7 Masalah Kesehatan Yang Dapat Terdeteksi Oleh Dokter Gigi

Monday, February 20, 2017
Pemeriksaan gigi

Tidak ada yang suka mendengar kabar buruk dari dokter gigi. Tapi kesehatan gigi yang baik merupakan refleksi dari kesehatan tubuh secara umum - dan seberapa baik Anda merawat gigi juga mencerminkan seberapa baik Anda menjaga kesehatan seluruh tubuh Anda. Itulah mengapa dokter gigi bisa tahu banyak mengenai kesehatan Anda hanya dari memeriksa keadaan mulut Anda.

Masalah pada tulang, jantung, atau sistem pencernaan dapat terdeteksi dengan pemeriksaan gigi secara rutin. Hal ini karena tanda-tandanya ada di dalam mulut Anda.

Dengan memeriksakan gigi secara rutin tidak hanya dapat mengungkapkan masalah kesehatan Anda, tapi dokter gigi juga dapat mencegahnya. Sebuah penelitian yang disajikan pada pertemuan tahunan American Heart Association menyebutkan bahwa orang yang merawat giginya dengan baik memiliki risiko 24 persen lebih rendah untuk terkena serangan jantung dan risiko 13 persen lebih rendah untuk terkena stroke dibandingkan dengan orang yang tidak merawat giginya dengan baik.

Jadi, pada saat nanti Anda mengunjungi dokter gigi, mereka bisa tahu tujuh kondisi kesehatan tubuh ini.

# Penyakit demensia

Penyakit demensia merupakan kemunduran fungsi kognitif secara bertahap yang ditandai dengan kebingungan, linglung, kehilangan ingatan, disorganisasi dan mulut yang tidak sehat. Orang dengan demensia dini sudah menunjukkan tanda-tanda kebersihan mulut yang buruk.

Faktanya, kebersihan mulut yang buruk bahkan dapat menjadi faktor risiko demensia, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Geriatric Society. Para ilmuwan di Universitas California telah meneliti lebih dari 5.000 orang lanjut usia selama lebih dari 18 tahun dan menemukan bahwa mereka yang menyikat giginya kurang dari sekali sehari 65 persen lebih berisiko terkena demensia dibandingkan mereka yang menyikat giginya setiap hari. Para peneliti berspekulasi bahwa hal ini diakibatkan bakteri penyakit gusi yang bisa masuk ke otak dan menyebabkan peradangan sehingga mengganggu fungsi kognitif.

# Masalah jantung

Tahukah Anda bahwa dengan menjalankan kebiasaan mulut dan gigi yang sehat akan juga menjaga jantung Anda tetap sehat? Penelitian telah menemukan sejumlah hubungan mengejutkan antara keadaan kesehatan gigi dan jantung Anda.

Gusi yang meradang dan gigi yang longgar (goyah) dapat menjadi peringatan adanya penyakit jantung. Hal ini karena jika Anda memiliki penyakit gusi seperti periodontitis, bakteri di gusi dapat melakukan perjalanan ke jantung dan berkontribusi untuk penyakit arteri koroner. Bakteri di mulut juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dengan kontribusinya terhadap pembentukan gumpalan atau plak pada arteri yang dapat mengganggu aliran darah ke jantung. Sebuah penelitian di Swedia menemukan bahwa orang dengan infeksi berat pada gusi 53 persen lebih berisiko mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang dengan infeksi gusi yang lebih ringan.

Rawat dan periksakan gigi secara teratur, maka senyum Anda akan tetap indah dan jantung Anda sehat.

# Diabetes

Kondisi kesehatan gigi paling umum yang terkait dengan diabetes adalah penyakit pada gusi.

Penyakit gusi, gusi berdarah dan gigi longgar merupakan tanda-tanda peringatan penyakit diabetes. Dan tentu saja penyembuhannya pada penderita diabetes juga akan lebih lambat.

Juga, infeksi pada gusi akan memperburuk kondisi diabetes dan dapat berkontribusi untuk risiko penyakit jantung dan stroke, sehingga penting bagi penderita diabetes untuk mengambil langkah-langkah perawatan kesehatan mulut yang tepat guna menurunkan risiko komplikasinya.

# Osteoporosis

Osteoporosis ditandai dengan melemahnya kekuatan tulang, dan osteoporosis umum terjadi pada wanita pasca menopause. Tapi dokter gigi bisa memberitahukan Anda bahwa tulang-tulang Anda melemah sebelum osteoporosis semakin parah.

Osteoporosis memang tidak menyebabkan perubahan pada gigi, tetapi menyebabkan perubahan pada tulang yang mendukung gigi. Akan tampak garis gusi yang surut atau gigi yang longgar.

Jika dokter gigi telah memberitahukan adanya tanda-tanda osteoporosis, sebaiknya Anda melakukan Tes Kepadatan Tulang.

# Gangguan makan

Biasanya, orang-orang dengan anoreksia atau bulimia biasanya berusaha untuk menyembunyikan kondisi mereka, tapi dokter gigi bisa menjadi orang pertama yang mengetahuinya.

Hal ini karena gangguan makan dapat menyebabkan gizi buruk, yang dapat menyebabkan berbagai kondisi mulut seperti gusi berdarah dan mulut kering. Selain itu erosi pada bagian dalam gigi depan mungkin dapat menjadi pertanda muntah paksa pada orang dengan bulimia - asam lambung akan mengikis enamel gigi dan membuat gigi lebih sensitif.

# Reflux malam hari

Erosi enamel dari bagian gigi terdalam, terutama gigi geraham belakang atas, merupakan pertanda untuk penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD). Reflux asam lambung ini dapat terjadi di malam hari, tapi bisa jadi Anda tidak menyadari hal ini sampai dokter gigi melihat dampaknya pada kesehatan gigi Anda.

Kondisi reflux dapat menyebabkan erosi pada kerongkongan dan bahkan dapat menyebabkan kanker kerongkongan, jadi biarkan dokter memeriksa Anda untuk melihat tanda-tanda adanya kemungkinan reflux. Perawatan untuk reflux antara lain dengan tidur dengan posisi kepala lebih tinggi, tidak makan menjelang tidur, dan mengonsumsi obat-obatan pemblokir asam lambung.

# Mulut kering

Apa masalah terbesar dari mulut yang kering? Air liur akan membantu mulut membersihkan bakteri dan kotoran yang menyebabkan gigi berlubang dan penyakit gusi.

Jika mulut tidak memproduksi air liur dalam jumlah yang cukup, dokter gigi akan tahu. Mulut yang kering dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatan atau mungkin dapat menjadi pertanda penyakit seperti diabetes atau penyakit Parkinson. Solusinya? Tingkatkan asupan cairan Anda. Jika kondisi sudah parah, dokter gigi mungkin akan menyarankan Anda untuk menggunakan cairan buatan pengganti air liur.

Sumber: Dental Health Center - Everyday Health
Gambar : Daily Herald

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dijadikan dasar untuk mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan untuk setiap kondisi indvidual. Medkes tidak bertanggung jawab atas penggunaan konten tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai masalah kesehatan yang mungkin Anda atau orang lain miliki. Gambar-gambar yang dimuat di dalam Medkes adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.