Penyakit Kaki Gajah : Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Monday, January 23, 2017
Penyakit kaki gajah atau elephantiasis adalah suatu infeksi parasit yang menyebabkan pembengkakan ekstrem pada lengan atau kaki.

Penyakit kaki gajah yang bersifat menahun ini disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan dari manusia ke manusia melalui perantaraan nyamuk betina ketika menghisap darah manusia. Cacing filaria selanjutnya akan tumbuh menjadi cacing dewasa dan hidup di dalam sistem limfatik manusia.

Penyakit kaki gajah
Penyakit kaki gajah
Ciri utama penyakit kaki gajah adalah terjadinya penebalan pada kulit dan jaringan subkutan yang membuat tungkai menjadi besar dan bengkak sesuai dengan nama penyakitnya.

Fakta Penyakit Kaki Gajah

Berikut adalah beberapa fakta penyakit kaki gajah:

  • Penyakit kaki gajah tidak bersifat genetis, artinya penyakit ini tidak diturunkan, namun dapat mengenai semua golongan usia dan jenis kelamin.
  • Penyakit kaki gajah dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran pada kaki, lengan, kantong buah zakar, payudara dan alat kelamin.
  • Penyakit kaki gajah menghambat penderitanya untuk bekerja seperti biasa. Bahkan jika penderita sudah mengalami cacat, maka tentu tidak bisa bekerja sama sekali.
  • Keluarga penderita penyakit kaki gajah harus mengeluarkan biaya berobat yang tidak sedikit. Jika terjadi pada kepala keluarga, ekonomi rumah tangga dapat hancur.
  • Penderita penyakit kaki gajah akan merasa rendah diri/malu terhadap lingkungannya.


Epidemiologi dan Prevalensi Penyakit Kaki Gajah

Saat ini diperkirakan lebih dari 120 juta orang di dunia terinfeksi cacing filaria, dengan 40 juta diantaranya mengalami gejala penyakit kaki gajah parah. Negara yang populasinya paling umum menderita kaki gajah adalah India, merupakan sepertiga dari seluruh kasus kaki gajah di dunia. Sepertiga kasus lainnya terjadi di Afrika dan sepertiga lainnya terjadi di Asia Selatan, Amerika dan Pasifik. Penyakit kaki gajah paling umum terjadi daerah tropis dan subtropis.

Di Indonesia, penyakit kaki gajah masih menjadi masalah serius bagi Kementerian Kesehatan RI. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 telah ditemukan lebih dari 13.032 penderita filariasis kronis atau penyakit kaki gajah. Jumlah ini tersebar di 429 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia. 239 kabupaten atau kota diantaranya merupakan daerah endemis filariasis dengan risiko penularan diantara penduduknya yang cukup tinggi.

Penyebab dan Proses Penularan

Parasit nematoda yang menyebabkan penyakit kaki gajah adalah Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, and Brugia timori. Bentuk parasit ini sangat kecil menyerupai benang. Larva (mikrofilaria) dari parasit tersedot oleh nyamuk ketika menghisap darah seseorang.  Ketika nyamuk yang terinfeksi menghisap darah orang yang sehat, larva di dalam tubuh nyamuk menempel pada kulit manusia dan masuk ke dalam tubuh manusia. Larva tersebut kemudian bermigrasi ke saluran getah bening dan tumbuh menjadi cacing filaria dewasa. Cacing ini dapat bertahan hidup selama 4-6 tahun pada saluran getah bening.

Penualaran penyakit kaki gajah
Penularan penyakit kaki gajah
Semua jenis nyamuk dapat menularkan penyakit kaki gajah, seperti nyamuk rumah, nyamuk got, nyamuk hutan, nyamuk rawa-rawa dan nyamuk sawah.

Gejala Awal Terinfeksi Penyakit Kaki Gajah

Penyakit kaki gajah tidak menunjukkan gejala/tanda awal yang khas. Saat seseorang terinfeksi cacing filaria untuk pertama kalinya, bisa timbul demam berulang-ulang selama 3-5 hari. Demam ini dapat hilang bila si penderita istirahat dan muncul kembali setelah si penderita bekerja berat. Demam ini dapat sembuh sendiri tanpa diobati.

Sebagai reaksi masuknya cacing filaria, tubuh akan merespon dengan pembengkakan saluran getah bening di daerah lipatan paha atau ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit. Jika reaksi tubuh berlangsung lebih lanjut, bisa timbul bisul yang kemudian pecah mengeluarkan nanah dan darah.

Pada penyakit kaki gajah juga umum terjadi pembesaran pada tungkai, lengan, payudara atau buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas. Namun banyak pula penderita penyakit kaki gajah yang tak menunjukkan gejala sama sekali, tapi di dalam tubuhnya terdapat cacing filaria.

Berikut adalah gejala penyakit kaki gajah tahap menahun (kronis):

  • Pembesaran menetap pada tungkai, lengan, payudara, kantong buah zakar dan alat kelamin wanita yang menimbulkan rasa nyeri/rasa tidak nyaman berkepanjangan
  • Air kencing berwarna seperti susu karena banyak mengandung lemak dan kadang-kadang disertai darah
  • Sukar kencing
  • Kelelahan tubuh
  • Kehilangan berat badan.

Pembesaran kantong buah zakar sampai ukuran tertentu bisa diperbaiki dengan operasi, sedangkan pembesaran menetap pada tungkai bisa diringankan dengan membersihkannya secara rutin dan berolahraga ringan.

Diagnosis

Tes standar untuk mendeteksi infeksi kaki gajah adalah pemeriksaan mikroskopik apusan darah untuk melihat keberadaan mikrofilaria tersebut. Sampel darah harus diambil pada malam hari karena pada saat itulah mikrofilaria beredar di aliran darah.

Pencegahan Penyakit Kaki Gajah

Pencegahan dari penyakit kaki gajah adalah dengan cara menghindari gigitan nyamuk. Caranya antara lain dengan:

  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menggunakan obat nyamuk semprot/bakar
  • Menggunakan obat oles /lotion anti nyamuk
  • Menutup ventilasi rumah dengan kawat kassa
  • Menanam tanaman anti nyamuk di sekitar rumah.

Untuk memberantas nyamuk, dilakukan dengan cara:

  • Selalu menjaga kebersihan lingkungan
  • Menghilangkan / membersihkan tempat perindukan nyamuk
  • Menimbun, mengeringkan atau mengalirkan air yang tergenang.

Untuk daerah endemis kaki gajah, sangat disarankan untuk meminum obat pencegah kaki gajah minimal satu kali setahun selama minimal lima tahun. Semakin banyak orang minum obat pencegah kaki gajah, maka dapat memutuskan rantai penularannya.

Pemberian Obat Pencegah Penyakit Kaki Gajah

Obat pencegah penyakit kaki gajah terdiri dari kombinasi DEC dan Albendazole. Anak berusia 2-5 tahun mendapat 1 tablet DEC 100 mg dan 1 tablet Albendazole 400 mg, anak usia 6-14 tahun mendapat dua tablet DEC 100 mg dan 1 tablet Albendazole 400 mg, dan diatas usia 14 tahun mendapat 3 tablet DEC 100 mg dan 1 tablet Albendazole 400 mg.

Pemberian Albendazole akan memberikan manfaat ganda yaitu dapat mematikan atau meniadakan cacing filaria dewasa serta dapat mematikan cacing perut seperti cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk dan cacing kremi. Dengan demikian, orang yang minum Albendazole memperoleh dua manfaat sekaligus, yakni melindungi diri dari terkena penyakit kaki gajah dan dari kecacingan.

Obat pencegah kaki gajah tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan kondisi:

  • Anak berusia kurang dari 2 tahun atau orang tua yang berusia lebih dari 70 tahun
  • Wanita hamil
  • Penderita gagal ginjal / cuci darah
  • Penderita epilepsi atau anak berusia lebih dari 6 tahun dengan riwayat sering mengalami kejang
  • Penderita sakit berat yang harus berbaring di tempat tidur.
  • Demam tinggi
  • Kanker
  • Anak dengan gizi buruk (marasmus atau kwasiorkor)
  • Penderita penyakit kaki gajah klinis kronis yang sedang mengalami serangan akut (demam tinggi).

Anak-anak boleh meminum obat pencegah kaki gajah setelah berusia lebih dari 2 tahun. Begitu pula wanita hamil, baru diperbolehkan minum obat pencegah kaki gajah setelah melahirkan. Sedangkan orang yang sedang sakit berat harus minum obat pencegah penyakit kaki gajah di bawah pengawasan ketat dokter, seperti penderita penyakit darah tinggi, penyakit jantung dan penderita penyakit hati.

DEC dan Albendazole adalah obat yang aman dikonsumsi, tapi terkadang dapat terjadi kejadian ikutan, terutama pada infeksi Brugia malayi dan Brugia timori. Semakin banyak anak cacing yang mati, maka semakin besar pula reaksi pengobatan yang dapat timbul. Reaksi umum yang terjadi dapat terdiri dari sakit kepala, mengantuk pusing, demam, mual, nafsu makan menurun, muntah, diare, sakit otot, sakit sendi, lesu, gatal-gatal, keluar cacing usus, asma bronkial dan muncul wheezing (suara mengi pernapasan). Reaksi ini biasanya hanya terjadi selama kurang dari tiga hari setelah pemberian obat dan dapat sembuh sendiri tanpa diobati.



Sumber:
- Data Kemenkes RI
- http://www.ijrpbsonline.com/files/R006.pdf
- http://pubs.acs.org/subscribe/archive/mdd/v06/i04/pdf/403diseases.pdf
- www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2356922/pdf/brmedj08004-0013a.pdf
- http://lifestyle.sindonews.com/read/1142549/155/penderita-kaki-gajah-di-indonesia-mencapai-13-032-1474944822

Gambar:
- Data Kemenkes RI
- Lusaka Times

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua konten di Medkes hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dijadikan dasar untuk mendiagnosis atau membuat rencana pengobatan untuk setiap kondisi indvidual. Medkes tidak bertanggung jawab atas penggunaan konten tersebut. Berkonsultasilah dengan dokter mengenai masalah kesehatan yang mungkin Anda atau orang lain miliki. Gambar-gambar yang dimuat di dalam Medkes adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.