Penyebab dan Pengobatan Kekurangan Zat Besi pada Dewasa

Sunday, November 02, 2014
Zat besi dalam darah

Zat besi merupakan mineral makanan yang memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, seperti transportasi oksigen dalam darah. Kurangnya asupan zat besi membuat tubuh menguras cadangan zat besinya. Dampaknya, muncul gejala lemah, letih, dan menurunnya kekebalan tubuh.

Menjaga kecukupan kadar zat besi dalam tubuh sangatlah penting. Namun kadar zat besi dalam tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan keracunan bahkan kematian. Oleh karena itu jangan pernah mengonsumsi suplemen zat besi kecuali atas saran dokter.

Kekurangan zat besi umum terjadi

Kekurangan atau defisiensi zat besi sangat umum terjadi di masyarakat. Kelompok orang yang berisiko tinggi kekurangan zat besi, antara lain wanita hamil dan menyusi, bayi dan balita, remaja putri dan atlet. Cadangan zat besi seseorang akan terkuras ketika mereka kurang mengonsumsi zat besi, akibatnya terjadi anemia defisiensi zat besi. Jika Anda merasa kekurangan zat besi, sebaiknya temui dokter, jangan pernah berusaha mengobatinya sendiri.

Penyebab kekurangan zat besi

Beberapa penyebab umum kekurangan zat besi pada dewasa antara lain:
  • Asupan makanan yang tidak mencukupi - Ada dua jenis zat besi, besi heme (ditemukan dalam jaringan hewan) dan zat besi non-heme. Tubuh lebih mudah menyerap zat besi heme ketimbang zat besi non-heme. Ada banyak penyebab mengapa asupan zat besi tidak mencukupi, salah satunya adalah karena kurang atau tidak sama sekali mengonsumsi makanan hewani (vegetarian), atau ketiadaan akses untuk mengonsumsi makanan segar, misalnya karena tinggal di daerah yang terpencil atau karena masalah ekonomi.
  • Kehilangan darah - Kekerangan zat besi sangat mudah terjadi ketika seseorang kehilangan darah. Penyebab kehilangan darah antara lain, karena periode menstruasi berat, donor darah, mimisan, gangguan kronis lainnya yang menyebabkan perdarahan (seperti tukak lambung, polip atau kanker pada usus besar), dan karena penggunaan obat-obatan tertentu, seperti aspirin.
  • Meningkatnya kebutuhan tubuh - Percepatan pertumbuhan seorang remaja, kehamilan dan menyusui merupakan kondisi dimana tubuh membutuhkan zat besi lebih banyak. Jika peningkatan kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka defisiensi zat besi cepat terjadi.
  • Olahraga - Para atlet rentan kekurangan zat besi karena olahraga secara teratur akan meningkatkan kebutuhan tubuh akan zat besi.
  • Ketidakmampuan tubuh menyerap zat besi - Tubuh dewasa normal menyerap sekitar 10-15 persen zat besi dari makanan, namun tubuh sebagian orang lainnya kurang atau tidak mampu menyerap dan memanfaatkan zat besi dari makanan.
Penurunan kadar zat besi

Sebagian besar cadangan zat besi di dalam tubuh berada di hemoglobin sel darah merah. Zat besi tambahan disimpan di dalam hati dan digunakan ketika asupan zat besi dari makan tidak mencukupi.

Jika kebutuhan zat besi Anda tidak terpenuhi, cadangan zat besi tubuh Anda akan menurun dari waktu-ke waktu. Efeknya:
  • Deplesi zat besi - Kadar hemoglobin normal, namun tubuh hanya memiliki simpanan zat besi dalam jumlah yang kecil, yang akan segera habis. Pada tahap ini biasanya belum menunjukkan gejala yang khas.
  • Defisiensi zat besi - Cadangan dan simpanan zat besi rendah dan kadar hemoglobin turun di bawah level normal. Beberapa gejala sudah muncul seperti lemah.
  • Anemia defisiensi zat besi - Kadar hemoglobin dalam darah sudah sangat rendah sehingga darah tidak cukup menyuplai oksigen ke sel-sel tubuh. Gejala yang muncul biasanya pucat (sangat pucat), sesak napas, pusing dan kelelahan. Fungsi kekebalan tubuh menurun dan gangguan pertumbuhan dan kognisi juga menjadi gejalanya.
Pengobatan defisiensi zat besi

Status zat besi Anda dapat diukur dengan mudah melalui pemeriksaan darah. Pengobatannya  berdasarkan atas status zat besi Anda, pengobatannya antara lain:
  • Defisiensi zat besi akibat kondisi lain - Penyebab defisiensi zat besi perlu diselidiki, jika disebabkan oleh suatu kondisi medis lain, maka harus segera diobati.
  • Deplesi zat besi -  Diet makanan kaya zat besi. Enam bulan berikutnya dilakukan lagi pemeriksaan darah guna memastikan kadar zat besi dalam tubuh telah normal.
  • Defisiensi zat besi - Diet kaya zat besi yang diawasi dengan ketat. Konsumsi makanan kaya zat besi harus ditingkatkan, sementara makanan dan minuman seperti teh dan kopi harus dihindari karena dapat mengganggu penyerapan zat besi. Status zat besi harus diperiksa secara rutin.
  • Anemia kekurangan zat besi - Diresepkan suplemen zat besi. Tubuh mungkin akan memerlukan waktu enam bulan sampai satu tahun hingga cadangan zat besi dalam tubuh mencukupi. Kadar zat besi dalam darah diperiksa secara teratur dengan pemeriksaan darah.
Jangan mendiagnosis diri sendiri kekurangan zat besi

Mengonsumsi suplemen zat besi ketika Anda merasa lemah dan lelah tidak akan membantu menghilangkan gejalanya kecuali jika memang Anda benar-benar didiagnosis kekurangan zat besi. Gejala tersebut mungkin saja hanya disebabkan oleh kondisi lain.

Karena suplemen zat besi sangat mudah didapatkan dan banyaknya iklan di televisi, banyak orang yang menebak-nebak dirinya sendiri kekurangan zat besi, tapi sebenarnya hal ini salah. Alasannya:
  • Lemah, pucat, pusing, dan sesak napas adalah juga gejala dari banyak kondisi dan gangguan medis lainnya, bukan hanya gejala defisiensi zat besi semata. Jangan buang-buang waktu untuk mengobati diri Anda sendiri, lebih baik pergi ke dokter karena semakin dini pengobatan (untuk kondisi medis lain) dimulai, tingkat kesembuhan semakin besar.
  • Suplemen zat besi tidak dapat menghilangkan gejala (gejala diatas) yang Anda alami kecuali Anda memang kekurangan zat besi. Tidak perlu membuang-buang uang untuk membeli tablet suplemen zat besi yang ternyata tidak Anda perlukan.
  • Suplementasi zat besi yang tidak perlu (tidak dalam kondisi anemia kekurangan zat besi) hanya akan mengganggu penyerapan mineral lainya, seperti seng dan tembaga.
  • Suplemen zat besi yang diresepkan untuk anemia defisiensi zat besi pada orang dewasa dapat menyebabkan sembelit, mual, muntah dan diare, terutama jika suplemen tersebut dikonsumsi di saat perut kosong.
  • Sekitar 1 dari 300 orang didiagnosis mengalami hemokromatosis, yang merupakan kelainan bawaan yang membuat tubuh menyerap zat besi lebih banyak. Kelebihan zat besi dalam tubuh akan merusak jaringan dan meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. Orang dengan kondisi seperti ini harus membatasi asupan zat besi.
Zat besi bisa menjadi racun

Overdosis zat besi adalah kondisi ketika Anda mengonsumsi suplemen zat besi dalam jumlah yang berlebihan. Dalam jumlah besar, zat besi akan menjadi racun dan dapat mengakibatkan kefatalan. Suplemen zat besi haru disimpan dengan aman dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Jika Anda mencurigai diri Anda overdosis zat besi, segera hubungi dokter.

Penyerapan zat besi

Penyerapan zat besi oleh tubuh dapat dipengaruhi oleh jumlah dan jenis zat besi yang dikonsumsi (heme atau non-heme). Faktor makanan juga dapat meningkatkan atau menghambat penyerapan zat besi, misalnya vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi sedangkan teh dan kopi dapat mengganggu penyerapan zat besi.

Kebutuhan seseorang akan zat besi juga mempengaruhi kemampuan penyerapan tubuh. Ketika kadar zat besi dalam tubuh rendah, persentase penyerapan zat besi dari makanan akan lebih besar. Penyerapan zat besi dari makanan adalah sekitar 18 persen dari makanan hewani dan sekitar 10 persen dari makanan nabati.

Saran lainnya terkait zat besi

Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai bagaimana membangun pola makan sehat dengan kebutuhan zat besi yang terpenuhi. Ada beberapa saran bermanfaat terkait zat besi:
  • Sereal gandum, daging, unggas dan ikan merupakan sumber zat besi yang baik.
  • Hati merupakan sumber makanan yang kaya akan zat besi, tetapi wanita hamil harus menghindari mengonsumsi hati karena kandungan vitamin A-nya sangat tinggi.
  • Pilih makanan yang diperkaya zat besi seperti sereal dan roti.
  • Vegetarian yang tidak memakan seluruh daging hewan mungkin memerlukan sumber zat besi dua kali lipat dibandingkan non-vegetarian. Sumber makanan yang baik untuk vegetarian antara lain sayuran berdaun hijau tua seperti brokoli, aprikot kering, kismis, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal yang diperkaya zat besi, roti dan pasta.
  • Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi. Vitamin C dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayuran berwarna terang.
  • Kurangi konsumsi teh dan kopi, terutama saat menjelang waktu makan, karena tanin dalam teh dan kopi akan mengikat dan mengganggu penyerapan zat besi.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.