Cara Tepat Menyiapkan Susu Formula Bayi

Friday, January 23, 2015
Susu formula

Sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang dan belum sesempurna orang dewasa, sehingga bayi jauh lebih rentan terkena penyakit atau infeksi. Untuk itulah Anda harus selalu menjaga kebersihan ketika menyiapkan atau membuat susu formula bagi bayi.

Bakteri dalam susu formula

Meskipun pak atau kaleng susu formula disegel dengan baik, namun adakalanya susu formula dapat mengandung bakteri Enterobacter sakazakii, atau bahkan Salmonella. Bakteri-bakteri ini memang jarang ditemukan di dalam susu formula, namun dapat mengancam jiwa. Bakteri-bakteri ini biasanya tidak dapat bertahan hidup pada suhu lebih dari 60°C.

Bakteri berkembang biak dengan sangat cepat pada suhu kamar (20-25°C). Bahkan ketika susu disimpan di dalam lemari es, bakteri tetap bertahan dan berkembang biak, meskipun mereka berkembang biak lebih lambat dalam cuaca dingin. Maka dari itu, untuk mengurangi risiko infeksi, langkah terbaik untuk menyajikan susu formula adalah membuatnya sesaat sebelum diberikan kepada bayi.

Menggunakan air kemasan untuk membuat susu formula

Jika membuat susu formula menggunakan air kemasan, maka pastikan Anda melihat keterangan kandungan mineral pada kemasannya. Kadar Natrium (sering juga ditulis dengan Na) harus kurang dari 200 mg per liter, dan kadar Sulfat (sering juga ditulis dengan SO atau SO4)  tidak boleh melebihi 250 mg per liter. Sayangnya air-air kemasan dalam negeri sering mencantumkan kadar mineral tersebut pada kemasan botolnya. Air kemasan juga harus disterilkan dengan cara direbus sebelum digunakan untuk membuat susu formula.

Mensterilkan peralatan

Seluruh peralatan yang digunakan untuk membuat susu formula harus disterilkan untuk mengurangi kemungkinan bayi jatuh sakit atau diare. Lepaskan seluruh bagian botol dan rendam di dalam air mendidih minimal 5 menit di dalam wadah tertutup. Setelah selesai disterilkan, letakkan botol dalam posisi terbalik dan biarkan mengering dengan sendirinya, lalu simpan di wadah tertutup yang steril.

Menyiapkan susu formula

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan susu formula adalah selalu merebus air yang baru, maksudnya air yang sudah pernah direbus jangan digunakan untuk direbus kembali.

Berikut langkah-langkah untuk menyiapkan susu formula bagi bayi:
  1. Rebus air sampai mendidih lalu biarkan mendidih selama minimal 3 menit sebelum api dimatikan.  Lalu dinginkan air namun jangan sampai suhunya kurang dari 70°C. Sebagai perbandingan, 1 liter air biasanya tetap berkisar antara suhu 70°C bila didinginkan di suhu ruangan selama 30 menit, semakin sedikit air yang direbus, semakin cepat waktu pendinginannya.
  2. Bersihkan permukaan tempat yang akan Anda gunakan untuk menyiapkan susu formula.
  3. Cuci tangan dengan menggunakan air mengalir.
  4. Taruh botol pada tempat yang sudah Anda bersihkan.
  5. Masukkan air ke dalam botol sesuai kebutuhan, pastikan ukurannya tepat.
  6. Masukkan susu formula ke dalam botol sesuai anjuran yang tertera pada kemasan susu formula (misal, dua sendok takar untuk 60 ml air).
  7. Tutup rapat dot dengan memutar cincinnya, lalu kocok hingga susu dan air tercampur sempurna.
  8. Dinginkan terlebih dahulu susu formula sebelum diberikan kepada bayi. Bisa dengan merendamnya di air dingin yang bersih (jangan merendam sampai ke cincin botol). Bila dirasa sudah cukup, uji terlebih dahulu susu dengan meneteskannya pada pergelangan tangan Anda. Suhu susu formula yang diberikan harus sesuai dengan suhu tubuh, hangat namun tidak panas.
Hal-hal yang perlu diperhatikan

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait menggunakan atau menyiapkan susu formula bagi bayi:
  • Susu formula yang telah dibuat lebih dari dua jam (waktu basi susu formula bervariasi), sebaiknya tidak digunakan lagi.
  • Selalu membuat susu formula sesuai keterangan pada kemasan. Beda susu formula, dapat berbeda pula perbandingan air dan susunya.
  • Jangan melebih-lebihkan atau mengurangi takaran perbandingan antara air dan susu formula. Susu formula yang terlalu kental dapat menyebabkan bayi sembelit, sedangkan susu formula yang terlalu encer dapat menyebabkan bayi kekurangan nutrisi. Selalu perhatikan cara pembuatan susu formula pada kemasan, karena pihak pabrik bisa saja melakukan perubahan-perubahan, meskipun hal ini sangat jarang terjadi.
  • Hanya menggunakan sendok takar yang disertakan dalam kemasan dan pastikan untuk selalu melihat tanggal kadaluarsanya.
  • Jangan menambahkan apapun di dalam susu formula.
  • Jangan memanaskan botol susu di dalam microwave, karena dapat memanaskan dotnya yang akhirnya dapat membakar mulut bayi.
Satu hal yang terkadang menjadi pertanyaan terkait penyiapan susu formula adalah tentang cara memasukkan air terlebih dahulu baru kemudian susu formula. Selain hal itu memang sudah menjadi aturan yang dianjurkan pada kemasan, penjelasan hal ini sebenarnya cukup sederhana. Sebagai contoh: pada kemasan tertera takarannya adalah 30 ml air untuk satu sendok takar. Bila 30 ml air tercampur dengan satu sendok takar susu, maka hasilnya akan lebih dari 30 ml. Jelas berbeda bukan bila memasukkan susu terlebih dahulu baru menambahkan air hingga mencapai tanda garis 30 ml? Hasilnya susu formula akan lebih kental. Dan seperti yang kami sebutkan di atas, susu yang terlalu kental dapat menyebabkan bayi mengalami sembelit atau bahkan dehidrasi. Untuk itulah agar selalu mengikuti aturan pembuatan pada kemasan susu formula.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.