Penyebab dan Pengobatan Gusi Berdarah

Wednesday, March 16, 2016
Gusi berdarah

Gusi berdarah biasanya mengindikasikan adanya penyakit pada gusi, tetapi gusi berdarah juga dapat merupakan gejala atau tanda keberadaan penyakit lain diluar gusi.

Perdarahan gusi sekali waktu bisa diakibatkan karena menggosok gigi yang terlalu keras atau karena menggunakan gigi palsu yang tidak cocok. Gusi berdarah yang terjadi secara terus menerus atau sering dapat mengindikasikan adanya gejala penyakit yang lebih serius seperti:
  • Periodontitis (peradangan pada jaringan penyangga gigi)
  • Leukemia (kanker darah)
  • Kekurangan vitamin (Avitaminosis)
  • Kadar trombosit (sel pembeku) dalam darah kurang.

Penyakit gigi yang dapat menyebabkan perdarahan pada gusi

Perawatan gigi yang buruk biasanya menjadi penyebab utama perdarahan gusi. Gingivitis (radang gusi) dan periodontitis membuat gusi menjadi lebih sensitif dan lebih rentan mengalami perdarahan.

Gingivitis

Gingivitis umumnya terjadi pada orang-orang ketika plak menempel terlalu lama pada garis gusi. Plak terdiri dari debris (puing-puing) dan bakteri yang menempel pada gigi Anda. Dengan menyikat gigi akan mencegah menimbunnya plak dan mencegah dari gigi berlubang, yang juga dikenal sebagai karies gigi. Plak dapat menetap pada garis gusi dalam waktu yang lama. Jika gigi tidak disikat atau tidak menggunakan benang gigi yang benar, akumulasi plak di dekat gusi akan menyebabkan gingivitis.

Gejala gingivitis meliputi:
  • Gusi bengkak
  • Nyeri pada mulut dan sekitar gusi
  • Gusi berdarah.
`
Periodontitis

Periodontitis atau penyakit periodontal dapat terjadi apabila gingivitis sudah mencapai stadium lanjut. Penyakit periodontal adalah infeksi pada gusi, tulang rahang, dan jaringan pendukung yang menghubungkan antara gigi dan gusi. Periodontitis dapat membuat gigi Anda menjadi renggang, goyah atau bahkan lepas.

Kekurangan vitamin

Kekurangan vitamin C dan K juga dapat menyebabkan gusi mudah berdarah. Kekurangan vitamin biasanya terjadi pada orang-orang dengan ekonomi lemah, sedangkan bagi mereka yang ekonominya kuat, mereka memiliki akses untuk mendapatkan vitamin dari makanan dan suplemen. Kekurangan vitamin juga seringkali ditemui di daerah-daerah yang terpencil atau terisolir.

Jika perawatan gigi Anda sudah benar namun gusi Anda tetap berdarah, cobalah periksakan ke dokter, bisa jadi Anda memang kekurangan vitamin C atau vitamin K. Pastikan diet sehari-hari Anda sudah mengandung vitamin-vitamin tersebut agar Anda tetap sehat.

Makanan yang kaya akan vitamin C antara lain:
  • Buah jeruk
  • Brokoli
  • Stroberi
  • Tomat
  • Kentang
  • paprika.
Makanan yang kaya akan vitamin K antara lain:
  • Kubis
  • Bayam
  • Selada
  • Sawi hijau
  • Kacang kedelai
  • Minyak canola
  • Minyak zaitun.

Penyebab lain gusi berdarah

Orang yang memakai gigi palsu mungkin juga sering mengalami perdarahan gusi. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh gigi palsu yang terlalu kecil atau terlalu ketat. Silakan bicarakan dengan dokter gigi jika gigi palsu atau peralatan mulut lainnya yang Anda gunakan dirasa tidak memberikan kenyamanan atau menyebabkan gusi berdarah.

Kehamilan juga menjadi penyebab gusi berdarah yang umum pada wanita. Perubahan hormonal yang terjadi selama kehamilan dapat menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif.

Gangguan perdarahan, seperti hemofilia (kelainan pada sistem pembekuan darah) dan leukemia juga dapat meningkatkan risiko Anda menderita gusi berdarah. Gusi juga akan lebih sering berdarah jika Anda menggunakan obat pengencer darah. Obat yang termasuk dalam kelas ini adalah warfarin, aspirin, dan heparin.

Pengobatan gusi berdarah

Perawatan gigi yang baik menjadi langkah awal untuk mengatasi gusi berdarah. Lakukan kunjungan ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali untuk membersihkan gigi dan mulut Anda. Dokter gigi dapat mengetahui apakah Anda sedang mengalami gingivitis atau penyakit gigi dan gusi lainnya, selain tentunya akan mengajari Anda cara merawat atau menyikat gigi dengan benar. Menyikat gigi dan flossing (perawatan dengan benang gigi) yang benar dapat menghilangkan plak dari garis gusi Anda dan mengurangi risiko terkena penyakit periodontal.

Dokter gigi mungkin juga akan menginstruksikan agar Anda menggunakan obat kumur antiseptik untuk meminimalkan plak yang terbentuk di mulut Anda. Berkumur-kumur dengan air garam hangat dapat membantu menenangkan gusi bengkak yang mudah berdarah.

Ketika gusi meradang, gunakan sikat gigi yang halus dan lembut, terutama jika Anda sering mengalami perdarahan gusi ketika setelah menyikat gigi. Bulu sikat yang keras mungkin terlalu abrasif untuk gusi Anda yang halus. Jika perlu, gunakan sikat gigi elektrik. Sikat gigi elektrik akan membantu untuk membersihkan gigi lebih mudah dari sikat gigi biasa.

Jika gusi Anda sering berdarah, jangan diabaikan. Sebaiknya segera hubungi dokter agar bisa diketahui apakah gusi berdarah tersebut hanya disebabkan oleh perawatan mulut yang buruk atau karena kondisi atau penyakit lain yang jauh lebih berbahaya. Untuk kasus gusi berdarah parah, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan darah lengkap atau melakukan pemeriksaan penunjang lainnya. Pengobatannya juga bervariasi tergantung dari kondisi atau penyakit yang menyebabkannya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.