Hubungan Kanker Paru-paru dan Asbes

Sunday, September 21, 2014
Kanker paru-paru akibat asbes

Asbes adalah mineral alam yang terdiri dari serat-serat kecil dan dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan debu. Debu yang mengandung serat asbes ini dapat terhirup ke paru-paru melalui proses pernapasan, dimana akan terus menetap disana selama puluhan tahun.

Di Indonesia, asbes masih sangat umum digunakan sebagai bahan bangunan. Kita seharusnya sadar bahwa paparan jangka panjang bahan asbes ini dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker. Karena risiko ini, di beberapa negara maju, asbes tidak lagi ditambang, diolah atau diproduksi. Bahkan menjual, menggunakan atau menyimpan produk yang mengandung asbes adalah tindakan yang ilegal.

Yang berisiko tinggi terpapar asbes

Hampir semua orang diyakini pernah terpapar asbes walaupun dalam kadar yang sedikit. Namun ada sebagian orang yang memiliki risiko terpapar asbes jangka panjang lebih tinggi dari orang lain. Mereka adalah orang-orang yang bekerja di:
  • Penambangan asbes
  • Pabrik asbes atau pabrik yang produknya menggunakan bahan asbes
  • Pekerja dan penghancur bangunan, jika bangunan menggunakan bahan asbes.
Asbes dan kanker paru-paru

Seperti halnya merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru, paparan jangka panjang asbes juga dapat menyebabkan kanker paru-paru. Seorang perokok yang terpapar asbes memiliki risiko mengembangkan kanker paru-paru lebih tinggi. Belum ditemukan data valid penderita kanker paru-paru di Indonesia, namun diyakini terjadi peningkatan 20% kasus setiap tahunnya.

Ada dua jenis utama kanker paru-paru:
  • Karsinoma paru sel kecil - memiliki hubungan yang kuat dengan kebiasaan merokok
  • Karsinoma paru bukan sel kecil - terdiri dari tiga bentuk utama.
Tiga bentuk karsinoma paru bukan sel kecil adalah:
  • Karsinoma sel skuamosa - dimulai di saluran pernapasan besar, yang disebut bronkus
  • Karsinoma sel besar - mirip dengan karsinoma sel skuamosa
  • Adenokarsinoma - bentuk kanker paru-paru yang paling umum. Biasanya bermula di jaringan paru perifer.
Asbes dan mesothelioma

Mesothelioma adalah kanker yang cukup langka namun penyebarannya cepat. Mesothelioma hampir selalu dikaitkan dengan insiden paparan asbes. Kanker ini baru berkembang sekitar 30-40 tahun sejak terpapar asbes. Mesothelioma utamanya disebabkan karena tingginya tingkat penggunaan asbes dan aktivitas penambangan asbes selama bertahun-tahun.

Mesothelioma biasanya dimulai dari membran yang membungkus di sekitar paru-paru, yang disebut pleura. Sel-sel kanker menyebabkan penumpukan cairan antara pleura dan paru-paru, yang pada gilirannya akan menyebabkan tekanan pada paru-paru. Gejalanya adalah sesak napas dan batuk yang menyakitkan. Seiring perkembangannya, mesothelioma dapat tumbuh juga di dalam dinding dada dan terkadang juga dapat berkembang pada lapisan perut (peritoneum), selaput jantung atau organ reproduksi.

Mendiagnosis kanker paru-paru dan mesothelioma

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memeriksa kanker paru-paru dan mesothelioma, antara lain:
  • X-ray - baik menggunakan rontgen standar atau dengan CT Scan (yang menghasilkan gambar tiga dimensi dari dada).
  • Tes sitologi dahak - pemeriksaan dahak (sputum), karena sel-sel kanker paru terkadang juga dapat ditemukan dalam dahak.
  • Biopsi - pengambilan sampel kecil dari sel-sel paru dengan alat khusus, penderita akan mendapatkan anestesi (bius) secara lokal atau umum.
  • Pemeriksaan lain - seperti pemeriksaan tulang, hati atau scan otak, dan tes darah, untuk melihat apakah sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain.
Pengobatan kanker paru-paru dan mesothelioma

Sebagaimana kanker paru-paru dan mesothelioma seringkali baru terdiagnosis setelah perkembangannya sudah jauh, jadi terkadang sulit untuk mengobatinya. Namun, dengan semakin banyaknya penelitian tentang kanker, dan teknologi pengobatannya semakin baik, maka setiap kasus masih memiliki harapan sembuh. Pengobatan kanker paru-paru dan mesothelioma antara lain:
  • Operasi atau pembedahan - untuk mengangkat tumor
  • Radioterapi - menggunakan sinar-X untuk membunuh sel kanker
  • Kemoterapi - menggunakan obat-obatan anti kanker untuk membunuh sel kanker.
Penyakit lain terkait asbes

Selain menyebabkan kanker, ada beberapa kondisi non kanker lainnya yang dapat ditimbulkan dari paparan asbes, antara lain:
  • Asbestosis - terbentuknya jaringan parut di dalam paru-paru yang membuat pernapasan menjadi sulit.
  • Plak Pleura - serat asbes dapat menyebabkan bercak penebalan jaringan parut pada pleura, atau lapisan paru-paru.
Keadaan di atas merupakan kondisi non kanker.

Hal yang perlu diingat

  • Asbes adalah mineral yang telah dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk kanker paru-paru.
  • Mesothelioma adalah tipe kanker yang cukup langka namun penyebarannya cepat, yang hampir selalu disebabkan oleh paparan asbes.
  • Pengobatan untuk kanker paru-paru atau mesothelioma dapat terdiri dari operasi, radioterapi dan kemoterapi.
Kredit gambar: forhealths.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »
Disclaimer: Semua informasi di dalam artikel-artikel Medkes.com merupakan sudut pandang penulis. Medkes.com tidak mendukung dan tidak bertanggungjawab atas penggunaan pandangan tersebut oleh pihak lain. Semua risiko atas penggunaan informasi di website ini sepenuhnya ada pada pembaca. Gambar-gambar dan ilustrasi yang dimuat di dalam website ini adalah gambar public domain. Atribusi ditambahkan jika disyaratkan.