Penyebab dan Pengobatan Nyeri Leher Kronis

Monday, February 02, 2015
Nyeri leher

Nyeri leher kronis adalah nyeri pada leher yang telah terjadi dalam waktu yang lama, biasanya lebih dari enam bulan. Ada banyak penyebab nyeri leher kronis dan rasa sakitnya pun dapat berkisar dari yang ringan hingga berat.

Penyebab nyeri leher kronis

Nyeri leher kronis dapat disebabkan oleh:
  • Rheumatoid arthritis
  • Osteoarthritis
  • Degenerasi disk
  • Cedera leher
  • Fibromyalgia
  • Keseleo
  • Salah posisi tubuh
  • Spinal stenosis
  • Kanker
  • Sebelumnya pernah menjalani operasi tulang belakang
  • Fraktur kompresi tulang belakang.
Gejala nyeri leher kronis

Meskipun Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini, bukan berarti Anda dipastikan terkena nyeri leher kronis. Namun ada baiknya konsultasikan kepada dokter bila mengalaminya. Gejala-gejalanya adalah:
  • Kejang dan nyeri otot leher
  • Mati rasa pada bahu atau lengan
  • Nyeri yang panas
  • Nyeri tajam
  • Nyeri tumpul
  • Nyeri yang menusuk ke lengan
  • Jangkauan pergerakan leher atau lengan berkurang
  • Nyeri bahu.
Diagnosis nyeri leher kronis

Nyeri leher kronis menjadi salah satu bidang keahlian bagi dokter spesialis saraf atau bedah saraf. Dokter ahli saraf atau bedah saraf sangat memahami masalah pada saraf dan sumsum tulang belakang yang biasanya menjadi tersangka utama nyeri leher kronis.

Beberapa jenis tes yang mungkin akan dilakukan untuk menegakkan diagnosis nyeri leher kronis, antara lain:
  • X-ray - tes yang memanfaatkan radiasi untuk membuat gambar yang digunakan untuk melihat kondisi tulang leher.
  • MRI scan - tes yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk membuat gambar untuk melihat tulang belakang dan sarafnya.
  • CT-scan - salah satu jenis X-ray yang menggunakan komputer untuk membuat gambar untuk melihat tulang belakang dan tulang leher lebih jelas.
  • Electromyography (EMG) - tes untuk mengukur seberapa baik fungsi saraf dan otot.
  • Myelography - juga termasuk jenis pemeriksan X-ray yang menggunakan kontras untuk melihat tulang belakang dan sarafnya.
Pengobatan nyeri leher kronis

Beberapa bentuk pengobatan untuk mengatasi nyeri leher kronis, antara lain:


Latihan dan olahraga
Rasa nyeri pada leher sangat mungkin dihilangkan dengan latihan dan olahraga. Diskusikan dengan dokter atau ahli terapi fisik mengenai jenis latihan yang cocok bagi Anda, meskipun biasanya terdiri dari latihan kekuatan dan peregangan.

Pengobatan
Ada banyak jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri leher kronis, antara lain:
  • Obat anti inflamasi non-steroid (NSAID) - untuk mengatasi rasa sakit dan mengurangi peradangan.
  • Obat nyeri opioid (sepeti morfin) - untuk mengobati nyeri sedang atau berat.
  • Obat anti depresan - obat anti depresi terkadang juga digunakan untuk mengatasi nyeri leher.
  • Obat anti kejang - seperti Gabapentin, Topiramate.
  • Suntikan kortikosteroid - untuk mengobati rasa sakit dan mengurangi peradangan yang disebabkan oleh penyakit sendi.
Perawatan lainnya
Ada pula perawatan lain yang mungkin dapat membantu mengatasi nyeri leher, seperti terapi Chiropractic. Akupunktur juga telah terbukti membantu mengatasi nyeri leher. Contoh perawatan lainnya adalah terapi laser tingkat rendah. Pengobatan non-invasif ini dilakukan dengan cara mengarahkan sumber cahaya pada daerah yang sakit. Terapi pijat juga banyak diterapkan, sebagian orang dengan nyeri leher merasa lebih baik dengan dipijat.

Pembedahan
Sebagian kasus nyeri leher harus ditangani secara medis, seperti perlu dilakukan pembedahan atau operasi. Jenis operasi yang diterapkan tergantung dari penyebab sakit lehernya. Sebagai contoh, jika nyeri leher disebabkan karena herniated disk, maka oeprasi akan dilakukan untuk menghilangkan bagian dari disk.

Mencegah nyeri leher

Untuk membantu mencegah terjadinya nyeri leher kronis, lakukan langkah-langkah berikut:
  • Selalu jaga postur tubuh dengan baik saat beraktivitas
  • Sesekali beristirahatlah dari aktivitas stasioner seperti mengemudi lama atau bekerja di depan komputer
  • Tidur dengan posisi senyaman mungkin
  • Melakukan peregangan leher, punggung, dan bahu secara rutin
  • Pastikan kursi, meja kerja, dan keyboard komputer berada dalam posisi dan ketinggian yang tepat.

Referensi:
  • American Academy of Family Physicians. http://www.familydoctor.org
  • American Academy of Orthopaedic Surgeons. http://www.aaos.org
  • American Physical Therapy Association. http://www.apta.org
  • http://www.coa-aco.org/
  • http://www.canorth.org/
  • http://www.physiotherapy.ca/public
  • http://www.lifescript.com/

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.