Prosedur dan Risiko Pemutihan Gigi

Thursday, March 12, 2015
Pemutihan gigi atau teeth whitening adalah cara untuk memutihkan warna gigi dengan metode bleaching. Prosedur pemutihan gigi oleh dokter gigi pada tiap-tiap orang dapat berbeda tergantung kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi seseorang.

Seiring bertambahnya usia, gigi akan secara alami berubah menjadi lebih gelap. Dan jika Anda adalah seorang penyuka teh, kopi, anggur merah atau makanan-makanan lainnya yang mengandung pewarna yang kuat, gigi akan lebih cepat berubah menjadi gelap.

Penyebab utama perubahan warna gigi adalah karena merokok, yang dapat membuat gigi kuning. Dan kerusakan gigi, tambalan dan tartar (plak yang terbentuk dalam waktu yang lama dan mengeras di gigi) juga berkontribusi untuk perubahan warna gigi.

Produk-produk pemutih gigi yang tepat dapat membantu memudarkan warna gelap atau kuning gigi Anda. Produk-produk pemutih gigi ini umumnya mengandung hidrogen peroksida (hydrogen peroxide) atau karbamid peroksida (carbamide peroxide). Ketika bahan-bahan kimia ini memecah, oksigen masuk ke permukaan keras luar (enamel) gigi, yang kemudian akan memutihkan gigi. Seberapa lama efek pemutihan terjadi dapat berbeda-beda pada tiap-tiap orang, dapat berkisar dari hitungan minggu, bulan atau bahkan tahun.

Pemutihan gigi dengan laser
Gambar: wilmettedentists.com
Selain dengan mengunjungi dokter gigi untuk memutihkan gigi, Anda juga dapat membeli bleaching kit yang dapat Anda gunakan sendiri di rumah. Namun sebaiknya minta pendapat dokter gigi mengenai metode atau produk pemutihan gigi apa yang tepat dan efektif untuk Anda.

Jika Anda memiliki kerusakan gigi atau penyakit pada gusi, maka harus diobati terlebih dahulu sebelum menjalani perawatan pemutihan gigi. Selain itu, karena alasan tertentu pemutihan gigi tidak dapat dilakukan pada semua orang. Sebagai contoh, pemutihan gigi biasanya tidak dianjurkan untuk wanita hamil atau menyusui. Atau jika Anda berusia di bawah 18 tahun, maka tidak disarankan untuk melakukan pemutihan gigi dengan menggunakan produk yang mengandung lebih dari 0,1 persen hidrogen peroksida.

Alternatif untuk memutihkan gigi

Selain metode bleaching, beberapa hal sederhana dapat Anda lakukan untuk memutihkan gigi, diantaranya:
  • Menyikat gigi secara teratur dengan pasta gigi berfluoride
  • Berhenti merokok
  • Mengurangi atau mungkin meninggalkan makanan dan minuman yang dapat menodai gigi, seperti teh, kopi, dan anggur merah
  • Rutin ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali - tartar yang melekat pada gigi akan dibersihkan.
Untuk pemutih (whitening) yang terdapat di dalam pasta gigi, saat ini para ahli masih mengkaji seberapa efektif whitening tersebut dalam memutihkan gigi.

Produk pemutih gigi rumahan

Sebagian apotek menjual produk-produk pemutih gigi yang dapat Anda terapkan sendiri dirumah, beberapa diantara jenisnya adalah:
  • Pasta gigi dengan whitening - dapat membantu menghilangkan noda pada permukaan gigi, tapi biasanya tidak akan mengubah warna alami gigi.
  • Tray kit - mengandung rubber mouth trays (nampan karet mulut) yang bentuknya kira-kira sama seperti gigi. dan tabung gel pemutih. Setelah gel diletakkan ke dalam nampan karet, nampan karet lalu ditempatkan di atas gigi, biasanya selama 30 menit untuk satu perawatan.
  • Whitening strip - strip yang dilapisi gel yang mengandung hidrogen peroksida. Biasanya diterapkan dua kali sehari selama beberapa minggu.
  • Larutan kumur - cenderung kurang efektif dalam memutihkan gigi karena hanya berada di mulut dalam waktu yang singkat dibandingkan metode lainnya.
Bahan pemutih di dalam produk-produk pemutih biasanya hidrogen peroksida. Untuk keamanan, produk pemutih gigi yang boleh Anda beli tidak boleh mengandung lebih dari 0,1 persen hidrogen peroksida. Bacalah dan patuhi petunjuk cara penggunaannya dengan jelas.

Tapi, tidak menutup kemungkinan dokter gigi akan menggunakan produk dengan kandungan hidrogen peroksida lebih dari 0,1 persen. Hal ini sah-sah saja dilakukan selama hal tersebut oleh seorang profesional gigi yang sebelumnya telah mengetahui kebutuhan dan kondisi kesehatan gigi Anda.

Pemutihan gigi oleh dokter gigi

Dokter gigi dapat melakukan proses pemutihan gigi secara eksternal dan internal. Pada pemutihan eksternal, gel ditempatkan pada permukaan luar gigi. Sedangkan pemutihan internal dilakukan dengan cara menempatkan produk pemutih gigi di dalam gigi. Pemutihan eksternal lebih umum dilakukan ketimbang internal, karena pemutihan internal hanya akan dilakukan jika Anda juga menjalani perawatan saluran akar, yang memungkinkan dokter mengakses bagian dalam gigi Anda.

Pemutihan eksternal
Jika Anda menjalani pemutihan eksternal, dokter gigi akan menyediakan nampan mulut karet yang sesuai dengan gigi Anda. Gusi Anda juga akan dilindungi dengan perisai karet sebelum gel pemutih ditempatkan. Proses pemutihan ini biasanya jauh efektif ketimbang produk-produk pemutih gigi yang dibeli di pasaran.

Dokter gigi akan memberi tabung gel pemutih dan petunjuk cara penggunaannya untuk Anda gunakan di dalam nampan dirumah. Tergantung dari produk yang diberikan dokter, lamanya perawatan dapat bervariasi, tapi mungkin sekitar 30 menit untuk setiap malam. Juga tergantung produk yang digunakan, hasilnya dapat berbeda, namun biasanya akan terlihat dalam 1-4 minggu.

Selain menggunakan nampan dan gel pemutih, dokter gigi juga dapat melakukan prosedur laser atau power bleaching (lihat gambar). Setelah ia menempatkan gel pemutih pada gigi Anda, laser (sinar terang) kemudian digunakan untuk mempercepat proses pemutihan. Meskipun banyak yang mengklaim bahwa perawatan dengan laser ini akan lebih cepat dalam memutihkan gigi, namun bukti ilmiahnya masih sangat minim. Juga, selalu ada kemungkinan laser akan merusak gigi.

Pemutihan internal
Anda hanya dapat melakukan prosedur pemutihan internal jika Anda juga menjalani perawatan saluran akar.

Prosedur ini biasanya dilakukan dengan cara mengebor gigi dan menempatkan produk pemutih ke dalam lubang tersebut. Dokter akan memanfaatkan lubang yang sebelumnya telah dibuat untuk perawatan akar, meskipun pada akhirnya lubangnya akan diperbesar lagi oleh dokter dengan membornya. Dokter gigi akan menutup sementara lubang tersebut, dan membiarkan pemutih gigi bekerja.

Setelah sekitar satu minggu kemudian, Anda harus kembali ke dokter gigi untuk mengangkat tambalan sementara dan mengangkat pemutihnya. Selanjutnya dokter akan menambal kembali gigi dengan tambalan yang sesuai dengan warna gigi Anda.

Risiko pemutihan gigi

Seperti halnya prosedur kesehatan lainnya, ada beberapa risiko yang mungkin dapat ditimbulkan dari pemutihan gigi. Risiko ini dapat berbeda-beda pada tiap-tiap orang. Mintalah penjelasan dari dokter mengenai risiko dari pemutihan gigi dan jenis perawatan yang dijalankannya. Asalkan pemutihan gigi dilakukan oleh seorang dokter gigi yang berkualitas, pemutihan gigi terbilang aman.

Efek samping
Efek samping adalah sesuatu yang tidak diinginkan dari suatu prosedur. Kabar baiknya, kebanyakan efek samping yang terjadi pasca pemutihan gigi bersifat sementara.

Beberapa efek samping dari pemutihan gigi antara lain:
  • Gigi sensitif pada panas dan dingin
  • Sakit tenggorokan
  • Gusi perih.
Efek samping diatas biasanya akan hilang dalam beberapa hari, tetapi segera hubungi dokter bila efek samping ini masih berlanjut.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.