesehatan kolektif masyarakat dan terkadang populasi manusia secara global.

Epidemiolog bekerja dengan memahami sumber penyakit dan efek kesehatan negatif lainnya, dan memperkirakan berapa banyak orang yang akan terpapar dan bagaimana penyakit ini dapat menyebar pada suatu populasi.

Epidemiolog menggunakan statistik, model matematika dan biologi dan pengetahuan ilmiah untuk menentukan tindakan kesehatan masyarakat yang tepat untuk mengendalikan dan mencegah masalah kesehatan.

Meskipun umumnya terkait dengan penyakit menular dan wabah, epidemiolog juga dapat mempelajari masalah kesehatan yang tidak menular, seperti prevalensi kanker paru-paru akibat merokok atau peningkatan laju bunuh diri di masyarakat. Meskipun penyebab masalah kesehatan ini mungkin berbeda, tapi alat dan metode yang digunakan para epidemiolog untuk menyelidiki masalah ini adalah sama.

Segitiga epidemiologi (trias epidemiologi)
Sebagai seorang detektif penyakit, setiap epidemiolog membutuhkan 'kotak' peralatan ekstensif untuk menemukan dan menyelidiki petunjuk. Dan di pusat setiap 'kotak' peralatan epidemiologis adalah apa yang disebut segitiga epidemiologi.

Segitiga adalah model untuk menjelaskan hubungan antara penyebab penyakit dan kondisi yang memungkinkannya untuk bereproduksi atau menyebar. Segitiga memiliki tiga sudut yang mewakili "siapa, apa dan di mana". "Siapa" adalah inang, atau orang yang memiliki penyakit. "Apa" adalah agen, atau penyebab penyakit. Dan "di mana" adalah lingkungan, atau faktor eksternal yang memungkinkan dan membantu dalam penularan penyakit.

Segitiga epidemiologi
Segitiga epidemiologi (Gambar: Wiki Common)

Manfaat epidemiologi
Tujuan dari seorang epidemiolog adalah untuk mengungkap informasi yang dapat membantu memutuskan setidaknya satu tautan antara sudut-sudut segitiga, memutus hubungan antara inang, agen dan lingkungan, dan menghentikan penyebaran penyakit.

Di masa lalu, jika seorang dokter menemukan organisme yang telah membuat orang sakit, sebagian orang mungkin berpikir bahwa masalah telah diselesaikan. Tapi sekarang kita tahu bahwa menemukan organisme saja tidaklah cukup. Epidemiologi adalah disiplin integratif, memahami bagaimana inang dan lingkungan berinteraksi untuk menyebabkan penyakit. Melalui penggunaan desain penelitian dan teknik analitik canggih, ahli epidemiologi dapat menggunakan informasi keduanya tentang manusia, atau inang, termasuk faktor risiko genetik, dan organisme.