Aromaterapi, Pengobatan Kuno yang Kembali Digemari

Monday, June 10, 2013
Aromaterapi atau aromatheraphy merupakan teknik penyembuhan dengan memanfaatkan konsentrasi minyak esensial yang sangat aromatik, dan diekstraksi dari tumbuh-tumbuhan. Penerapan aromaterapi bisa dengan berbagai cara yaitu, dipanaskan pada tungku lilin atau listrik, dioles langsung pada kain/kertas, dioleskan pada saluran udara atau bisa juga dioleskan pada bola lampu.

Kembali dulu ke sejarah aromaterapi, berbagai peninggalan seni dan lukisan dari kebudayaan kuno Mesir, China, dan Persia kuno menunjukkan bahwa kandungan inti (essens) dari tumbuhan banyak sekali digunakan, dan para pemuka agama dan tabib pada kala itu menganggap essens sebagai minyak yang sangat berharga.

Pada masa itu, esens tanaman banyak digunakan untuk menyembuhkan penyakit, sebagai dupa dalam ritual keagamaan, untuk minyak pembalsem mayat, untuk parfum,  maupun untuk kebutuhan kuliner (makanan). Namun, pada abad-abad terakhir metode penyembuhan dengan aromaterapi lambat laun ditinggalkan seiring dengan majunya ilmu kedokteran modern, terutama dengan hadirnya antibiotik dan obat-obatan sintetik. Namun menjelang abad ke-21, pengetahuan dan minat terhadap metode penyembuhan alami semacam aromaterapi mulai digemari kembali.
Minyak aromaterapi
Minyak aromaterapi dalam berbagai aroma (Foto via prweb.com)
Teknik pijat adalah teknik aromaterapi yang paling banyak dilakukan. Dengan pemijatan, daya penyembuhan yang terkandung di dalam minyak esensial akan meresap melalui kulit dan dibawa ke dalam tubuh, mempengaruhi jaringan internal dan organ-organ tubuh. Akan tetapi, minyak esensial akan menjadi berbahaya bila diaplikasikan langsung pada kulit dalam bentuk yang murni. Minyak esensial baru boleh digunakan setelah sebelumnya dilarutkan dengan minyak dasar seperti minyak minyak kedelai atau minyak zaitun.

Seorang aromaterapis yang terlatih biasanya akan merencanakan teknik pemijatan menyeluruh yang bersifat individual, yaitu berdasarkan riwayat keluhan pasiennya. Dari pengalaman dan pengetahuannya, aromaterapis akan memilih jenis minyak esensial apa yang cocok untuk menyembuhkan pasiennya. Dengan demikian, pilihan minyak yang tepat selain bermanfaat untuk mengobati penyakit fisik, juga bisa mengatasi persoalan emosional/stres pada pasien.

Cara lain adalah dengan menambahkan tetesan minyak esensial ke dalam air hangat, yang digunakan untuk berendam. Dengan cara ini. Efek minyak esensial biasanya akan membuai perasaan dan membuat rileks, melarutkan pegal-pegal dan nyeri, juga memberi efek yang merangsang dan mengembalikan energi. Sebagai tambahan, pasien akan memperoleh manfaat tambahan dari menghirup uap harum minyak aromaterapi yang menguap dari air panas.
Cara-cara aplikasi aromaterapi yang lain adalah dengan kompres, kumur, atau oles dalam bentuk krim maupun cair
Menghirup minyak aromaterapi sendiri dianggap sebagai cara penyembuhan yang paling langsung dan cepat. Hal ini dikarenakan molekul-molekul minyak esensial yang mudah menguap bereaksi langsung pada organ penciuman dan langsung dipersepsikan oleh otak. Cara yang populer ini disebut inhalasi atau menghirup uap. Beberapa tetes minyak esensial dimasukkan ke dalam air panas di sebuah baskom/wadah. Dengan kepala di atas baskom, pasien menutup kepala, wajah, dan baskom dengan handuk sehingga uap yang naik seluruhnya dapat terhirup. Beberapa jenis minyak esensial bahkan bisa diteteskan ke saputangan atau bantal untuk dihirup langsung oleh pasien.
Sebagaimana dengan pijat, aromaterapi bisa membantu penyembuhan penderita stroke dalam membebaskan mereka dari stres, maupun gejala-gejala lain yang terkait dengan stres seperti kecemasan, insomnia, hingga depresi.

Cara-cara aplikasi aromaterapi yang lain adalah dengan kompres, kumur, atau oles dalam bentuk krim maupun cair. Saat ini sudah banyak sekali bentuk-bentuk aromaterapi antara lain berbentuk minyak essensial (tentu saja), dupa, lilin, minyak pijat, garam. sabun mandi. Saat ini, minyak aromaterapi juga tersedia dalam berbagai jenis aroma, mulai dari lavender, lemon, jasmine, kenanga dan masih banyak lagi. Setiap aromanya memiliki khasiat tersendiri.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.