Hipersomnia: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

Wednesday, April 01, 2015
http://www.medkes.com/2015/04/hipersomnia-gejala-penyebab-pengobatan.html

Hipersomnia dapat diartikan sebagai kantuk yang berlebihan. Ada banyak penyebab hipersomnia, diantaranya karena bekerja secara shift, kondisi keluarga (seperti mendapatkan bayi baru), sedang studi atau karena kehidupan sosial. Penyebab lain hipersomnia adalah karena gangguan tidur, obat-obatan, dan penyakit. Hipersomnia seringkali disembuhkan dengan penyesuaian kebiasaan hidup.

Karakteristik hipersomnia

Karakteristik hipersomnia berbeda pada tiap-tiap orang, tergantung dari usia, gaya hidup dan penyebab yang mendasarinya. Menurut klasifikasi internasional, kantuk di siang hari didefinisikan sebagai suatu kondisi dimana penderitanya tidak mampu terjaga dan waspada selama waktu terjaga di siang hari, sehingga mengantuk dan tidur.

Dalam kasus yang ekstrem, orang dengan hipersomnia mungkin tidur nyenyak di malam hari selama 12 jam atau bahkan lebih, tetapi masih tetap perlu tidur di siang hari. Tidur siang atau malam mungkin tidak membantu penderita hipersomnia, pikiran mereka selalu diselimuti rasa kantuk dan keinginan untuk tidur.

Gejala hipersomnia

Tergantung dari penyebabnya, gejala hipersomnia dapat berupa:
  • Merasa lelah yang hebat sepanjang hari
  • Selalu ingin tidur di siang hari
  • Merasa tetap mengantuk meskipun telah tidur malam dan tidur siang
  • Sulit berpikir dan membuat keputusan, pikiran tidak jernih
  • Apati (kurang emosi, motivasi, atau antusiasme)
  • Sulit berkonsentrasi atau mengingat
  • Peningkatan risiko kecelakaan, terutama kecelakaan kendaraan bermotor.
Penyebab hipersomnia

Kantuk berlebihan di siang hari dapat disebabkan oleh berbagai peristiwa dan keadaan, seperti:
  • Kurang tidur - Sebelum hipersomnia muncul, jam kerja yang panjang ditambah dengan lembur mungkin belum akan memiliki efek selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tapi, remaja yang bergadang hingga pagi, mungkin akan merasa lelah selama seminggu.
  • Faktor lingkungan - terbangun dari tidur yang disebabkan oleh berbagai gangguan, seperti karena teman mendengkur, bayi yang terjaga, tetangga berisik, suhu panas atau dingin, atau karena tidur di kasur yang tidak nyaman.
  • Kerja shift - sangat sulit mendapatkan istirahat yang cukup apabila bekerja secara shift, terutama mereka yang shift malam.
  • Kondisi mental - kecemasan dapat membuat seseorang tidak dapat tidur di malam hari, yang membuat mereka rentan mengalami kantuk di siang hari. Karena depresi dan kecemasan sangat menguras energi.
  • Obat-obatan - obat-obatan seperti alkohol, kafein, obat penenang, obat tidur dan antihistamin dapat mengganggu pola tidur.
  • Penyakit - seperti hipotiroidisme (kelenjar tiroid kurang aktif), refluks esofagus, asma nokturnal dan penyakit kronis dapat mengganggu tidur.
  • Perubahan zona waktu - pergi ke belahan bumi lain yang memilki zona waktu yang berbeda dapat mempengaruhi jam biologis internal.
  • Gangguan tidur - seprti sleep apnea, sindrom kaki gelisah, tidur berjalan, narkolepsi, hipersomnia idiopatik dan insomnia, semuanya dapat menyebabkan hipersomnia.
Gangguan tidur

Beberapa jenis gangguan tidur yang dapat menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari, antara lain:
  • Sleep apnea - berhentinya pernapasan atau kurang bernapas saat tidur.
  • Insomnia - kondisi ini sangat umum terjadi, tetapi tidak selalu menyebabkan hipersomnia. Insomnia merupakan gejala, bukan penyakit.
  • Sindrom kaki gelisah - sensasi kram di kaki, terutama pada betis. Penderitanya seringkali harus menggerak-gerakkan kakinya atau harus berjalan-jalan.
  • Tidur berjalan - ini adalah perilaku abnormal saat tidur. Penderitanya dapat berjalan padahal masih tertidur. Tidur berjalan lebih sering terjadi pada anak-anak ketimbang orang dewasa.
  • Narkolepsi - ini adalah gangguan tidur yang relatif langka yang ditandai dengan rasa kantuk sepanjang waktu.
  • Hipersomnia idiopatik - gangguan tidur ini ditandai dengan tidur berlebihan di malam hari tapi tetap butuh tidur di siang hari.
Diagnosis dan pengobatan hipersomnia

Untuk mengidentifikasi penyebab hipersomnia mungkin perlu menyasar kebiasaan hidup, obat-obatan yang digunakan, kesehatan fisik dan keadaan emosional seseorang. Gangguan tidur harus didiagnosis dan dirawat oleh profesional.

Dalam banyak kasus, hipersomnia dapat dibantu dengan perubahan gaya hidup, seperti:
  • Menghindari rokok, alkohol dan minuman berkafein sebelum tidur.
  • Relaksasi secara rutin untuk mencegah kecemasan atau kekhawatiran di malam hari.
  • Berolahraga secara teratur dan menjaga berat badan yang normal.
  • Diet seimbang untuk mencegah kekurangan gizi.
  • Hindari gangguan di ruang tidur, misalnya dengan tidak menempatkan televisi di kamar tidur.
  • Atur tempat tidur senyaman mungkin, pastikan suhunya tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  • Terapkan jadwal tidur, dan patuhi. Hal ini akan membuat tubuh Anda terbiasa dan akan merespon ketika saatnya harus tidur.
  • Hanya tidur hanya saat mengantuk.

 Source: www.betterhealth.vic.gov.au/bhcv2/bhcarticles.nsf/pages/Hypersomnia

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.