Histerektomi atau Operasi Pengangkatan Rahim

Advertisement
Histerektomi perut

Apa itu Histerektomi?

Histerektomi adalah proses pembedahan atau operasi pengangkatan rahim wanita. Rahim atau uterus adalah tempat dimana janin tumbuh ketika wanita hamil, sedangkan lapisan pada rahim merupakan sumber darah menstruasi pada wanita. Setelah rahim diangkat, seorang wanita tidak lagi mengalami menstruasi, dan tidak lagi memiliki kemampuan untuk hamil.

Mengapa Histerektomi dilakukan?

Histerektomi dilakukan jika terdapat masalah berat yang terkait dengan rahim, yang tidak dapat diatasi dengan metode pengobatan lain.

Berikut adalah alasan dilakukannya histerektomi:
  • Fibroid rahim yang besar.
  • Perdarahan berat rahim atau vagina.
  • Kanker rahim.
  • Kanker ovarium (indung telur).
  • Kanker serviks (leher rahim).
  • Prolaps rahim atau lebih dikenal sebagai peranakan turun. Kondisi dimana rahim turun melalui serviks dan menonjol ke saluran vagina.
  • Endometriosis. Kondisi dimana lapisan dalam rahim tumbuh di luar rongga rahim, menyebabkan rasa sakit dan pendarahan.
  • Adenomiosis. Kondisi dimana lapisan dalam rahim tumbuh ke dalam otot rahim
  • Penyakit radang panggul. Infeksi serius pada organ reproduksi.

Histerektomi juga dapat dilakukan sebagai tindakan pencegahan pada wanita yang secara genetik (keturunan) berisiko tinggi terkena kanker rahim atau displasia serviks (kondisi pra-kanker leher rahim). Dari keseluruhan histerektomi, hanya sekitar 10 persen yang dilakukan karena alasan kanker.

Fibroid rahim sejauh ini merupakan alasan yang paling umum untuk dilakukannya histerektomi. Fibroid rahim adalah pertumbuhan tumor jinak pada rahim. Meskipun sebagian besar fibroid rahim besifat jinak, tapi tidak menutup kemungkinan dapat berubah menjadi kanker atau menyebabkan kanker. Biasanya, histerektomi untuk kasus fibroid rahim dilakukan bila ukurannya sudah terlalu besar (ukurannya lebih besar dari dua bulan kehamilan), dan mengalami nyeri dan pendarahan hebat yang menyebabkan anemia.

Metode Histerektomi

Histerektomi merupakan operasi yang aman, namun seaman apapun operasi akan tetap ada risiko komplikasi. Tindakan-tindakan pencegahan untuk mengeliminasi atau meminimalisir risiko histerektomi harus dilakukan. Beberapa jenis pemeriksaan seperti Pap, biopsi endometrium, dan USG panggul perlu dilakukan sebelum histerektomi.

Histerektomi perut

Metode histerektomi yang paling sering dilakukan adalah histerektomi dengan insisi (sayatan) pada dinding perut. Metode ini juga dikenal sebagai histerektomi perut yang biasanya dilakukan dengan anestesi (bius) umum. Insisi biasanya dilakukan secara horizontal di sepanjang pubis, tapi insisi mungkin juga dilakukan secara vertikal untuk operasi yang lebih ekstensif. Panjang insisi biasanya lebih kurang sama dengan panjang insisi untuk operasi Caesar.

Keuntungan dari histerektomi perut adalah seluruh rongga perut dan rongga panggul dapat diekplorasi untuk memeriksa penyebaran kanker atau endometriosis. Ovarium dan tuba fallopi (saluran penghubung ovarium dan rahim) mungkin juga bisa diangkat jika dibutuhkan. Kelemahan dari histerektomi perut adalah pendarahan lebih banyak, dan pemulihan akan memakan waktu cukup lama (biasanya 4 sampai 6 minggu).

Histerektomi vaginal

Histerektomi vaginal adalah pengangkatan rahim melalui saluran vagina dan rahim dikeluarkan melalui sayatan yang dibuat di ujung atas bagian ini. Saluran vagina merupakan jalan dan prosedur yang paling aman dan hemat biaya untuk mengangkat rahim. Namun, hanya sekitar 22 persen dari seluruh histerektomi yang dilakukan melalui vagina.

Histerektomi vaginal tidak dilakukan pada kasus kanker. Juga jika rahim seorang wanita ukurannya besar, atau saluran vagina atau lengkung kemiringannya sempit, maka histerektomi vaginal tidak bisa dilakukan. Histerektomi vaginal dapat dilakukan dengan anestesi umum, atau anestesi regional (lokal) dengan hasil yang lebih baik dan minim komplikasi.

Histerektomi vaginal plus laparoskopi

Histerektomi vaginal yang dilakukan bersamaan dengan laparoskopi akan memberikan hasil yang lebih baik. Laparoskopi adalah prosedur medis yang menggunakan tabung tipis elastis berkamera untuk melihat struktur di dalam perut. Dengan bantuan laparoskopi pada histerektomi vaginal, bagian dalam perut dapat dilihat dengan jelas untuk melihat keberadaan kanker.

Beberapa keunggulan histerektomi vaginal yang dilakukan bersamaan dengan laparoskopi adalah ukuran insisi pada perut kecil (insisi untuk memasukkan laparoskop), rawat inap di rumah sakit lebih cepat, minim luka dan minim pendarahan, yang artinya minim risiko infeksi. Sedangkan kelemahannya adalah waktu operasi yang lebih lama dan risiko cedera saluran kemih lebih tinggi.

Jenis Histerektomi

Histerektomi terdiri dari 4 jenis utama. Jenis histerektomi yang dipilih tergantung dari diagnosis, kondisi pasien, seberapa banyak struktur rahim dan struktur sekitarnya yang harus diangkat, dan berdasarkan pengalaman dan kecenderungan ahli bedah.

Empat jenis utama histerektomi

Jenis Histerektomi Struktur yang diangkat
Histerektomi parsial Rahim
Histerektomi total Rahim dan serviks
Histerektomi total dengan salpingo-ooforektomi bilateral Rahim, serviks, salah satu atau kedua tuba fallopi dan ovarium diangkat
Histerektomi radikal Rahim, serviks, tuba fallopi dan ovarium, serta bagian dari vagina, jaringan lemak dan kelenjar getah bening diangkat

Yang paling sering dilakukan adalah histerektomi total. Pengangkatan ovarium dan tuba falopi mungkin dilakukan jika terdapat komplikasi infeksi atau kanker. Jika kedua ovarium diangkat, maka pasien selanjutnya akan membutuhkan terapi penggantian hormon.

Pasca Histerektomi

Waktu rawat inap di rumah sakit pasca histerektomi adalah antara dua sampai lima hari. Selama dirawat, tanda-tanda vital Anda, seperti pernapasan dan jantung akan terus dipantau. Aktivitas berjalan-jalan di rumah sakit mungkin akan disarankan oleh dokter, karena akan membantu mencegah terbentuknya pembekuan darah di kaki.

Jika yang dijalani adalah histerektomi vaginal, vagina akan dibalut dengan kassa atau kassa khusus untuk mengendalikan pendarahan. Kassa akan dilepas setelah beberapa hari setelah operasi. Namun mungkin Anda masih akan mengalami pendarahan ringan dari vagina selama sekitar 10 hari. Gunakan pembalut untuk mengatasinya.

Saat sudah pulang dari rumah sakit, berjalan merupakan aktivitas yang dianjurkan selama pemulihan, namun Anda harus menghindari aktivitas seperti:
  • Mendorong, menarik atau mengangkat benda berat
  • Membungkukkan tubuh
  • Melakukan hubungan intim.

Pasca histerektomi vaginal atau dengan laparoskopi, Anda mungkin sudah dapat beraktivitas seperti biasa dalam waktu tiga sampai empat minggu. Namun pemulihan total untuk histerektomi perut biasanya akan memakan waktu empat sampai enam minggu atau bahkan lebih.

Article Resources
  • Medicinenet. Hysterectomy. https://www.medicinenet.com/hysterectomy/article.htm
  • Rayur. What Is Hysterectomy? http://www.rayur.com/what-is-hysterectomy.html
  • Healthline. Hysterectomy. https://www.healthline.com/health/hysterectomy
  • News Medical. Hysterectomy Techniques. https://www.news-medical.net/health/Hysterectomy-Techniques.aspx
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer