Gejala dan Pengobatan Keracunan Semprotan Serangga

Advertisement
Semprotan serangga

Menggunakan semprotan serangga merupakan salah satu cara mudah untuk mengatasi gangguan serangga seperti nyamuk. Terlebih jika Anda berada di daerah rawan penyakit yang disebarkan melalui gigitan oleh nyamuk, seperti demam berdarah atau malaria.

Tapi jika semprotan serangga digunakan tidak sesuai aturan, maka dapat menyebabkan keracunan. Keracunan semprotan serangga terjadi karena seseorang terlalu banyak menghirup atau menelan racunnya.

Zat yang terkandung dalam semprotan serangga

Mengapa semprotan serangga dapat menyebabkan keracunan adalah karena mengandung zat yang disebut DEET (N,N-Diethyl-meta-toluamide). Zat ini memang ampuh untuk membunuh serangga seperti nyamuk, namun zat ini juga akan menjadi racun bagi manusia. Ada pula semprotan serangga yang mengandung piretrin (pyrethrin). Zat ini tergolong lebih aman bagi manusia namun kurang efektif ketimbang DEET untuk membunuh serangga. Tapi jika terhirup dalam jumlah yang besar, piretrin juga akan menyebabkan keracunan bagi manusia.

Gejala keracunan semprotan serangga

Gejala keracunan semprotan serangga bisa bervariasi pada tiap-tiap orang, dan juga tergantung dari jenis racun yang terkandung di dalamnya. Bisa jadi gejalanya ringan pada seseorang, atau berat pada orang lain.

Keracunan DEET dapat dengan cepat mempengaruhi sistem saraf pusat dan memunculkan gejala-gejala neurologis. Anak-anak dan bayi adalah yang paling terpengaruh.

Gejala keracunan DEET meliputi:
  • Sesak napas
  • Sakit perut
  • Muntah
  • Batuk-batuk
  • Asfiksia (kegagalan napas)
  • Tremor
  • Kejang
  • Disorientasi, linglung, dan kurang koordinasi anggota tubuh.

Di bawah ini adalah gejala yang disebabkan keracunan DEET di berbagai bagian tubuh.

Reaksi pada kulit

DEET adakalanya juga berefek buruk terhadap kulit karena dapat menyebabkan kemerahan di lokasi yang terkena. Biasanya hal ini tidak serius dan akan segera mereda setelah kulit dicuci bersih.

Reaksi kulit yang lebih parah seperti melepuh dan terbakar juga dapat terjadi apabila seseorang sering terpapar semprotan serangga yang mengandung DEET dalam jangka waktu lama.

Mata, telinga, hidung, dan tenggorokan

Rasa terbakar atau panas akan terjadi bila DEET disemprotkan ke bagian-bagian tubuh ini. Gejala biasanya akan hilang setelah dicuci, sedangkan luka bakar mungkin perlu diobati.

Perut dan usus (jika terhirup dalam jumlah yang kecil)

  • Iritasi sedang hingga parah
  • Mual dan muntah.

Hati dan darah (jika DEET terhirup dalam jumlah besar)

  • Tekanan darah turun
  • Detak jantung melambat.

Sistem saraf

  • Insomnia dan perubahan mood dapat terjadi jika menggunakan DEET dengan konsentrasi lebih dari 50% dalam jangka waktu lama
  • Disorientasi
  • Sempoyongan
  • Kejang
  • Koma
  • Kematian.

Sejauh ini, komplikasi keracunan DEET yang paling serius adalah kerusakan pada sistem saraf. Kematian dapat terjadi pada orang-orang yang mengalami kerusakan saraf akibat DEET.

DEET sangat berbahaya pada bayi dan anak-anak. Kejang dapat terjadi pada bayi dan anak-anak yang sering terpapar DEET pada kulit mereka dalam jangka waktu yang lama.

Perawatan keracunan semprotan serangga

Sementara reaksi pada kulit mungkin tidaklah berbahaya, keracunan bisa jadi sangat serius dan harus segera mendapatkan perawatan.

Berikut adalah poin-poin pertolongan pada korban keracunan semprotan serangga:
  • Jika korban terhirup, pindahkan ke tempat yang berudara segar.
  • Jika yang terkena adalah kulit atau mata, cuci dengan air mengalir hingga bersih.
  • Jika tertelan, berikan susu. Namun jika korban mengalami kesulitan menelan, jangan dipaksa untuk meminum susu.
  • Jika tertelan, berikan korban arang aktif atau karbon aktif untuk menyerap racunnya.
  • Tidak boleh menyuruh atau memaksa korban untuk muntah, kecuali jika memang sudah diinstruksikan oleh dokter.
  • Hubungi dokter.

Untuk kasus keracunan semprotan serangga berat, rumah sakit biasanya akan melakukan:
  • Transfusi cairan (infus)
  • Pemberian arang aktif
  • Pemberian obat untuk mengatasi efek racun
  • Tes darah dan urin
  • Pemasangan alat bantu pernapasan
  • Pemeriksaan bronkoskopi untuk melihat kondisi paru-paru dan saluran napas
  • Rontgen dada
  • EKG (elektrokardigram)
  • Gastric lavage (kuras perut atau bilas lambung)
  • Irigasi (cuci kulit)
Jenis pemeriksaan atau tindakan apa yang dilakukan akan tergantung dari kondisi keracunan pasien dan pertimbangan dokter.

Mencegah keracunan semprotan serangga

Bila digunakan sesuai aturan dan dalam jumlah yang kecil, DEET dan piretrin tidak berbahaya. Masalah serius baru akan terjadi jika seseorang menghirup atau menelan DEET atau piretrin dalam jumlah besar. Seberapa kuat gejala dan seberapa cepat pemulihannya akan tergantung dari seberapa banyak DEET atau piretrin yang terhirup atau tertelan dan seberapa cepat mendapatkan perawatan medis.

Untuk menghindari keracunan semprotan serangga, pastikan Anda menyemprotkannya jauh dari anak-anak. Persiapan arang aktif di rumah bisa menjadi tindakan pencegahan apabila terjadi keracunan semprotan serangga.
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer