Jadwal dan Tujuan Pemberian Imunisasi Lengkap

Advertisement
Vaksin

Imunisasi berasal dari kata imun, yang berarti kebal atau resisten. Diimunisasi, artinya diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Anak yang diimunisasi akan kebal atau resisten terhadap suatu penyakit, tetapi belum tentu kebal terhadap penyakit yang lain. Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terekspos/terpajan suatu penyakit, maka ia tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

Jadwal pemberian imunisasi

Di bawah ini adalah daftar/jadwal imunisasi wajib bagi bayi di Indonesia, imunisasi tambahan bagi balita dan anak sekolah, dan imunisasi untuk Wanita Usia Subur (WUS).

Jadwal imunisasi pada Bayi
Jenis ImunisasiUsia PemberianJumlah PemberianInterval minimal
Hepatitis B0 - 7 hari1-
BCG 1 bulan1-
Polio / IPV1, 2, 3, 4 bulan44 minggu
DPT-HB-Hib2, 3, 4 bulan34 minggu
Campak9 bulan1-
 Sumber: Dirjen PP dan PL Depkes RI, 2013


Jadwal imunisasi pada Anak Balita
Jenis ImunisasiUsia PemberianJumlah Pemberian
DPT-HB-Hib18 bulan1
Campak24 bulan1
 Sumber: Dirjen PP dan PL Depkes RI, 2013


Jadwal imunisasi pada Anak Sekolah Dasar (SD/Sederajat)
SasaranJenis ImunisasiWaktu PemberianKeterangan
Kelas 1 SDCampakBulan AgustusBulan Imunisasi
Anak Sekolah
Kelas 1 SDDTBulan November
Kelas 2 & 3 SDTdBulan November
 Sumber: Dirjen PP dan PL Depkes RI, 2013


Jadwal imunisasi Wanita Usia Subur (WUS)
Jenis ImunisasiUsia PemberianMasa Perlindungan
TT1--
TT21 bulan setelah TT13 tahun
TT36 bulan setelah TT25 tahun
TT412 bulan setelah TT310 tahun
TT512 bulan setelah TT425 tahun
 Sumber: Dirjen PP dan PL Depkes RI, 2013


B. Pengertian Vaksin

Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu.

Tabel di bawah ini menjelaskan jenis-jenis vaksin, cara pemberian, dan tujuan / fungsinya:

Jenis VaksinCara PemberianTujuan / Fungsi
Hepatitis BInjeksi atau suntikan
(biasanya paha)
Mencegah penyakit Hepatitis B
BCGInjeksi atau suntikan
pada lengan kanan atas
Mencegah penyakit tuberkulosis.
Vaksin Polio Oral
(Oral Polio Vaccine [OPV])
Diteteskan di mulutMencegah penyakit poliomielitis.
Vaksin Inactive
Polio Vaccine (IPV)
Injeksi atau suntikanMencegah penyakit poliomielitis
Vaksin
DPT – HB – HIB
Injeksi atau suntikan
(biasanya paha)
Mencegah penyakit difteri, tetanus,
pertusis (batuk rejan), hepatitis B,
dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b
secara simultan
Vaksin CampakInjeksi atau suntikan
pada lengan kiri atas
Mencegah penyakit campak
Vaksin DTInjeksi atau suntikanMencegah penyakit difteri
dan tetanus
Vaksin TdInjeksi atau suntikanMencegah penyakit tetanus dan
difteri (imunisasi ulangan)
Vaksin TTInjeksi atau suntikanMencegah tetanus neonatorum pada
wanita usia subur


Article Resources
  • Buku Ajar Imunisasi Kemenkes RI
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer