Prosedur dan Risiko Pencabutan Gigi

Friday, March 13, 2015
Pencabutan gigi

Gigi yang dicabut (diekstraksi) biasanya adalah gigi yang sudah rusak, busuk, atau gigi yang tidak lagi dapat diperbaiki.

Disini kami akan menjelaskan mengenai prosedur, efek samping, dan risiko pencabutan gigi. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua prosedur pencabutan gigi sama pada tiap-tiap orang, karena tergantung dari kebutuhan dan kondisi gigi seseorang.

Ada beberapa alasan mengapa gigi harus dicabut. Alasan yang paling umum adalah:
  • Gigi rusak
  • Penyakit gusi
  • Gigi tidak dapat diperbaiki lagi
  • Abses (kumpulan nanah) pada gusi atau di sekitar gigi
  • Gigi yang tidak rata.
Dokter gigi dapat mencabut gigi dalam satu kali kunjungan atau beberapa kali kunjungan. Gigi yang sudah dicabut dapat digantikan dengan gigi palsu atau dibiarkan sedemikian rupa. Mintalah saran kepada dokter gigi untuk yang terbaik.

Persiapan pencabutan gigi

Dokter gigi akan memeriksa Anda terlebih dahulu, seperti bertanya mengenai riwayat kesehatan gigi dan riwayat kesehatan Anda secara umum, selain tentunya dengan memeriksa gigi Anda. Jangan lupa juga untuk memberitahukan kepada dokter gigi apabila Anda mengalami alergi terhadap sesuatu, seperti obat-obatan. Hal ini akan menjadi pertimbangan dokter gigi dalam melakukan prosedur pencabutan gigi atau untuk pemberian resep setelahnya.

Pencabutan gigi biasanya dilakukan dengan anestesi (bius) lokal. Anestesi lokal hanya akan memblokir rasa sakit ke gusi, sehingga Anda tetap sadarkan diri. Untuk pasien-pasien yang mengalami kecemasan berlebih, dokter gigi mungkin akan menawarkan obat-obat penenang untuk mengurangi kecemasan untuk memudahkan prosedur pencabutan gigi.

Anestesi umum dalam pencabutan gigi adalah hal yang tidak umum dilakukan. Meskipun bisa saja dilakukan pada orang-orang dengan kondisi tertentu, seperti anak-anak atau orang dewasa yang tidak dapat menerima perintah untuk tetap menjaga kepala atau mulutnya tetap ditempat selama proses pencabutan gigi. Anestesi umum harus dilakukan di rumah sakit. Anestesi umum akan membuat pasien tidak sadarkan gigi selama pencabutan gigi.

Alternatif selain pencabutan gigi

Jika Anda tidak ingin gigi Anda dicabut, beberapa perawatan alternatif tetap tersedia untuk Anda. Namun tetap saja pemilihan perawatan ini masih harus mengacu pada seberapa parah masalah gigi Anda, jika tidak, mungkin pencabutan gigilah yang terbaik dilakukan. Obat penghilang rasa sakit dapat menghilangkan rasa sakit dan bengkak, tapi ini hanya bersifat sementara. Antibiotik dan perawatan saluran akar dapat membantu mengobati infeksi. Gigi yang rusak juga dapat dipasangi mahkota untuk menghindari pencabutan gigi. Namun diskusikan dulu dengan dokter gigi mengenai pilihan perawatan apa yang baik dan efektif untuk Anda.

Proses pencabutan gigi

Dokter gigi akan menyuntikkan anestesi lokal ke dalam mulut dan kemudian memeriksanya sebelum pencabutan gigi untuk memastikan apakah efek bius sudah bekerja atau belum.

Dokter gigi akan memperluas soket gigi Anda dan menggoyang-goyang perlahan gigi Anda sampai dirasa cukup longgar untuk dicabut. Anda mungkin merasakan tekanan di mulut dan mendengar suara-suara, tapi Anda tidak akan merasakan sakit.

Umumnya proses pencabutan gigi hanya memakan waktu beberapa menit saja. Setelah itu, dokter gigi mungkin akan menutup kembali soket gigi Anda dengan jahitan (untuk kondisi tertentu).

Pasca pencabutan gigi

Setelah pencabutan gigi biasanya darah akan keluar dari gusi tempat gigi Anda dicabut. Dokter gigi akan memberikan sepotong bantalan lembut (semacam kapas) untuk digigit. Hal ini berfungsi untuk menghentikan pendarahan. Mungkin juga Anda akan tetap diminta tidak meninggalkan lokasi hingga pendarahan terkendali.

Jika gigi dicabut dengan anestesi umum, Anda perlu beristirahat hingga efek obat anestesi tersebut hilang dan Anda harus selalu ditemani selama lebih kurang minimal 24 jam.

Sebelum pulang biasanya dokter gigi akan memberikan saran mengenai cara merawat gigi dan gusi. Dokter gigi juga akan memberikan obat penghilang rasa sakit, antibiotik, dan obat kumur untuk digunakan dirumah.

Pemulihan dari pencabutan gigi

Efek anestesi lokal biasanya akan hilang setelah beberapa jam setelah disuntikkan ke dalam mulut Anda.

Jika Anda merasakan sakit di lokasi gusi yang dicabut, Anda dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit seperti parasetamol atau ibuprofen. Namun biasanya dokter gigi sudah meresepkan obat penghilang rasa sakit setelah pencabutan gigi. Patuhi saja dosis dan aturan yang disarankan dokter gigi.

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk membantu pemulihan gigi pasca pencabutan gigi, yaitu:
  • Jangan berkumur selama setidaknya enam jam. Setelah itu, berkumurlah dengan air dengan lembut. Jika sanggup, Anda dapat menambahkan setengah sendok teh garam meja yang dilarutkan ke dalam segelas air hangat sebagai obat kumur.
  • Ketika Anda ingin makan, mulailah dengan makanan yang lunak dan hangat (tidak panas dan tidak pedas), seperti bubur yang tidak perlu dikunyah. Juga, jangan minum melalui sedotan.
  • Jika gusi Anda berdarah, gigitlah bahan kain bersih seperti saputangan selama minimal 15 menit (seperti yang dilakukan setelah pencabutan gigi).
  • Jangan minum alkohol selama paling tidak 24 jam (atau selamanya) dan tidak merokok selama mungkin - setidaknya 24 jam.
Pemulihan total dari pencabutan gigi biasanya akan memakan waktu beberapa hari hingga satu minggu. Anda boleh menyikat gigi setiap hari, namun jangan menyikat lokasi pencabutan gigi hingga pulih sepenuhnya.

Tergantung dari alasan dan jenis gigi yang dicabut, dokter gigi mungkin akan menjahit gusi. Tidak perlu khawatir, jahitan ini tidak perlu dilepas karena akan hancur dengan sendirinya.

Risiko pencabutan gigi

Seperti halnya setiap prosedur lainnya, ada beberapa risiko terkait pencabutan gigi. Namun risiko ini dapat berbeda pada tiap-tiap orang, tergantung dari jenis gigi yang dicabut, prosedurnya dan kesehatan umum orang itu sendiri.

Efek samping
Efek samping adalah munculnya sesuatu yang tidak diinginkan setelah prosedur dilakukan. Namun sebagian besar efek samping pencabutan gigi bersifat sementara.

Anda mungkin akan merasakan rasa tidak nyaman atau bengkak selama beberapa hari setelah pencabutan gigi, dan rahang Anda mungkin terasa kaku. Juga, mungkin akan terjadi pendarahan selama satu atau dua hari. Jika pendarahan terus terjadi, hubungi dokter gigi.

Komplikasi
Komplikasi dapat terjadi selama atau setelah prosedur pencabutan gigi. Beberapa komplikasi pencabutan gigi adalah:
  • Infeksi - jika Anda merasakan sensasi terbakar (panas) atau mengalami pendarahan berat, bengkak dan nyeri yang semakin hebat atau tak kunjung mereda, segera hubungi dokter gigi. Anda mungkin telah mengalami infeksi, dan memerlukan antibiotik.
  • Dry socket - hal ini terjadi ketika darah tidak menggumpal di dalam soket gigi setelah dicabut, sehingga soket tidak sembuh dengan baik. Anda akan membutuhkan perawatan lebih lanjut.

Gambar: www.monashdentalgroup.com.au

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.