7 Gejala dan Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Friday, March 20, 2015
Demam

Nyeri dada, hilang penglihatan tiba-tiba, dan sakit perut yang hebat memerlukan perawatan medis segera, tapi bagaimana dengan gejala-gejala lainnya yang dianggap lebih ringan? Apakah gejala-gejala tersebut tidak berbahaya dan boleh diabaikan? Berikut ini adalah tujuh gejala dan tanda yang layak mendapatkan perhatian medis segera.

1. Berat badan turun yang tidak diketahui penyebabnya

Turunnya berat badan tanpa bersusah payah mungkin terdengar seperti mimpi di siang bolong, namun sebenarnya kondisi ini dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Jika Anda kehilangan lebih dari 10 persen berat badan selama enam bulan terakhir, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Penurunan berat badan yang tidak diketahui penyebabnya bisa jadi disebabkan beberapa kondisi kesehatan yang serius, seperti hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif), diabetes, depresi, penyakit hati, kanker, dan gangguan penyerapan nutrisi tubuh (gangguan malabsorpsi).

2. Demam tinggi atau persisten

Demam tidak selalu menjadi alarm dari suatu kondisi yang berbahaya. Demam merupakan respon tubuh dalam memerangi infeksi. Demam persisten (menetap/berkepanjangan) dapat menandakan adanya infeksi tersembunyi, mulai dari infeksi pada saluran kemih hingga tuberkolosis (TBC). Pada beberapa kasus, kondisi keganasan (kanker) - seperti limfoma - dapat menyebabkan demam yang berkepanjangan atau demam persisten.

Segera hubungi dokter jika suhu tubuh Anda mencapai 39,4°C atau lebih, atau jika Anda telah mengalami demam selama lebih dari tiga hari.

3. Sesak napas

Sesak napas bisa jadi merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan. Berolahraga berat, suhu yang ekstrem, obesitas dan berada di ketinggian tinggi dapat menyebabkan sesak napas. Di luar kondisi-kondisi tersebut, sesak napas mungkin merupakan gejala dari suatu kondisi kesehatan yang serius. Jika Anda mengalami sesak napas yang tidak diketahui penyebabnya, terutama jika muncul secara tiba-tiba dan hebat, segeralah cari perawatan medis.

Penyebab sesak napas bisa jadi adalah karena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), bronkitis, asma, pneumonia, bekuan darah di paru-paru (emboli paru), seta masalah pada jantung dan paru-paru lainnya. Kesulitan bernapas juga dapat disebabkan oleh serangan panik - kecemasan tiba-tiba yang memicu reaksi fisik yang hebat.

4. Perubahan kebiasaan buang air besar

Rutinitas dan perilaku buang air besar pada tiap-tiap orang dapat berbeda-beda. Namun segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami perubahan dalam buang air besar, seperti:
  • Tinja berwarna hitam atau tinja mengandung darah
  • Sembelit atau diare persisten.
Perubahan kebiasaan buang air besar bisa jadi merupakan tanda adanya infeksi bakteri - seperti campylobacter atau salmonella - atau infeksi virus atau parasit. Penyebab lainnya yang mungkin adalah penyakit iritasi usus besar dan kanker usus besar.

5. Linglung atau perubahan kepribadian

Segera cari perhatian medis jika secara mendadak Anda mengalami:
  • Ketidakmampuan berpikir (kemampuan berpikir buruk)
  • Kesulitan fokus, atau mempertahankan atau mengalihkan perhatian
  • Perubahan perilaku.
Perubahan-perubahan ini bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, gizi buruk, gangguan kesehatan mental atau karena obat-obatan.

6. Perut terasa penuh

Jika Anda secara konsisten merasa perut Anda selalu penuh atau baru makan sedikit sudah terasa kenyang, segera periksakan diri ke dokter. Kondisi cepat kenyang kadangkala disertai dengan mual, muntah, kembung atau penurunan berat badan.

Kemungkinan penyebab cepat kenyang adalah penyakit gastroesophageal reflux (GERD) dan tukak lambung. Pada beberapa kasus, kondisi cepat kenyang disebabkan oleh masalah kesehatan yang lebih serius, seperti kanker pankreas.

7. Melihat kilatan cahaya

Jika Anda melihat adanya titik terang atau cahaya yang berkedip (padahal sebenarnya tidak ada), maka ini mungkin menandakan kondisi migrain. Pada kasus lain, melihat kilatan cahaya yang tiba-tiba bisa jadi merupakan sinyal dari ablasi retina (lepasnya retina). Jika hal ini terjadi, segeralah cari perawatan medis demi mencegah kehilangan penglihatan permanen.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.