Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue (FAQ)

Thursday, November 26, 2015
Demam dengue

  Apa yang dimaksud dengan demam dengue (DD)?

Dengue (baca: dengge) adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus yang memiliki kaitan erat dengan dengue (DENV 1, DENV 2, DENV 3, atau DENV 4). Virus dengue ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi. Nyamuk Aedes aegypti menjadi agen penyebar atau vektor utama virus dengue, meskipun virus dengue juga dapat ditularkan oleh nyamuk Aedes albocpitus. Diperkirakan ada lebih dari 100 juta kasus demam dengue setiap tahunnya di seluruh dunia.

Lalu apakah demam berdarah dengue (DBD) itu?

Demam berdarah dengue (DBD) atau dengue hemorrhagic fever (DHF) merupakan bentuk parah dari infeksi dengue. DBD dapat berakibat fatal jika tidak ditangani di waktu yang tepat. DBD disebabkan karena infeksi oleh virus yang sama menyebabkan dengue. Dengan manajemen pengobatan medis yang baik, kematian akibat DBD dapat ditekan menjadi kurang dari 1 persen.

Bagaimana penyebaran dengue dan demam berdarah dengue?

Dengue ditularkan dari orang lain melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sudah terinfeksi virus dengue. Nyamuk Aedes aegypti menjadi terinfeksi oleh virus dengue ketika mereka menggigit seseorang yang di dalam darahnya mengandung virus dengue, baik orang tersebut sedang sakit DBD atau yang tidak menunjukkan gejala DBD. Nyamuk Aedes aegypti kemudian menularkan virus dengue saat menggigit orang yang sehat. Dengue tidak dapat menular langsung dari orang ke orang, melainkan harus melalui perantaraan nyamuk Aedes.

Apa saja gejala demam dengue dan demam berdarah dengue?

Gejala utama demam dengue adalah demam tinggi, sakit kepala hebat, nyeri hebat di belakang mata, nyeri sendi, otot dan tulang, ruam pada kulit, dan perdarahan ringan (misalnya mimisan atau gusi berdarah, dan mudah memar).

Gejala demam berdarah dengue berlangsung dari 2-7 hari dengan tanda dan gejala yang konsisten dengan demam dengue. Ketika demam menurun, muncul gejala seperti muntah-muntah, sakit perut hebat, dan kemungkinan kesulitan bernapas. Ini merupakan periode awal dari periode 24-48 jam ketika pembuluh darah kapiler bocor/pecah, yang membuat komponen cairan keluar dari pembuluh darah ke dalam peritoneum (menyebabkan ascites) dan rongga pleura (yang mengarah ke efusi pleura). Kondisi ini dapat menyebabkan gagalnya sistem peredaran darah dan syok, yang berujung pada kematian bila kegagalan sirkulasi darah tidak diperbaiki. Selain itu, pasien DBD memiliki jumlah trombosit dan manifestasi hemoragik yang rendah. Kondisi ini membuat pasien mudah memar atau mengalami berbagai perdarahan kulit, mimisan atau gusi berdarah, dan mungkin terjadi perdarahan internal.

Apa pengobatan untuk demam dengue?

Tidak ada obat khusus untuk infeksi dengue. Demam yang terjadi pada infeksi dengue dapat diatasi dengan mengonsumsi obat antipiretik seperti asetaminopen (namun obat yang mengandung aspirin harus dihindari). Pasien juga harus beristirahat dan minum banyak cairan. Jika kondisi memburuk, misalnya terjadi muntah dan sakit perut yang hebat dalam 24 jam pertama setelah demam turun, pasien harus segera dibawa ke rumah sakit untuk dievaluasi.

Apa pengobatan efektif untuk demam berdarah dengue?

Seperti halnya demam dengue, tidak ada obat khusus untuk DBD. Namun DBD dapat diobati secara efektif dengan terapi penggantian cairan, itupun jika penanganan tidak terlambat. Umumnya pasien DBD harus menjalani rawat inap.

Daerah seperti apa yang dapat terjadi wabah dengue?

Wabah dengue utamanya terjadi di daerah dimana nyamuk Aedes aegypti (kadang-kadang juga Aedes albopictus) hidup. Termasuk di sebagian besar wilayah perkotaan tropis dunia. Virus dengue dapat dibawa masuk oleh wisatawan yang terinfeksi saat mengunjungi daerah lain di mana demam dengue umum terjadi.

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tertular demam dengue?

Tidak ada vaksin untuk mencegah demam dengue. Pencegahan terbaik dari demam dengue adalah dengan membasmi tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk Aedes aegypti dapat berkembangbiak di tempat-tempat yang dapat menampung air, seperti bak mandi, kaleng, atau ban bekas, vas bunga, tempat minum burung dll.

Selain itu, menggunakan AC atau memasang kawat nyamuk pada ventilasi rumah, serta menanam tanaman anti nyamuk dapat mengurangi risiko nyamuk Aedes aegypti datang ke dalam ruangan.

Resource: US Centers for Disease Control and Prevention

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.