Kanker Anak: Fakta, Jenis, dan Gejala

Friday, January 20, 2017
Kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang bisa disebabkan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan yang angka kejadiannya setiap tahun terus meningkat. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), setiap tahun penderita kanker di dunia meningkat sebanyak 6,25 juta orang dan sekitar 250 ribu atau 4 persen diantaranya adalah anak-anak.

Jenis kanker yang paling banyak diderita anak-anak adalah kanker darah (leukemia) dimana kanker dengan tingkat keganasan 40 persen ini ditemukan pada anak-anak dengan rentang usia 2-5 tahun dengan status stadium lanjut. Kanker lainnya yang banyak diderita anak adalah kanker mata (retinoblastoma), kanker otak, kanker kelenjar getah bening (limfoma) dan kanker tulang (osteosarkoma).

Sel adalah unit kecil yang membentuk semua makhluk hidup. Tubuh manusia sendiri terdiri dari lebih dari 100 triliun sel.

Sel normal vs sel kanker

Kanker terjadi ketika sel yang tidak normal tumbuh terlalu cepat dan menyebar tak terkendali. Suatu kelompok atau massa sel yang tumbuh disebut dengan tumor. Tumor yang tumbuh di bagian tubuh manapun diistilahkan sebagai benign (jinak), ini bukanlah kanker. Tapi jika malignant (ganas) maka inilah yang disebut sebagai kanker.

Fakta Tentang Kanker Anak

Kanker pada anak dapat disembuhkan apabila dideteksi secara dini dan bila pengobatan serta perawatan dilaksanakan sebaik-baiknya. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker atau International Agency for Research on Cancer (IARC) menyatakan bahwa 1 dari 600.000 anak akan menderita kanker sebelum berumur 16 tahun.

Kanker pada anak merupakan masalah yang cukup kompleks mengingat perawatan dan atau pengobatannya melibatkan selain orang tua, tenaga profesional, dan tak kalah pentingnya adalah keluarga, sekolah, serta lingkungan juga sangat berperan.

Beberapa faktor lingkungan yang dapat menjadi pencetus terjadinya kanker  antara lain radiasi, obat-obatan, dan hormon-hormon tertentu.

Meskipun banyak jenis kanker yang bisa terjadi pada anak, tapi kejadiannya tidaklah sebanyak orang dewasa. Banyak dari anak-anak yang sembuh dari kanker. Sembuh dengan pengobatan kanker yang umum seperti kemoterapi, yang pengobatannya dengan menggunakan obat kanker secara intravena, dan juga radiasi, yang berarti pengobatan dengan menggunakan gelombang energi yang kuat (seperti sinar-X) untuk membunuh sel-sel kanker. Tumor juga dapat diangkat dengan pembedahan. Dan dalam sebagian kasus kanker anak, seperti leukemia, transplantasi sumsum tulang atau sel induk juga dapat dilakukan untuk membantu kesembuhan si anak.

Tujuan pengobatan kanker adalah membunuh atau menghilangkan seluruh sel-sel kanker sehingga sel-sel normal dapat mengambil alih kembali.

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Pada Anak

Kanker pada anak sebenarnya bisa dicegah dengan cara deteksi lebih dini yaitu suatu upaya pendeteksian kanker pada stadium awal. Karena pendeteksian kanker pada stadium awal memberikan kemungkinan untuk sembuh lebih besar. Bahkan kanker sudah dapat dipantau sejak janin masih ada di dalam kandungan.

Untuk itu khususnya bagi orangtua sangat penting untuk mengetahui dan juga waspada pada gejala kanker pada anak. Kanker dapat mengenai semua organ tubuh, tanda-tanda kanker di masing-masing organ sebagai berikut:

Bola mata

Kanker ini bisa dideteksi lebih awal dengan alat bernama ophthalmoscope yang saat ini sudah cukup umum tersedia di fasilitas-fasilitas kesehatan masyarakat. Jika hasil pemeriksaan mata memantulkan warna merah maka ia normal namun sebaliknya jika memantulkan bintik putih pada mata atau "mata kucing" dimana mata tampak lebih besar, mata menonjol, pendarahan pada mata secara spontan, mata mendadak juling, maka anak harus diperiksa lebih lanjut. Kanker ini umumnya terjadi pada anak-anak dibawah 4 tahun.

Benjolan

Benjolan atau massa, terutama pada perut, leher, dada, buah zakar, panggul, ketiak dan tulang.

Rasa nyeri

Rasa nyeri persisten pada tulang, sendi, punggung atau kaki.

Tanda-tanda neurologis

Sakit kepala yang berkepanjangan dan disertai mual atau muntah yang menyemprot pada saat bangun tidur (umumnya pagi hari), gangguan keseimbangan, penurunan kesadaran, kejang, perubahan perilaku, kelumpuhan anggota gerak dan saraf otak

Tanda-tanda umum

Pucat, demam tanpa diketahui penyebabnya, pendarahan yang abnormal (lebam atau biru-biru di kulit, mimisan, kencing berdarah), mual yang menetap atau muntah tanpa mual, penurunan berat badan dan tidak nafsu makan, kelemahan yang konstan dan terlihat pucat.

Gejala-gejala diatas tidaklah pasti gejala kanker. Seorang anak dengan kanker dapat tidak menunjukkan gejala-gejala. Gejala-gejala diatas juga bisa disebabkan oleh kondisi medis lain yang bukan kanker.

Jenis-jenis kanker pada anak


Leukemia

Leukemia adalah kanker pada anak yang paling banyak dijumpai pada anak-anak. Leukemia terkait dengan darah dan organ pembentuk darah, seperti sumsum tulang. Sumsum tulang adalah tempat dimana sel-sel darah dibuat pertama kalinya. Tubuh anak dengan leukemia memproduksi banyak sel darah putih abnormal di dalam sumsum tulang.

Sel darah putih sebenarnya bertugas untuk melawan infeksi, tetapi sel-sel darah putih pada leukemia ini abnormal dan tidak bekerja sebagaimana mestinya. Bukannya melindungi tubuh seseorang, tapi sel-sel darah putih ini diproduksi secara berlebihan dan menumpuk di sumsum tulang menyebabkan sel-sel darah yang normal berkurang dan tidak mampu menjalankan tugasnya.

Sel-sel kanker pada leukemia dapat berpindah ke bagian tubuh lain, seperti ke hati, limpa dan kelenjar getah bening. Di organ-organ tersebut sel-sel kanker ini juga dapat terus berkembang biak.

 Leukemia mempunyai harapan sembuh dengan pengobatan yang tepat dan benar. Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia antara lain pucat, demam atau pendarahan yang tidak jelas penyebabnya, nyeri tulang dan pembengkakan perut.

Kanker otak

Kanker otak terjadi karena sekelompok sel yang tumbuh dengan cepat yang ditemukan di otak. Fakta menunjukkan bahwa lebih dari 73 juta anak-anak dan remaja di Amerika Serikat, sekitar 3.100 diantaranya didiagnosis dengan tumor otak setiap tahunnya.

Awal kejadian kanker otak dapat dimulai pada otak itu sendiri atau dari kanker bagian tubuh lain yang sel-selnya melakukan perjalanan ke otak dan akhirnya berkembang disana.

Tumor otak dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat karena terletak di dalam rongga tengkorak. Gejala yang harus diwaspadai pada jenis tumor ini adalah sakit yang disertai mual sampai muntah-muntah yang biasanya dibarengi daya penglihatan menurun, penurunan kesadaran atau perubahan perliaku. Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol. Hal lain yang perlu dicurigai adalah bila terdapat gangguan bicara dan keseimbangan tubuh, anggota geak melemah atau kejang.

Retinoblastoma

Retinoblastoma adalah kanker mata yang sering dijumpai pada anak-anak. Gejala yang perlu diwaspadai ialah adanya bercak putih di bagian tengah mata dan juga keluhan mulai terganggunya penglihatan, mata menjadi juling dan bila sudah memasuki stadium lanjut bola mata menonjol keluar.

Limfoma

Istilah limfoma ditujukan untuk kanker kelenjar getah bening. Limfoma merupakan istilah untuk kelompok kanker yang dimulai dari sistem limfatik tubuh. Sistem limfatik tubuh terdiri dari ratusan kelenjar getah bening yang bertugas untuk melawan kuman atau agen asing yang masuk ke dalam tubuh. Kelenjar getah bening dapat ditemukan di seluruh tubuh.

Ketika kita terserang pilik atau flu, biasanya ada pembesaran kelenjar getah bening di sepanjang depan leher atau di bawah rahang. Pembesaran kelenjar getah bening tersebut merupakan efek dari kerjanya untuk melawan kuman tubuh. Limpa, organ dalam perut untuk sistem kekebalan tubuh, dan timus, kelenjar di dada bagian atas, juga merupakan bagian dari sistem limfatik.

Limfoma terjadi ketika limfosit, sejenis sel darah putih, berkembang biak tak terkendali dan mendesak sel-sel yang sehat.

Limfoma biasanya ditandai dengan pembesaran dan pembengkakan kelenjar getah bening yang cepat tanpa disertai rasa nyeri. Pembesaran kelenjar getah bening di daerah leher, ketiak dan atau selangkangan serta usus tanpa disertai rasa nyeri.

Bila timbulnya di kelenjar getah bening dalam usus maka dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar dan demam. Bila tumbuh didaerah dada maka dapat mendorong atau menekan saluran nafas. Menyebabkan sesak nafas dan muka membiru.

Neuroblastoma

Neuroblastoma adalah suatu gejala jenis kanker saraf yang dapat menunjukkan banyak gejala, tergantung pada lokasinya. Neurobalastoma dapat terjadi di daerah leher atau rongga dada dan mata. Bila terdapat di daerah mata dapat menyebabkan bola mata menonjol, kelopak mata turun dan pupil melebar. Bila terdapat ditulang belakang dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Tumor di daerah perut akan teraba bila sudah besar. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri sehingga penderitanya pincang mendadak.

Tumor wilms

Tumor Wilms adalah kanker ginjal yang paling sering dijumpai pada anak-anak. Kanker ini dapat ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak di dalam perut dan bila sudah cukup besar teraba keras, biasanya diketahui ketika anak dimandikan.

Rabdomiosarkoma

Kanker ini dijumpai pada otot di mana saja, biasanya pada anak di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, (kelenjar kelamin pria) dan vagina. Gejala yang ditimbulkan tergantung dari letak kanker. Pada bola mata menyebabkan bola mata menonjol keluar. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di tenggorokan menyebabkan sumbatan jalan nafas, radang sinus (rongga sekitar hidung), keluar darah dari hidung (mimisan) atau sulit menelan. Di saluran kandung kemih menyebakan gangguan buang air kecil atau seni berdarah. Bila mengenai saluran pencernaan dapat mengalami gangguan buang air besar. Bila mengenai otot anggota gerak akan membengkak.

Osteosarkoma

Osteosarkoma adalah kanker pada tulang. Pembengkakan yang cepat apabila disertai rasa nyeri perlu diwaspadai sebagai kemungkinan adanya kanker tulang. Kanker tulang dapat mernyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai lengan dan pinggul. Kadang-kadang didahului oleh benturan keras seperti jatuh atau sebagainya.



Sumber:
- Mediakom- Kemenkes RI - Edisi 45 | September | 2013
- Kids Health, diakses tanggal 19 Januari 2017
- Cancer.net, diakses tanggal 19 Januari 2017

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.