Makanan yang Harus Dihindari Selama Kehamilan

Advertisement
Fase pertumbuhan janin

Ada beberapa makanan yang diketahui harus dihindari selama masa kehamilan karena dapat menyebabkan keracunan, paparan bakteri, parasit dan bahan kimia berbahaya yang dapat mengganggu atau membahayakan perkembangan janin.

Dibawah ini adalah beberapa jenis makanan yang harus dihindari selama masa kehamilan.

Daging mentah

Daging mentah, termasuk juga daging setengah matang tidak boleh dikonsumsi selama masa kehamilan. Daging mentah dan setengah matang berkemungkinan terkontaminasi atau mengandung bakteri coliform, Salmonella dan parasit Toxoplasma.

Bakteri coliform adalah jenis bakteri pembusuk yang memproduksi bermacam-macam racun bagi tubuh. Bakteri Salmonella adalah bakteri penyebab penyakit pada organ pencernaan dan parasit Toxoplasma adalah parasit yang menyebabkan infeksi toksoplasmosis yang pada wanita hamil dapat menyebabkan keguguran, lahir mati dan gangguan indera penglihatan pada bayi.

Masaklah daging hingga matang sempurna dan bila Anda ke restoran pastikan Anda mengetahui betul cara mereka memasak daging.

Telur mentah

Telur mentah dan semua makanan yang mengandung telur mentah harus dihindari selama kehamilan karena berpotensi terkontaminasi atau mengandung bakteri Salmonella. Makanan seperti mayones dan es krim yang salah satu bahan bakunya adalah telur mentah, boleh Anda buat sendiri namun tetap harus dimasak hingga titik tertentu untuk mengurangi paparan bakteri salmonella. Sedangkan es komersial bermerk yang dijual saat ini menggunakan telur yang dipasteurisasi sehingga tidak meningkatkan risiko terpaparnya bakteri salmonella.

Restoran seharusnya juga menggunakan telur yang dipasteurisasi untuk resep-resep masakan mereka yang menggunakan bahan baku telur mentah.

Keju lunak

Keju lunak memiliki kadar air lebih dari 67% sehingga teksturnya lebih lunak. Keju lunak dikhawatirkan terkontaminasi atau mengandung bakteri listeria akibat proses pembuatannya yang tidak melalui proses pematangan atau pasteurisasi. Namun jika jelas dinyatakan bahwa keju lunak tersebut terbuat dari susu yang sudah dipasteurisasi, Anda boleh mengonsumsinya.

Bakteri listeria dapat menyebabkan infeksi Listeriosis yang menyebabkan keguguran pada wanita hamil.

Kafein

Penelitian umumnya menunjukkan bahwa asupan kafein dalam jumlah yang wajar diperbolehkan pada wanita hamil, namun sebagian penelitian juga menunjukkan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah besar memiliki keterkaitan dengan keguguran, kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan withdrawal symptoms (gejala putus obat) pada bayi. Jadi tidak ada salahnya bagi Anda untuk menghindari kafein selama trimester pertama kehamilan untuk mengurangi risiko keguguran.

Pada umumnya aturan penggunaan kafein selama kehamilan adalah dibatasi kurang dari 200 mg per hari. Kafein adalah diuretik, yang berarti akan membantu menghilangkan cairan di tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan kita kehilangan kalsium dan air tubuh. Yang terbaik bagi Anda selama hamil adalah banyak minum air, jus dan susu, bukan minuman yang berkafein.

Alkohol

Tidak ada rekomendasi jumlah alkohol yang aman untuk dikonsumsi selama masa kehamilan, oleh karena itu alkohol harus dihindari selama kehamilan. Penggunaan alkohol akan mengganggu perkembangan janin dan dapat menyebabkan Fetal Alcohol Syndrome atau gangguan perkembangan lainnya. Juga pada saat menyusui Anda harus menghindari alkohol karena paparan alkohol dapat sampai ke bayi melalui air susu.

Sayuran yang tidak dicuci

Sayuran tentu adalah makanan sehat yang merupakan bagian penting dari diet seimbang. Namun sayuran yang tidak dicuci terlebih dahulu berpotensi terpapar parasit Toxoplasma yang hidup di tanah dimana sayuran ditanam.

Beberapa jenis ikan

Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 akan membantu perkembangan otak bayi. Namun beberapa jenis ikan harus dihindari karena tingginya kadar metil-merkuri di tubuhnya, metil merkuri sendiri akan mempengaruhi sistem saraf bayi. Ikan-ikan ini antara lain ikan todak, ikan hiu dan ikan tile fish. Umumnya ikan yang bertubuh besar dan hidup dalam waktu yang lama mengandung merkuri lebih tinggi daripada ikan lainnya.

Hati

Vitamin A merupakan nutrisi penting untuk pertumbuhan embrio bayi, selain itu vitamin A juga membantu perbaikan jaringan pasca persalinan. Hati adalah makanan yang kaya akan vitamin A. Umumnya wanita hamil sudah mendapatkan cukup nutrisi vitamin A dari vitamin prenatal (kehamilan), serta dari buah-buahan dan sayuran, daging, usus dan telur. Terlalu banyak mengonsumsi vitamin A akan berakibat buruk bagi bayi, salah satunya cacat lahir.

Bisphenol A (BPA)

BPA adalah bahan kimia industri yang umum digunakan untuk membuat berbagai bahan plastik. BPA memang bukan makanan seperti diatas, namun paparannya sangat mungkin terjadi karena penggunaan bahan plastik yang mengandung BPA banyak ditemukan di rumah tangga. Paparan BPA dapat mengganggu sistem endokrin yang akhirnya akan mengganggu perkembangan normal janin.

FDA Amerika Serikat masih mempelajari BPA dan memang belum secara khusus merekomendasikan agar wanita hamil menghindari BPA. Namun pada 2010 lalu, FDA menyatakan bahwa dalam sebuah penelitian ditemukan dampak BPA terhadap otak, perilaku, dan kelenjar prostat janin, bayi dan anak-anak. Sebagian besar tes memang dilakukan terhadap hewan, jadi FDA menyebutkan bahwa masih ada ketidakpastian tentang efek BPA pada manusia.

Jadi jika Anda sedang hamil, tidak ada salahnya untuk menghindari penggunaan bahan-bahan plastik yang mengandung BPA. Gunakan bahan-bahan plastik yang bebas BPA.


Ref :
  • http://www.health.com/health/gallery/0,,20918220,00.html#liver
  • http://www.webmd.com/baby/features/foods-to-avoid-when-youre-pregnant
  • http://www.parents.com/pregnancy/my-body/nutrition/a-food-guide-for-pregnant-women/
  • http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/foods-to-avoid-during-pregnancy/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri_koliform

Gambar :
  • http://pregnancy.sogc.org/wp-content/uploads/2014/05/fetus-development.png
Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak untuk dijadikan dasar dalam mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan. Hubungi profesional medis untuk diagnosis dan pengobatan Anda. Lihat Disclaimer