Langkah Tepat Merawat Gigi Anak-Anak

Saturday, July 04, 2015
Merawat gigi anak sejak usia dini akan membuat gigi dan gusi mereka sehat di kemudian hari. Makanan, kebersihan dan kunjungan rutin ke dokter gigi menjadi faktor yang sangat menentukan kesehatan gigi anak Anda.

Gigi anak sebenarnya sudah mulai tumbuh di bawah gusinya bahkan sejak sebelum ia lahir. Gigi terdiri dari dua set, yakni gigi susu (sering juga disebut dengan gigi bayi) dan gigi permanen.

Gigi anak-anak

Gigi susu

Anak-anak biasanya memiliki 20 gigi susu. Gigi susu mulai erupsi (keluar/tumbuh) melalui gusi sekitar usianya enam bulan. Namun, erupsinya juga dapat bervariasi mulai dari usia empat bulan hingga bahkan lebih dari 12 bulan. Umumnya anak-anak akan memiliki 20 gigi susu lengkap pada usia dua atau tiga tahun.

Gigi susu anak sangat berguna untuk mereka makan, berbicara, tersenyum dan untuk menambah rasa percaya dirinya. Ketika pada masa kanak-kanak memiliki gigi yang sehat, maka kemungkinan besar ia juga akan memiliki gigi yang sehat pada saat ia dewasa.

Gigi permanen

Gigi permanen biasanya mulai erupsi pada saat usia enam tahun. Orang dewasa akan memiliki hingga 32 gigi permanen.

Sebagian besar gigi permanen akan selesai erupsi pada usia 13 tahun. Namun gigi geraham terakhir seringkali baru erupsi pada saat usianya mencapai 17 dan 25, atau bahkan mungkin juga tidak erupsi sama sekali.

Jika gigi permanen anak rusak dan tanggal, maka tidak ada lagi gigi yang akan tumbuh untuk menggantikannya.

Apa-apa saja yang dapat merusak gigi anak?

Anak-anak sering terjatuh dan parahnya giginya patah. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera bawa ia ke dokter gigi untuk perawatan dan mendapatkan saran perawatan giginya. Kerusakan dan erosi gigi merupakan hal yang harus dicegah selama masa kanak-kanak.

Kerusakan gigi

Mulut kita penuh dengan bakteri yang menumpuk pada gigi dalam yang disebut dengan plak. Bakteri ini akan mencerna gula dalam makanan dan minuman, untuk selanjutnya menciptakan asam yang melemahkan/merapuhkan enamel gigi (lapisan luar yang keras dari gigi). Jika zat asam ini tetap di permukaan gigi dalam waktu yang lama, maka akan menyebabkan area-area gigi yang terkena membusuk. Ini sering terjadi pada anak-anak yang sering makan dan minum manis, atau yang tidak membersihkan gigi mereka dengan baik.

Jika gigi yang rusak tidak diobati atau dirawat dengan tepat, kerusakan akan menjalar ke pusat gigi dan dapat menyebabkan infeksi atau sakit gigi.

Erosi gigi

Erosi gigi adalah terkikisnya enamel secara bertahap pada seluruh permukaan gigi. Ini disebabkan oleh asam yang menggerogoti permukaan gigi. Asam ini biasanya datang dari minuman seperti jus buah, minuman bersoda, squash - bahkan minuman varietas bebas gula. Asam di mulut juga akan tercipta ketika anak-anak muntah atau memiliki masalah pada perut.

Erosi gigi juga menyebabkan rasa sakit dan sensitivitas pada gigi. Meskipun enamel tidak dapat tumbuh kembali, erosi gigi umumnya tidak memerlukan pengobatan. Jika anak memiliki masalah erosi gigi yang serius, dokter gigi biasanya akan melindungi giginya dengan semacam lapisan gigi buatan.

Bagaimana melindungi gigi anak?

Untuk mengurangi risiko anak mengalami kerusakan dan erosi gigi, maka:
  • Bawa anak secara rutin ke dokter gigi minimal enam bulan sekali atau sesuai saran dokter.
  • Tidak sering memberikan makanan atau minuman manis dan asam, dan jika pun ingin memberinya berikan makanan/minuman tersebut pada saat mereka makan.
  • Dorong anak untuk menggosok giginya minimal dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
  • Minta saran kepada dokter gigi mengenai perawatan pelindung seperti suplemen fluoride dan fissure sealant.
Ke dokter gigi

Ketika ke dokter gigi, ada baiknya untuk mengajak anak Anda meskipun ia masih sangat kecil. Ini untuk membantu agar anak Anda menjadi akrab dengan orang-orang dan suasana di ruang gigi. Dokter gigi akan melihat mulut dan gigi anak Anda dengan cara yang bersahabat bagi si anak (tidak seperti cara dewasa). Dokter gigi akan menghitung berapa banyak gigi yang telah erupsi dan melihat apakah ada tanda-tanda kerusakan. 

Selanjutnya dokter gigi akan merekomendasikan check-up pada interval yang sesuai dengan kondisi gigi anak Anda. Ketimbang dewasa, anak-anak sebenarnya perlu lebih sering ke dokter gigi. Hal ini karena gigi mereka masih lemah dan tipis dibandingkan gigi permanen, sehingga apabila ada kerusakan akan dengan mudah dan cepat menyebar.

Makanan

Mengurangi konsumsi gula/manis dalam makanan adalah cara terbaik untuk mencegah kerusakan gigi. Yang lebih berpengaruh adalah seberapa sering anak Anda mengonsumsi manis ketimbang berapa banyak yang mereka makan. Demikian pula, seberapa sering anak Anda memakan makanan asam jauh lebih berbahaya ketimbang jumlah makanan asamnya. Sebagai contoh: Anak Anda makan permen 3 kali sehari lebih berbahaya untuk kesehatan giginya daripada ia makan 3 permen sekaligus dalam sehari.

Hindari squash, minuman bersoda, jus buah, permen dan kue untuk maksimal empat kali dalam sehari. Juga waspadai adanya kandungan gula yang tersembunyi di dalam saus, sereal sarapan dan makanan lainnya.

Buah, sayuran, keju dan susu adalah makanan ringan sehat karena hanya mengandung gula alami. Tapi bagaimanapun juga, buah mengandung asam, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi jika dimakan dalam jumlah yang besar. Anda dapat membantu melindungi gigi anak Anda dari erosi gigi dengan cara menuntaskan makan mereka dengan makanan-makanan alkali seperti susu murni dan keju. Ini akan menetralkan asam di mulut mereka.

Banyak ahli yang memperbolehkan anak-anak untuk mengunyah permen karet bebas gula setelah makan, terutama permen karet yang mengandung xylitol, karena ini akan membantu menghilangkan bakteri dan mencegah kerusakan gigi.

Air putih dan susu murni tidak menyebabkan kerusakan atau erosi gigi. Anak-anak mungkin kesulitan untuk minum air putih atau susu murni jika mereka sudah biasa makan makanan manis, tapi lama-kelamaan mereka akan terbiasa jika terus Anda berikan.

Menggosok gigi

Bilakah memulai menggosok gigi anak? Adalah ketika gigi mereka telah mulai tumbuh atau erupsi menembus gusi. Jadikan menggosok gigi sebagai kegiatan rutin, di pagi hari dan sebelum tidur, sehingga menjadi rutinitas sehari-hari anak Anda. 

Ketika anak berusia tujuh tahun, ajarkan mereka cara menggosok gigi sendiri, menggunakan sikat gigi yang lembut, dengan gerakan memutar dan dengan pasta gigi berfluoride. Dan selalulah awasi anak ketika ia mulai belajar menggosok giginya sendiri. Berikan ia dorongan dan pujian. Langkah ini berguna untuk mengukur seberapa baik perkembangan kemampuan si anak dalam menggosok gigi.

Pasta gigi

Umumnya pasta gigi saat ini mengandung mineral yang disebut fluoride, yang memperkuat enamel gigi sehingga lebih tahan terhadap kerusakan. Di banyak negara, fluoride telah ditambahkan di pasokan air minum. Tanyakan ke PAM (Perusahaan Air Minum) Anda apakah air ledeng Anda mengandung fluoride atau tidak.

Namun jangan salah, terlalu banyak fluoride pada anak-anak malah dapat menyebabkan gigi permanen mereka berbintik-bintik (fluorosis gigi).

Kadar fluoride pada tiap-tiap pasta gigi bervariasi tentunya. Anak di bawah usia tiga tahun harus menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride 1.000ppm fluoride. Anak yang berusia lebih dari tiga tahun harus menggunakan pasta gigi yang mengandung antara 1.350ppm dan 1.500ppm fluoride.

Untuk anak-anak di bawah tiga tahun, oleskan sedikit saja pasta gigi pada permukaan sikat giginya. Sedangkan untuk anak berusia 3-6 tahun, gunakan pasta gigi seukuran kacang kecil saja.

Suplemen fluoride

Jika di dalam air minum PAM tidak mengandung fluoride, dokter gigi dapat merekomendasikan fluoride tambahan dalam bentuk tablet, tetes atau obat kumur. Selain itu, dokter gigi juga akan merekomendasikan fluoride tambahan jika gigi anak Anda berisiko mengalami kerusakan.

Fissure sealant

Sebagian anak memiliki celah dalam pada gigi permanen belakang, yang sulit untuk selalu dalam keadaan bersih. Celah ini dapat ditutup dengan resin film yang fungsinya untuk melindungi permukaan gigi dari pembusukan.

Fissure sealant cepat dan tidak sakit diterapkan pada gigi. Dokter gigi membersihkan gigi dengan larutan khusus, setelah itu mencuci dan mengeringkannya. Resin kemudian dioleskan ke gigi dan dikeraskan dengan bantuan cahaya biru terang.

Fissure sealant dapat bertahan selama beberapa tahun, namun anak harus tetap mengunjungi dokter gigi secara rutin. Anak-anak dengan fissure sealant juga masih perlu menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride.


Sumber: http://www.bupa.co.uk/health-information/directory/c/child-dental-care

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.