Menggunakan Susu Formula? Perhatikan Hal Berikut

Sunday, January 25, 2015
Susu formula

Makanan yang terbaik bagi bayi adalah ASI. Betapapun mahal dan rumitnya proses pembuatan sebuah susu formula, tetap saja tidak menyamai manfaat dan khasiat ASI. Namun ada kalanya seorang ibu tidak dapat memberikan ASI untuk bayinya karena berbagai alasan, seperti ASI yang sedikit, puting susu yang masuk ke dalam, atau karena alasan sibuk bekerja.

Seberapa sering seharusnya memberi susu formula?

Bayi yang baru lahir hanya butuh sedikit susu formula. Di akhir minggu pertamanya, bayi biasanya akan membutuhkan sekitar 150 ml sampai 200 ml susu formula per kilogram berat badan mereka setiap hari hingga mereka berusia sekitar enam bulan. Angka kebutuhan ini tentunya dapat bervariasi pada tiap-tiap bayi.

Meskipun sebagian besar pola makan bayi tidak berubah, namun keinginan untuk minum atau seberapa banyak mereka ingin minum dapat berubah-ubah. Bayi cenderung minum sedikit-sedikit namun sering, sehingga seringkali mereka tidak menghabiskan susu yang dibuat. Dan juga, ketika ia sudah banyak minum susu (menghabiskan botol), bukan berarti ia akan merasa kenyang untuk waktu yang lama.

Apa saja tanda-tanda bayi yang lapar?

Ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi Anda dalam keadaan lapar atau siap untuk diberikan susu, antara lain:
  • Bergerak-gerak/menggeliat gelisah ketika bangun dari tidur
  • Menggerakkan kepala dan mulut ke sekitar seolah mencari sesuatu
  • Mulut dan lidah terlihat membuat gerakan menghisap atau menghisap sesuatu di dekatnya, biasanya jari-jari mereka.
Usahakan agar memberikan susu sebelum bayi Anda menangis, menangis merupakan tanda akhir (terlambat) bahwa mereka sedang lapar.

Sudah cukupkah susu formula bagi bayi Anda?

Berat badan bayi, dan seberapa banyak ia buang air dapat mengindikasikan bayi Anda sudah tercukupi dengan susu formula atau tidak. Jika memakai popok, bayi yang cukup minum susu formula akan menghabiskan enam popok setiap hari dalam beberapa hari sejak kelahirannya. Kondisi popok tersebut harus basah kuyup dengan air kencingnya yang berwarna kuning jernih atau pucat, atau popoknya berat.

Dalam beberapa hari pertama sejak kelahiran, tinja bayi biasanya bertekstur lengket dan berwarna gelap (disebut sebagai mekonium). Setelah melewati minggu pertamanya, tinja bayi biasanya berwarna kuning pucat atau coklat kekuningan.

Bayi biasanya akan ditimbang sesaat setelah lahir dan ditimbang lagi sekitar satu atau dua minggu kemudian. Jangan cemas ketika bayi kehilangan berat badan hingga 10 persen di hari-hari pertama sejak kelahirannya, hal ini terbilang normal. Pada usia 1-3 bulan, kenaikan berat badan normal sekitar 200 gram per minggu. Lalu pada usia 4-6 bulan, berat badan bayi akan naik 500-600 gram per bulan. Memasuki usia 7-9 bulan, kenaikan berat badan bayi ideal 350-450 gram per bulan. Pada usia 10-12 bulan, kenaikan berat badan sekitar 200 gram per bulan. Data berat badannya ini seharusnya dicatat dan dimasukkan ke dalam buku seperti KMS.

Baca juga: Cara Tepat Menyiapkan Susu Formula Bayi

Tips membuat susu formula di perjalanan?

Ada kalanya Anda mengajak bayi Anda dalam suatu perjalanan atau dengan kata lain tidak sedang berada dirumah, sedangkan bayi membutuhkan susu formula, maka ada beberapa tips yang baik dilakukan:
  • Masukkan takaran bubuk susu formula dalam wadah kecil agar mudah membuatnya. Wadah semacam ini sudah banyak dijual, satu wadah dapat menampung hingga beberapa takaran yang masing-masing takaran berada di ruang terpisah. Ini untuk memudahkan ibu dalam membuat susu formula, tanpa perlu harus membawa kaleng susu atau menakarnya dengan sendok takar di tengah perjalanan.
  • Bawa termos yang berisi air panas.
  • Dan tentu saja botol susu kering yang sudah disterilkan dan dimasukkan ke wadah yang bersih. Bagian-bagian botol harus dalam keadaan terpasang.
Buatlah susu hanya ketika bayi Anda membutuhkannya. Air harus dalam keadaan panas ketika susu formula dibuat, ini berguna untuk membunuh bakteri (jika ada) di dalam susu formula tersebut. Jangan lupa untuk mendinginkannya terlebih dahulu dengan air dingin sebelum memberikannya kepada bayi Anda.

Bolehkah menggunakan air kemasan untuk membuat susu formula?

Menggunakan air kemasan untuk membuat susu formula sah-sah saja dilakukan asalkan air tersebut steril, tidak mengandung terlalu banyak Natrium atau Sulfat dan harus direbus terlebih dahulu sebelum digunakan. Ada dua hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan air kemasan untuk membuat susu formula bayi, yakni:
  • Kandungan Natrium (sering ditulis dengan Na) air kemasan tidak lebih dari 200 mg per liter
  • Kadar Sulfat (SO atau SO4) air kemasan tidak lebih dari 250 mg per liter.
Adakalanya, menggunakan air kemasan untuk membuat susu formula sangat dianjurkan dalam beberapa kondisi, seperti:
  • Air minum rumah terkontaminasi dengan banjir, atau kawasan sedang dalam keadaan banjir.
  • Bepergian ke daerah lain yang mana kualitas air minum di sana meragukan.
Air kemasan masih perlu direbus sebelum digunakan untuk membuat susu formula. Selalu gunakan air rebusan dengan suhu minimal 70°C, tapi jangan lupa dinginkan terlebih dahulu sebelum memberikannya kepada bayi Anda.

Gambar: www.3news.co.nz

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.