10 Efek Buruk Jangka Pendek dari Merokok

Monday, November 17, 2014
Asap rokok

Jika Anda seorang perokok, mungkin Anda merasa bahwa penyakit seperti kanker paru-paru dan emfisema adalah urusan nanti di masa depan. Lagipula belum tentu Anda akan terkena penyakit-penyakit itu, dan banyak perokok yang terlihat 'sehat' bahkan hingga hari tuanya. Betul?

Tapi sebenarnya sudah ada beberapa alasan dari kebiasan merokok yang seharusnya sudah membuat Anda khawatir saat ini. Perlu Anda ketahui bahwa asap rokok dapat menyebabkan kerusakan langsung bagi tubuh Anda, seperti membuat kulit menjadi kendur dan menurunkan kesuburan.

Kita semua tahu bahwa efek jangka panjang dari merokok akan menyebabkan kanker dan penyakit mematikan lainnya, tapi juga perlu diketahui bahwa penelitian menunjukkan kebiasaan merokok juga berdampak buruk bagi kesehatan Anda saat ini .

Sebuah perumpamaan dari seorang ahli kesehatan Amerika: "Memiliki kebiasaan merokok sama saja dengan meletakkan kepada Anda di cerobong asap pabrik. Sekitar 200 dari 4.000 bahan kimia yang terdapat di dalam tembakau adalah bahan beracun, dan bahan-bahan kimia tersebut akan berdampak buruk bagi seluruh organ tubuh Anda."

Berdasarkan penelitian pada tahun 2009 oleh Universitas McGill di Montreal, merokok satu batang rokok dapat menyempitkan pembuluh darah sekitar 25% untuk waktu sekitar 30 menit, meningkatkan tekanan darah dan risiko penyakit jantung.

Dalam waktu yang singkat, merokok dapat menyebabkan kerusakan signifikan bagi tubuh, seorang peneliti dari Georgetown University Medical Center di Washington, D.C. mengungkapkan. Namun kabar baiknya, berhenti merokok akan segera membalikkan efek-efek buruk tersebut.

Di bawah ini adalah 10 efek buruk jangka pendek dari merokok yang dapat Anda jadikan alasan untuk segera berhenti merokok.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 1: Pada hati

Orang-orang biasanya mengaitkan rokok dengan masalah pernapasan dan kanker paru-paru, tapi ketahuilah bahwa rokok juga berdampak besar pada sistem kardiovaskular.

Bahan kimia yang terdapat dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan kerusakan pada dindingnya, kekakuan dan meningkatkan timbunan plak pada arteri. Kesemua hal tersebut akan menurunkan jumlah sel-sel darah merah yang kaya oksigen yang diperlukan bagi jantung agar dapat bekerja dengan baik.

Karena pembuluh darah yang sempit dan oksigen yang kurang, maka jantung akan dipaksa memompa lebih kuat, sehingga berisiko mengakibatkan masalah kesehatan jangka pendek seperti tekanan darah tinggi, peningkatan denyut jantung, kolesterol tinggi dan risiko tinggi aneurisma mendadak (penggelembungan pembuluh darah).

Racun dalam tembakau akan menjadi pemicu pembekuan darah, yang akan menghalangi aliran darah ke jantung, yang mana hal ini dapat menyebabkan serangan jantung.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 2: Pada paru-paru

Anda perokok dan Anda batuk? Ini merupakan upaya tubuh Anda untuk membersihkan paru-paru dari racun asap rokok.

Paru-paru manusia dianugerahi sistem pertahanan yang kuat untuk melindungi dari debu, kotoran dan infeksi tingkat rendah, tapi paru-paru tidak mampu mengatasi racun dalam rokok.

Paru-paru memproduksi lendir untuk menjebak racun, dan lapisan tipis rambut kecil pada saluran napas untuk menjebak agen asing dan mengeluarkannya kembali. Sayangnya, bahan kimia yang terdapat di dalam rokok sangatlah ganas, sehingga mennyebabkan produksi lendir menjadi berlebih, dan rambut kecil tidak lagi mampu mengatasinya. Akibatnya, Anda akan mengalami batuk, namun kerusakan pada sistem pernapasan Anda tidak berhenti disitu saja.

Batuk juga dapat mengiritasi otot-otot saluran pernapasan Anda, menyebabkannya mengejang (memeras), menyempitkan saluran napas dan menyebabkan asma dan masalah pernapasan lainnya, termasuk emfisema, bronkitis kronis dan COPD (penyakit paru obstruktif kronis). Hal ini akan menurunkan kemampuan fisik dan Anda akan mudah terengah-engah saat berolahraga. Dan kurangnya oksigen akan menurunkan daya tahan dan kemampuan tubuh Anda.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 3: Pada sistem reproduksi

Anda wanita yang ingin hamil, namun perokok? Sebaiknya banyak-banyaklah berdoa. Menurut American Society for Reproductive Medicine, sekitar 13 persen dari wanita infertil (tidak subur) dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Dan peluang wanita perokok untuk hamil akan turun hingga 40 persen, ini berdasarkan laporan temuan British Medical Association tahun 2004.

Penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok menyebabkan kerusakan sel telur wanita, mengurangi jumlah sel telur yang sehat dan mengganggu perjalanannya dari indung telur ke rahim.

Janin dalam rahim wanita perokok akan kekurangan suplai oksigen dan berisiko lebih besar lahir dengan berat badan rendah (BBLR), keguguran dan kelahiran prematur.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 4: Pada tulang

Terlepas dari usia dan jenis kelamin, asap rokok akan melemahkan tulang dan meningkatkan risiko patah tulang dan osteoporosis, ini menurut penelitian tahun 2006 yang diungkapkan oleh Yayasan Osteoporosis Internasional.

Racun dalam rokok telah terbukti mempercepat hilangnya massa tulang, dan meningkatkan risiko penyakit tulang.

Osteoporosis adalah suatu kondisi dimana tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis juga menyebabkan rasa nyeri, dan kekurangmampuan bergerak untuk melakukan tugas sehari-hari. Osteoporosis lebih sering mengenai wanita pasca menopause, tetapi kebiasaan merokok akan membuat osteoporosis mengenai laki-laki atau wanita di usia berapapun.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 5: Pada kulit

Anda suka menghabiskan jutaan rupiah untuk membeli pelembab kulit? Bisa dikatakan hal tersebut kurang berguna selama Anda masih merokok.

Faktanya, merokok akan memberikan efek buruk pada struktur kulit, yang mana berfungsi memberikan kekuatan dan elastisitas. Hal ini berarti seorang perokok berkemungkinan besar akan mengalami keriput dini, kulit kendur dan perubahan warna kulit. Perokok juga rentan mengalami keriput di sekitar mata dan mulut mereka.

Karena bahan kimia dalam asap rokok, mereka yang perokok lebih banyak mengalami insiden jerawat di saat dewasa dibanding mereka yang tidak merokok, hal ini dipublikasikan dalam penelitian Dermato-Endocrinology tahun 2009.

Efek buruk rokok tidak hanya berakhir di kulit, wanita perokok cenderung memiliki payudara yang kendur di usia yang jauh lebih awal dibandingkan mereka yang tidak merokok.

Efek buruk rokok bagi kesehatan  # 6: Pada senyuman

Maniskah senyum dengan gigi yang kuning atau rusak? Gigi yang kuning adalah salah satu efek langsung yang paling menonjol dari kebiasaan merokok, tapi kerusakan gigi yang lebih parahlah yang harus lebih dikhawatirkan.

Gigi para perokok mengalami kekurangan suplai darah. Cenderung berkembang menjadi penyakit gusi, bau mulut persisten dan masalah higiene mulut lainnya yang terkait dengan bahan kimia pada rokok. Bahkan hal yang lebih buruk adalah, para perokok berisiko dua kali lipat untuk kehilangan gigi dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 7: Pada pencernaan

Anda sering merasakan mulas? Makanan yang Anda makan mungkin menjadi penyebabnya, namun perlu Anda ketahui bahwa asap rokok akan meningkatkan risiko gangguan gastroesophageal reflux disease (GERD), para ahli mengungkapkan.

Ketika kita menelan, air liur digunakan untuk menetralkan asam lambung. Tapi para perokok hanya memproduksi sedikit air liur, yang berarti asam pencernaan akan lebih lama mengiritasi kerongkongan dan lambung, menambah kemungkinan asam lambung untuk naik ke kerongkongan. Akibatnya, terjadi nyeri di perut dan dada Anda.

Merokok juga dapat menurunkan tekanan sfingter esofagus, yakni katup kunci yang menjaga agar asam lambung dan empedu tidak naik ke esofagus dan saluran napas - artinya perokok lebih berisiko mengalami refluks asam.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 8: Pada indera

Suka menikmati aroma bunga, wewangian atau aroma masakan yang lezat? Ketahuilah bahwa kebiasaan merokok akan menurunkan kemampuan penciuman Anda.

Bahan kimia yang terdapat dalam asap rokok dapat menumpulkan indera penciuman. Kabar baiknya, masalah penciuman ini akan hilang dalam beberapa hari atau minggu ketika Anda telah berhenti merokok.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 9: Pada metabolisme

Para perokok memiliki risiko 44 persen lebih tinggi dalam mengembangkan diabetes tipe 2, yakni gangguan metabolisme yang mempengaruhi produksi hormon insulin yang mengontrol kadar gula darah, menurut penelitian Journal of the American Medical Association tahun 2007.

Terdapat bukti hubungan antara kebiasaan merokok dengan kelainan glukosa, faktor yang menjadi risiko utama diabetes tipe 2.

Jika Anda sudah terkena diabetes, dan Anda masih merokok, maka sirkulasi dalam darah Anda akan terganggu dan Anda berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan komplikasi berbahaya seperti penyakit jantung.

Efek buruk rokok bagi kesehatan # 10 : Pada kecerdasan

Jika Anda belum berniat berhenti merokok, ini mungkin karena Anda tidak mampu berpikir jernih. Merokok dapat menjadi penyebab menurunnya kemampuan  kognitif Anda.

Dalam sebuah penelitian oleh Universities of Aberdeen and Edinburg di Skotlandia pada tahun 2004, para perokok lebih banyak melakukan kesalahan daripada bukan perokok dalam tes kognitif yang mengevaluasi penalaran memori,belajar dan pengambilan keputusan.

Salah satu alasan yang paling mungkin adalah bahwa stres oksidatif yang disebabkan oleh asap rokok menyebabkan kerusakan sel-sel otak, kata para peneliti. Dan fungsi jantung dan paru-paru yang buruk akibat merokok juga akan membuat sirkulasi oksigen ke otak kurang.

Kabar baiknya, berhenti merokok akan mengembalikan memori sehari-hari hingga ke tingkat yang sama dengan orang non-perokok, ini menurut penelitian tahun 2011 oleh Universitas Northumbria di Inggris.

Akhirnya, apakah Anda sudah siap untuk berhenti merokok? Tidak apa-apa jika Anda belum berkata "YA". Tapi mulai saat ini Anda harus tahu dan paham betul bahwa kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek jangka panjang namun juga efek jangka pendek yang sudah mulai Anda rasakan hari ini.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.