Apakah Vitamin C Bisa Menyebabkan Efek Samping?

Advertisement
Rumus kimia vitamin C

Vitamin C merupakan nutrisi yang sangat penting bagi tubuh. Vitamin C banyak terdapat dalam buah dan sayuran.

Agar sistem kekebalan tubuh tetap kuat, seseorang perlu mengonsumsi vitamin C setiap hari. Vitamin C juga membantu mempercepat penyembuhan luka, menjaga tulang agar tetap kuat, dan meningkatkan fungsi otak.

Banyak yang mengklaim bahwa suplemen vitamin C akan memberikan manfaat yang lebih ketimbang vitamin C alami yang diperoleh dari buah dan sayuran. Salah satu alasan mengapa orang mengonsumsi suplemen vitamin C, adalah untuk mencegah serangan flu. Namun, saat ini banyak suplemen vitamin C yang berdosis tinggi, sehingga dapat menyebabkan efek samping.

Artikel ini akan membahas mengenai keamanan vitamin C, apakah boleh dikonsumsi dalam dosis tinggi dan apakah ada efek samping vitamin C jika dikonsumsi dalam dosis tinggi.

Vitamin C tidak dapat disimpan di dalam tubuh

Vitamin C termasuk golongan vitamin larut air, artinya akan larut dalam air. Berbeda dengan vitamin larut lemak, vitamin larut dalam air tidak dapat disimpan di dalam tubuh.

Vitamin C yang Anda konsumsi akan diangkut ke jaringan-jaringan tubuh melalui cairan tubuh. Jika terjadi kelebihan vitamin C, maka akan dikeluarkan tubuh bersama dengan urin.

Karena tubuh tidak dapat menyimpan vitamin C dan tubuh juga tidak dapat memproduksinya, maka sangat penting untuk mengonsumsi vitamin C setiap hari. Namun, suplemen vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan efek samping, seperti gangguan pencernaan dan batu ginjal.

Sebenarnya seseorang tidak perlu lagi mengonsumsi suplemen vitamin C jika sudah mengonsumsi buah dan sayuran dalam jumlah yang cukup.

Vitamin C dosis tinggi bisa menyebabkan gangguan pencernaan

Efek samping yang paling umum akibat mengonsumsi vitamin C dosis tinggi adalah gangguan pencernaan. Namun secara umum, efek samping ini tidak terjadi pada vitamin C yang dikonsumsi dari buah dan sayuran, melainkan hanya terjadi jika dikonsumsi melalui suplemen vitamin C.

Jika vitamin C dikonsumsi dengan dosis lebih dari 2.000 mg sekaligus, kemungkinan besar akan terjadi gangguan pencernaan. Para ahli telah menetapkan batas tertinggi dosis vitamin C yang dapat ditolerir adalah 2.000 mg.

Gejala pencernaan yang umum terjadi akibat mengonsumsi vitamin C dosis tinggi adalah diare dan mual. Selain itu juga dilaporkan dapat menyebabkan refluks asam lambung, meskipun hal ini belum diidukung oleh bukti-bukti yang kuat.

Jika memang Anda mengalami gangguan pencernaan akibat mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, cukup kurangi saja dosisnya, atau hindari mengonsumsinya.

Vitamin C dapat menyebabkan kelebihan zat besi

Vitamin C diketahui dapat meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Vitamin C memiliki kemampuan untuk mengikat zat besi non-heme, zat besi yang berasal dari makanan nabati. Zat besi non-heme tidak diserap tubuh seefisien zat besi heme, yaitu zat besi yang berasal dari makanan hewani.

Vitamin C akan mengikat zat besi non-heme, sehingga lebih mudah diserap tubuh. Ini kabar baik bagi mereka yang hanya mendapatkan zat besi yang berasal dari makanan nabati.

Sebuah penelitian pada orang dewasa menemukan bahwa penyerapan zat besi akan meningkat sebesar 67% ketika mereka mengonsumsi 100 mg vitamin C. Namun, orang dengan kondisi yang berisiko mengalami akumulasi zat besi tubuh, seperti hemokromatosis (hemochromatosis), harus berhati-hati dengan vitamin C.

Pada hemochromatosis, konsumsi vitamin C secara berlebihan atau dalam dosis tinggi dapat menyebabkan tubuh kelebihan zat besi, yang mana bisa menimbulkan kerusakan serius pada jantung, hati, pankreas, tiroid, dan sistem saraf pusat.

Disebutkan bahwa tidak akan terjadi kelebihan zat besi jika seseorang tidak memiliki kondisi yang berisiko meningkatkan penyerapan zat besi. Disebutkan pula bahwa kelebihan zat besi lebih mungkin terjadi pada mereka yang mengonsumsi zat besi yang berasal dari suplemen.

Vitamin C dosis tinggi dapat menyebabkan batu ginjal

Kelebihan vitamin C akan diekskresikan tubuh sebagai oksalat, yang merupakan limbah tubuh. Oksalat biasanya dikeluarkan dari tubuh bersama dengan urin. Namun pada keadaan tertentu, oksalat dapat mengikat mineral untuk membentuk kristal yang bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal.

Mengonsumsi vitamin C dengan berlebihan berpotensi meningkatkan jumlah oksalat di dalam urin, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa diminta mengonsumsi suplemen vitamin C 1.000 mg dua kali sehari selama enam hari, jumlah oksalat yang mereka keluarkan meningkat sebesar 20%.

Gagal ginjal juga telah dilaporkan terjadi pada orang yang telah mengonsumsi vitamin C lebih dari 2.000 mg dalam sehari. Namun kasus ini jarang terjadi pada orang yang sehat.

Overdosis vitamin C dapat terjadi?

Karena vitamn C larut dalam air, dan tubuh mengeluarkan kelebihannya itu dalam waktu beberapa jam saja setelah dikonsumsi, jadi cukup sulit untuk terjadi overdosis.

Faktanya, hampir tidak mungkin seseorang mengalami overdosis vitamin C yang berasal dari makanan alami. Pada orang yang sehat, setiap kelebihan vitamin C dari dosis harian yang dibutuhkan tubuh akan hilang dari tubuh.

Ahli mengukur bahwa untuk mencapai batas maksimal vitamin C yang dapat ditolerir oleh tubuh adalah dengan mengonsumsi 29 jeruk atau 13 paprika. Jadi cukup tidak wajar jika seseorang bisa mengalami overdosis vitamin C hanya dari makanan alami.

Namun, risiko overdosis akan lebih tinggi pada orang yang mengonsumsi suplemen vitamin C. Semua efek samping vitamin C, seperti gangguan pencernaan dan batu ginjal, hanya lebih mungkin terjadi pada orang yang mengonsumsi vitamin C dengan dosis lebih dari 2.000 mg.

Jika Anda memang membutuhkan suplemen vitamin C, yang terbaik adalah memilih suplemen vitamin C yang dosisnya tidak melebihi 100% dari kebutuhan vitamin C harian. Yakni 90 mg sehari untuk pria dan 75 mg sehari untuk wanita.

Kesimpulan

Vitamin C umumnya aman bagi setiap orang, terutama jika diperoleh dari makanan alami, seperti buah dan sayuran.

Orang yang mengonsumsi vitamin C dalam bentuk suplemen, berisiko overdosis dan mengalami efek samping, utamanya gangguan pencernaan. Konsekuensi yang lebih serius, seperti kelebihan zat besi dan batu ginjal, mungkin juga merupakan akibat dari mengonsumsi vitamin C secara berlebihan.

Mudah untuk mencegah overdosis dan efek samping dari vitamin C, cukup dengan menghindari konsumsi vitamin C dari suplemen.
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer