Perbedaan antara Ophthalmologist, Optometrist dan Optician

Friday, April 22, 2016
Ophthalmologist

Ada tiga jenis profesional kesehatan mata, yakni ophthalmologist, optometrist, dan optician. Jika ingin memeriksakan kesehatan mata, pastikan Anda menemui ahli mata tepat yang sesuai dengan kebutuhan pemeriksaan Anda. Ophthalmologist, optometrist dan optician masing-masing berperan penting untuk kesehatan mata seseorang. Ketiga profesi ini tampak mirip namun sebenarnya berbeda berdasarkan lisensi, tingkat keahlian dan pelatihan yang mereka peroleh. Berikut ini adalah perbedaan antara ophthalmologist, optometrist, dan optician.

Ophthalmologist

Ophthalmologist merupakan seorang dokter medis yang khusus menangani perawatan mata dan penglihatan.  Berdasarkan tingkat pelatihan dan apa yang mereka bisa diagnosis atau obati, ophthalmologist berbeda dari optometrist dan optician.

Untuk menjadi seorang ophthalmologist, seseorang harus menyelesaikan kuliah kedokterannya dan kemudian melanjutkan pelatihan medis tambahan (residensi) di bidang oftalmologi yang lamanya antara tiga sampai empat tahun. Ophthalmologist umumnya kita kenal sebagai dokter spesialis mata.

Ophthalmologist diizinkan untuk menjalankan praktek kedokteran dan pembedahan. Ophthalmologist mampu mendiagnosa dan mengobati segala macam penyakit atau kondisi mata, melakukan operasi mata dan meresepkan kacamata atau lensa kontak untuk memperbaiki masalah penglihatan seseorang. Ophthalmologist juga banyak terlibat dalam penelitian ilmiah tentang penyebab dan obat untuk penyakit atau gangguan mata.

Beberapa kewenangan seorang ophthalmologist, yakni:
  • Melakukan pemeriksaan mata
  • Melakukan perawatan mata medis - seperti untuk penyakit glaukoma, iritis, dan luka bakar kimia
  • Melakukan pembedahan mata - seperti untuk trauma/kecelakaan, mata juling, katarak, glaukoma dan masalah mata lainnya
  • Mendiagnosis dan mengobati penyakit mata yang berkaitan dengan penyakit lain, seperti diabetes atau arthritis
  • Melakukan operasi plastik - seperti untuk kelopak mata yang kendur atau merapikan kerutan.
Meskipun ophthalmologist telah dibekali keahlian untuk merawat semua masalah dan kondisi kesehatan mata, namun sebagian dari ophthalmologist melanjutkan pelatihan atau pendidikan khusus untuk bidang tertentu perawatan mata medis atau pembedahan. Mereka ini disebut sebagai subspesialis. Pelatihannya berkisar antara satu sampai dua tahun untuk wilayah subspesialis utama seperti glaukoma, retina, kornea, pediatri, neurologi dan bedah plastik, dan lainnya.

Optometrist

Optometrist adalah dokter mata namun bukan dokter mata medis. Optometrist memperoleh gelar sebagai dokter optometri setelah menyelesaikan kuliah sekitar empat tahun di perguruan tinggi optometri dengan dua tahun pendidikan pra-profesional sebelumnya (undergraduate). Di sekolah optometri, mahasiswa memperoleh pendidikan tentang mata, namun tidak memperoleh pendidikan yang komprehensif mengenai seluruh tubuh dan proses penyakit sistemik. Hingga saat ini, di Indonesia belum ada sekolah optometri, jadi hanya sedikit sekali dokter optometri di Indonesia.

Optometrist diberikan lisensi untuk menjalankan praktek optometri. Beberapa tugas seorang Optometrist antara lain:
  • Melakukan pemeriksaan mata
  • Mengobati kondisi mata, seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme
  • Meresepkan kacamata atau lensa kontak
  • Memberikan terapi penglihatan atau alat bantu penglihatan
  • Mendiagnosis kondisi mata, seperti glaukoma, katarak, degenerasi makula, retinopati diabetes dan konjungtivitis
  • Meresepkan obat untuk penyakit/kondisi mata tertentu
  • Berpatisipasi pada pra atau pasca operasi untuk pasien yang membutuhkan pembedahan.
Optometrist dan ophthalmologist dapat bekerjasama untuk mengatasi masalah mata seseorang.

Sebagian optometrist juga melakukan residensi pascasarjana lebih lanjut untuk subspesialisasi optometri, seperti rehabilitasi visi rendah, perawatan mata primer, optometri geriatri, optometri pediatrik, perawatan mata keluarga, lensa kontak, visi olahraga, atau terapi visi.

Optician

Optician atau optisien merupakan teknisi terlatih yang diberikan kewenangan untuk merancang, memverifikasi dan mencocokkan lensa atau frame kacamata, lensa kontak, dan perangkat lainnya untuk memperbaiki penglihatan seseorang. Optician bekerja berdasarkan resep yang diberikan oleh ophthalmologist atau optometrist, namun tidak menguji penglihatan atau menuliskan resep untuk memperbaiki penglihatan. Optician tidak diizinkan untuk mendiagnosa atau mengobati penyakit mata. Lama pendidikan seorang optician adalah antara 1-3 tahun. Optician lebih kita kenal sebagai ahli kacamata.

Beberapa tugas seorang optician, antara lain:
  • Mengevaluasi resep lensa dari ophthalmologist atau optometrist
  • Menyediakan, mengeluarkan dan memperbaiki kacamata dan lensa kontak
  • Membantu menentukan jenis lensa dan bingkai yang cocok/terbaik
  • Mengorder dan menstok produk seperti kacamata dan lensa kontak
  • Memilihkan dokter mata.

Menjaga kesehatan mata

Tanpa penglihatan yang sehat, kemampuan kita untuk bekerja, bermain, sekolah atau bahkan hanya untuk mengenali wajah akan terpengaruh secara drastis. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi penglihatan, termasuk yang disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes. Jika ada anggota keluarga lainnya mengalami penyakit mata tertentu, maka Anda juga berisiko tinggi mengalaminya.

Berikut adalah beberapa gejala atau faktor risiko untuk penyakit mata. Jika Anda mengalami salah satunya, segera temui ophthalmologist. Pemeriksaan kesehatan mata yang tepat dan akurat oleh ophthalmologist dapat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan penglihatan Anda. Gejala atau faktor risiko tersebut, antara lain:
  • Salah satu atau kedua bola mata menonjol keluar
  • Ada tabir gelap yang menghalangi penglihatan
  • Daya penglihatan menurun, meskipun terjadi sementara
  • Diabetes mellitus
  • Penglihatan terdistorsi (melihat objek/garis lurus menjadi bergelombang)
  • Penglihatan ganda
  • Mata berair berlebihan
  • Kelainan pada kelopak mata
  • Riwayat keluarga penyakit mata
  • Melihat halos atau pelangi (seperti melihat adanya pelangi disekitar bola lampu)
  • Tekanan darah tinggi
  • HIV atau AIDS
  • Cedera pada mata
  • Kehilangan penglihatan perifer (sisi/samping)
  • Kedua bola mata tidak sejajar (seperti juling)
  • Melihat kilatan cahaya atau bintik hitam
  • Nyeri pada mata
  • Penyakit tiroid - terkait masalah mata (penyakit Graves)
  • Mata merah yang tidak biasa.
Seringkali penyakit mata tidak menunjukkan gejala di awalnya dan sulit untuk dideteksi. Oleh karena itu temui profesional kesehatan mata yang tepat dan di waktu yang tepat untuk memeriksakan kesehatan mata Anda. Ituah mengapa sangat penting untuk memeriksakan mata ke ophthalmologist ketika Anda sudah masuk ke usia 40 tahun. Interval pemeriksaan selanjutnya tergantung dari ophthalmologist tersebut.


Referensi:
  • http://www.snec.com.sg/about/international/menuutama/kondisimataandperawatan/common-problems/Pages/Epiretinal-Membrane.aspx
  • http://www.aapos.org/terms/conditions/132
  • http://www.webmd.com/eye-health/eye-doctors-optometrists-ophthalmologists
  • http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=22559&page=3
Gambar: http://chevy-chase.rgw.com/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.